Breaking News:

Virus Corona

Di Depan Warga Natuna, Dokter Erlina Ungkap Penularan Virus Corona: Mudah-mudahan Ini Bisa Ditangkap

Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan mengungkap penularan Virus Corona.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
Channel Youtube Indonesia Lawyers Club
Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan mengungkap penularan Virus Corona. 

TRIBUNWOW.COM - Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB IDI (Ikatan Dokter Indonesia), Erlina Burhan mengungkap penularan Virus Corona.

Hal itu diungkapkan Erlina Burhan saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (4/2/2020).

Sedangkan, kini diketahui WNI dari Wuhan mendapat penolakan dari Natuna karena ada kekhawatiran penularan.

Di ILC, Ali Ngabalin Angkat Bicara WNI ke Natuna akibat Virus Corona: Pemerintah juga Manusia Biasa

Erlina mengatakan bahwa penularan Virus Corona itu melalui droplet.

Sedangkan, daya jangkaunnya hanya sekitar satu sampai hampir dua meter.

"Virus ini distransmisikan melalui droplet. Droplet itu adalah sekret atau cairan yang dikeluarkan pada saat pasien batuk atau bersin."

"Dan daya apa lingkupnya pun, daya jangkau droplet ini pun satu meter, paling jauh 1,8 meter," ujar Erlina.

Sehingga, Erlina meminta agar warga Natuna ketika WNI dari Wuhan diobservasi di daerah setempat.

Sedangkan, WNI itu diobservasi itu di tempat yang cukup jauh dari pemukiman.

"Jadi saya ingin menyampaikan pada Bapak-bapak dan Wakil Bupati, pada DPRD menyampaikan bahwa InsyaAllah karena jarak dari tempat observasi di Natuna itu sekitar katanya 1,2 kilometer pemukiman, Insya Allah aman."

"Enggak bisa orang itu batuk atau bersin melontarkan sampai 1 kilometer, paling jauh 1 meter atau 1,8 meter," ujar Erlina.

Tak Hanya Balitbang Kemenkes, Unair Surabaya juga Punya Alat Pendeteksi Virus Corona Setara Jepang

Erlina menegaskan bahwa penularan Virus Corona tidak serta merta terjadi.

"Jadi mudah-mudahan ini bisa ditangkap jadi bahwa penularannya adalah kontak langsung, kontak erat, dan droplet," ucapnya.

Lalu, Erlina menjelaskan bahwa korban Virus Corona ada kaitannya dengan sistem imunitas tubuh.

Sehingga, dari data orang yang meninggal akibat Virus Corona adalah orang-orang yang usia lanjut yang memiliki penyakit sebelumnya.

"Orang yang meninggal karena Virus Corona itu kebanyakan. Itulah makanya saya juga ingin menyampaikan, bahwa ada hal-hal yang kita bisa lakukan untuk pencegahan."

"Karena kita tahu dari data-data yang meninggal ini ada hubungannya dengan imunitas tubuh, karena yang meninggal itu banyak yang orang tua, lansia, atau orang-orang yang memenag sudah punya penyakit penyerta, sudah sakit sebelumnya, seperti penyakit diabetes, hipertensi, punya penyakit jantung, kelainan ginjal, bahkan ada yang struk," jelas Erlina.

Kisah Dokter Beri Peringatan sebelum Virus Corona Menyebar, Sempat Diancam Polisi dan Kini Tertular

Sehingga, orang-orang yang memiliki riwayat penyakit itulah yang pada akhirnya meninggal.

"Kelompok-kelompok inilah yang rentan dan akhirnya memang menjadi berat dan memang ini yang fatal akhirnya meninggal," ungkap dia.

Lihat videonya mulai menit ke-7:06:

Masyarakat Natuna Ungkap 3 Dampak setelah Kedatangan WNI dari Wuhan

Tokoh Masyarakat Natuna, Rodhial Huda angkat bicara terkait 'bully-an' kepada warganya akibat menolak karantina WNI dari Wuhan, China di daerah tersebut.

