Virus Corona
Berjuang Rawat Pasien Virus Corona, Tangan Suster Asal China Ini Dipenuhi Lecet dan Luka
Seorang suster berumur 22 tahun menunjukkan dedikasinya merawat pasien Virus Corona di China, tangan merah-merah dipenuhi luka.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Seluruh staf kesehatan di berbagai daerah di China saat ini sedang berjuang tanpa henti dalam menangani wabah Virus Corona yang setiap hari terus menginfeksi banyak orang.
Sebagaimana diketahui, angka korban jiwa akibat Virus Corona ini kian naik.
Terkait hal tersebut, di internet beredar sebuah foto yang menampilkan perjuangan dan pengorbanan seorang suster di China dalam menangani Virus Corona.
Dikutip TribunWow.com dari akun twitter koran pemerintah Tiongkok, yakni People's Daily, China, @PDChina, Sabtu (1/2/2020), pada cuitan akun tersebut ditampilkan beberapa foto yang menunjukkan luka tangan suster tersebut.

• Menkes Terawan Yakin Indonesia Aman dari Virus Corona: Selama Ini Kan Kita Tenang
Suster bernama Hu Pei tersebut diketahui masih berumur cukup muda, yakni 22 tahun.
Hu Pei adalah seorang suster yang bekerja di divisi penyakit menular di rumah sakit anak Hunan.
Rumah sakit tersebut berlokasi di Provinsi Hunan yang juga terdampak wabah virus yang bermula di Wuhan.
Pada foto yang diunggah oleh akun @PDChina nampak tangan suster Hu Pei dipenuhi luka dan lecet sehingga berwarna merah-merah.
Luka tersebut diketahui dikarenakan penggunaan sarung tangan yang terlalu lama.
Foto suster Hu Pei mengundang simpati dari warganet.
Banyak komentar yang mendoakan kesehatan suster Hu Pei dan berharap agar situasi di China semakin membaik, serta mampu menangani Virus Corona.
"Diberkatilah suster Hu Pei dan petugas lainnya.... pahlawan sebenarnya," tulis akun @richartasia.
"Sangat menyedihkan, dia pasti seorang suster yang pemberani untuk membantu orang lain, tuhan berkatilah dia," cuit akun @AshokSingh_53.
"Terima kasih kepada seluruh petugas kesehatan yang bekerja tak kenal waktu untuk membantu," tulis akun @cse12171.

Info terakhir terkait jumlah kasus wabah Virus Corona di seluruh dunia, kini telah menembus angka 10.000 kasus orang yang positif terinfeksi virus mematikan tersebut.
Korban wabah Virus Corona kini juga telah tembus angka 250 jiwa.
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh South China Morning Post, Sabtu (1/2/2020), berikut adalah rincian detil kasus dan korban dari Virus Corona:
Kasus Positif Virus Corona:
- China - 11791 Kasus
- Hong Kong- 13 Kasus
- Macau - 7 Kasus
- Taiwan - 10 Kasus
- Negara Asia Lainnya - 80 Kasus
- Eropa - 19 Kasus
- Amerika Utara - 10 Kasus
- Australia - 9 Kasus
- Negara lain - 4 Kasus
TOTAL KASUS : 11943 kasus di seluruh dunia
Korban Tewas Virus Corona:
- China - 259 Jiwa
• Jawab Kecemasan akan Virus Corona, Menlu Retno Marsudi Pastikan Seluruh WNI dari Wuhan Sehat
Kisah Pengorbanan Perawat, Demi Hadapi Virus Corona
Perjuangan berat dirasakan oleh para staf medis di Wuhan yang tanpa henti terus-terusan menangani pasien pengidap Virus Corona.
Seorang suster salah satu rumah sakit di Wuhan, Xie Jingjing menceritakan perjuangannya menjadi suster di kota tempat dimulainya Virus Corona.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube CGTN, Rabu (29/1/2020), Jingjing mulanya menceritakan ia dan rekan-rekan suster lainnya harus memangkas pendek rambutnya sebelum berangkat ke Wuhan.

• Demi Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Kru Pesawat yang Jemput WNI di China Pakai Pakaian Khusu
Jingjing menjelaskan ada beberapa alasan seorang suster wanita harus mau memotong pendek rambutnya sebelum berangkat ke Wuhan.
Alasan tersebut di antaranya adalah untuk mengurangi resiko terinfeksi Virus Corona
"Rambut panjang lebih meningkatkan resiko terinfeksi (Virus Corona)," kata Jingjing.
Jingjing bercerita bagaimana dirinya adalah orang pertama yang membantu rekannya memangkas pendek rambut mereka demi berjuang menangani pasien Virus Corona di Wuhan.
Efektivitas juga jadi alasan Jingjing dan perawat lainnya memotong pendek rambut mereka.
Pakaian isolasi dapat lebih mudah digunakan ketika rambut yang dimiliki tidak panjang.
"Kami dapat mengenakan pakaian isolasi lebih mudah dan cepat," terangnya.
Suasana haru dirasakan ketika Jingjing membahas soal keluarganya.
Ia menitikkan air mata ketika menceritakan bagaimana dirinya dan suaminya yang juga menjadi staf medis di Wuhan tidak bertemu anak mereka selama lebih dari 10 hari.
Dikutip dari kanal YouTube New China TV, Selasa (28/1/2020), para suster yang akan dikirim ke Wuhan seluruhnya diharuskan memotong pendek rambut mereka.

Mayoritas dari mereka masih berumur kisaran 20 tahun.
Liu Wenjin, satu di antara beberapa suster yang akan dikirim ke China mengatakan selain alasan keamanan, dirinya rela untuk memotong pendek rambutnya karena akan sulit mencari waktu merawat rambut di tengah kesibukannya nanti di Wuhan.
• Indonesia Cemas Virus Corona, Menkes Terawan Ulas Area Karantina: Sudah Kita Pikirkan yang Terbaik
Lihat videonya di bawah ini mulai menit awal:
(TribunWow.com/Anung Malik)