Virus Corona
Kondisi Pasien Suspect Virus Corona di Bandung, Alami Kejang hingga Tak Sadarkan Diri
Tim dokter Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung mengungkap kondisi terkini pasien suspect Virus Corona.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Tim dokter Rumah Sakit (RS) Hasan Sadikin Bandung mengungkap kondisi terkini pasien suspect Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, pasien suspect Corona Virus tersebut mengalami kejang-kejang hingga tak sadarkan diri.
Bahkan, kini pasien suspect Virus Corona itu tengah menjalani perawatan di ruang isolasi RS Hasan Sadikin.
Melalui konferensi pers yang ditayangkan kanal YouTube Kompas TV, Senin (27/1/2020), dokter menyebut pasien tersebut mengalami sesak nafas hingga tak sadarkan diri.
• Virus Corona Menyebar, Keluarga di China Mengasingkan Diri ke Pegunungan: Kami Tak akan Kembali
• Kehidupan di Wuhan Pasca Karantina Virus Corona, Layaknya Kota di Film-film Fiksi Wabah Zombie
Tim dokter pun menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pasien tersebut semakin memburuk.
"Jadi ada sesak napas yang hebat sehingga membutuhkan alat bantu nafas lalu dengan kondisi yang tidak sadar dan kejang."
"Dan saat dilakukan pemeriksaan foto dada itu ternyata ada perburukan," sambungnya.
Melihat kondisi tersebut, dari Rumah Sakit Borromeus, pasien lantas dipindahkan ke RS Hasan Sadikin Bandung.
Dokter yang menangani langsung merawat pasien suspect Virus Corona itu ke ruang isolasi.
"Dan akhirnya pada saat itu dokter yang merawat di Rumah Sakit Borromeus memutuskan untuk mengirim pasien (ke RS Hasan Sadikin) agar dirawat di rumah sakit di ruang isolasi," kata dokter.
Pada kesempatan itu, sebelumnya dokter mengonfirmasi bahwa pasien suspect Virus Corona itu memiliki riwayat epilepsi.
Karena itu lah, pasien tersebut kerap pergi ke Singapura untuk berobat.
"Sudah lama menderita epilepsi dan selama ini pasien sering berobat ke Singapura," ucap dokter.
"Dan terakhir pasien ini kontrol ke rumah sakit di Singapura dalam kondisi baik saat itu."
Dokter juga menyatakan pasien suspect Virus Corona itu baru saja pulang dari Singapura pada Rabu (22/1/2020).
Kala itu, pasien tersebut langsung pulang ke kediamannya yang berada di Bandung, Jawa Barat.

• Dokter Ungkap Kondisi Suspect Virus Corona di Bandung, Sebut Pasien Baru Kembali dari Singapura
Dokter tersebut menjelaskan, pasien suspect Virus Corona itu mengalami batuk dan demam sepulang dari Singapura.
"Lalu kembali ke Bandung tanggal 22 Januari 2020," ucap sang dokter.
"Dan satu hari setelah kembali dari Singapura pasien mengalami batuk dan demam."
Kondisi pasien tersebut semakin hari semakin memburuk.
Hingga pada Sabtu (25/1/2020), pasien tersebut kejang dan tak sadarkan diri lalu langsung dilarikan ke RS Borromeus Bandung.
"Lalu di dua hari kemudian atau di tanggal 25, waktu itu pasien kejang dan tidak sadar sehingga dibawa ke Rumah Sakit Borromeus," kata dokter.
"Jadi pasien itu pada saat datang di tanggal 25, dua hari yang lalu, dalam kondisi tidak sadar, kejang, dan ada riwayat batuk dan panas badan."
Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat infeksi di paru-paru pesien suspect Virus Corona itu.
"Namun pada saat itu dilakukan pemeriksaan darah dengan hasil yang menunjukkan adanya suatu infeksi," kata dokter.
"Kemungkinan dari infeksi paru."
Meskipun telah dirawat di rumah sakit, kondisi pasien tersebut justru semakin memburuk.
"Walaupun pada saat itu hasil pemeriksaan rontgennya masih baik, tapi pada saat tanggal 26 kemarin memang ternyata mengalami perburukan," ujar dokter.
"Jadi pasien ini karena mengalami perburukan dan mengalami tanda-tanda Severe acute respiratory syndrome (SARS)," kata dokter.
Simak video berikut ini dari menit ke-1.26:
China Larang Warganya Konsumsi Hewan Liar
Pemerintah China telah mengeluarkan larangan perdagangan satwa liar sejak Minggu (26/1/2020) kemarin.
Hal itu berkaitan dengan wabah mematikan Virus Corona yang telah memakan 80 korban jiwa dan menjangkit 2.500 lainnya.
Dilansir TribunWow.com dari scmp.com, Senin (27/1/2020), Virus Corona diduga berasal dari hewan dan kemudian berpindah pada manusia
Otoritas kesehatan China mempercayai keberadaan pasar hewan di Kota Wuhan, China menjadi asal mula Virus Corona menular ke manusia.
Kini, tak hanya China yang resah dengan adanya Virus Corona.
Seluruh dunia kini tengah diresahkian dengan keberadaan virus tersebut.
• Unggah Video Makan Sup Kelelawar hingga Viral, Wanita Ini Minta Maaf: Tidak Sadar Ada Virus Corona
Larangan perdagangan hewan liar itu akan terus berlanjut hingga Virus Corona ini bisa dikendalikan.
Selain akan mengarantina pusat penangkaran hewan liar, pemerintah China juga mengimbau warganya untuk tak memakan produk-pruduk makanan yang berasal dari hewan liar.
Hal itu disampaikan oleh staf Kementerian Pertanian dan Pedesaan pemerintah China.
"Konsumen harus sepenuhnya memahami risiko kesehatan dari memakan hewan liar, menghindari daging buruan, dan makan dengan sehat," ucapnya, Minggu (26/1/2020).
Peraturan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan 19 pakar kesehatan di China.
Pakar tersebut menyebut konsumsi dan perdagangan hewan liar adalah penyebab sejumlah penyakit.
Di antaranya yakni Severe Acute Respiratory Syndrome (Sars), dan flu burung H7N9.
"Mengontrol atau bahkan menghilangkan makanan dan perdagangan hewan liar terkait tidak hanya diperlukan untuk perlindungan ekologis," ucap pakar kesehatan China.
"Tetapi juga sangat penting dalam mengendalikan risiko kesehatan masyarakat."
• Dokter Ungkap Kondisi Suspect Virus Corona di Bandung, Sebut Pasien Baru Kembali dari Singapura
Pakar kesehatan itu menambahkan, resiko penularan penyakit semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kontak manusia dengan satwa liar.
Keterkaitan antara perdagangan dan konsumsi hewan liar sudah dicurigai sebagai sebab munculnya Virus Corona.
Sebab, banyak pasien dengan gejala pneumonia ditemukan telah bekerja atau tinggal di dekat wilayah Wuhan.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)