Hal itu diungkapkan Rodhiul Huda saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (4/2/2020).

"Masalah kami Natuna hari ini di-bully bahwa kami tidak Indonesia, kami tidak berperikemanusiaan karena menolak saudaranya sendiri perlu untuk diketahui," ujar Rodhiul Huda.

 Kisah Dokter Beri Peringatan sebelum Virus Corona Menyebar, Sempat Diancam Polisi dan Kini Tertular

Huda mengatakan, Natuna selama ini selalu 'welcome' dengan pendatang.

Ia menceritakan pengungsi Vietnam hingga orang Jawa bisa tinggal di Natuna.

"Dari saya kecil sejak tahun 75 ada ribuan pengungsi dari Vietnam yang datang ke Natuna dan itu kami tampung."

"Di rumah-rumah kami sendiri saking banyaknya, baru ke pulau Galang, berikutnya pada tahun 80 an ada ribuan transmigrasi yang didatangkan dimasukkan ke Natuna."

"Orang Jawa dan orang dari orang Medan dan kami terima dan sampai hari ini tidak ada masalah, dan ini perlu diketahui," jelas Huda.

Bahkan, Bupati Natuna merupakan seseorang dari Jawa.

"Dan di Natuna suku sangat banyak termasuk bupatinya orang Jawa bisa menjadi Bupati di Natuna, belum tentu di tempat lain bisa," lanjutnya.

Huda kemudian menjelaskan dampak setelah kedatangan WNI dari Wuhan tersebut.

"Terus sekarang semua suku ada, hari ini yang terjadi di Natuna dengan informasi yang kacau balau, informasi yang simpung siur, masyarakat gelisah, ada hal-hal yang terjadi yang publik perlu ketahui."

"Di sana bahwa yang sudah kelihatan ada akibat baru tiga hari sudah ada akibat," ungkapnya.

 Menkes Terawan Ungkap Alasan Santai Hadapi Virus Corona: Lebih Besar Batuk Pilek Penyebab Kematian

Huda mengatakan, aktivitas masyarakat seperti kegiatan di pasar mulai sepi.

Kedua, orang-orang Natuna banyak yang pergi wilayah lain.

"Pertama, pasar di kota Ranah itu sepi, orang tutup toko"

"Kedua, memang mungkin bukan eksodus, tapi sudah banyak orang pergi dari pulau besar itu untuk ke pulau-pulau lainnya."

"Kebetulan datang itu Minggu dan Minggu malam itu datang kapal PELNI ke Pontianak itu juga banyak ke sana," kata dia.

Namun, yang menjadi masalah banyaknya informasi simpang siur hingga membuat masyarakat kebingungan.

 Perbandingan Karantina Virus Corona di Natuna dan Inggris, dari Lokasi, Aturan, hingga Fasilitas

"Kebetulan orang melihat ada surat meliburkan anak sekolah tingkat SD dan SMP. Begitu ada surat masyarakat merasa libur, dan mereka merasa tenang anaknya tidak keluar."

"Tiba-tiba ada telegram dari Kemendagri harus sekolah lagi itu tanpa juga mungkin sosialisasi, dan koordinasti serta merta dan kaget lagi orang jadi masalah," jelas Huda.

Kemudian, dampak ketiga ada beberapa orang membatalkan perjalanan ke Natuna setalah kedatangan WNI itu.

"Terus perjalanan ke Natuna dari Batam dan Tanjung Pinang banyak yang ditunda, ada beberapa paket wisata itu dibatalkan."

"Saya kasih contoh ada bulan Juni akan ada pernikahan orang di Jakarta menikah di Alleystone di Natuna sebanyak 150 orang itu hari senin membatalkan jadi harus bayangkan juga akibatnya," ungkapnya.

Lihat videonya sejak menit ke-1:05:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

Tags:
NatunaVirus CoronaCorona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved