Iran Vs Amerika Serikat
Buntut Sejumlah Serangan di Baghdad, Demonstran Serukan Usir Pasukan AS dari Irak
Ribuan orang berunjuk rasa di Baghdad, menuntut agar pasukan Amerika Serikat (AS) keluar dari Irak.
Penulis: Laila N
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Ribuan orang berunjuk rasa di Baghdad, menuntut agar pasukan Amerika Serikat (AS) keluar dari Irak.
Diketahui, unjuk rasa anti-AS muncul setelah Baghdad menjadi 'korban' atas memanasnya hubungan antara AS dan Iran.
Dilansir TribunWow.com dari Aljazeera, Jumat (24/1/2020), kehadiran militer AS di Irak kini menjadi isu panas.
• Timur Tengah Kembali Memanas, 3 Roket Hantam Area Kedubes AS di Irak
Menyusul serangan pesawat tak berawak AS yang menewaskan jenderal Iran, Qasem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis pada Jumat (3/1/2020) lalu.
Diketahui, serangan yang menjadi sorotan dunia itu dilakukan AS di sekitar bandara internasional Baghdad.
Dua hari kemudian, parlemen memilih semua pasukan asing - termasuk sekitar 5.200 pasukan AS - untuk meninggalkan negara Irak.
Mereka juga meminta pemerintah membatalkan permintaan bantuan dari koalisi pimpinan-AS yang telah bekerja dengan Baghdad untuk memerangi ISIL - (ISIS) grup.
Pemungutan suara itu tidak mengikat, lantaran pejabat senior AS mengatakan bahwa hingga Kamis, Washington belum membuka pembicaraan dengan Baghdad soal penarikan pasukan militer.
Diketahui, setelah AS membunuh Soleimani di Irak, Iran membalas dendam dengan meluncurkan rudal di pangkalan militer AS yang ada di Irak.
Tak hanya itu, baru-baru ini serangan roket bahkan telah mendekati Zona Hijau Irak, dan mendekat di area Kedubes AS.
Para demonstran mengaku tidak ingin ada Amerika di negaranya.
Sebagian besar pengunjuk rasa berasal dari ibu kota, dan sebagian lainnya dari provinsi selatan Irak.
Para demonstran berjalan kaki ke tempat berkumpul, yakni di kawasan Jadriya, Baghdad.
Mereka tampak mengibarkan bendera Irak dan mengenakan kafan putih sebagai simbol kematian.
Para demonstran menyebut, kehadiran AS di Irak justru memperburuk kehidupan mereka.
"Saya datang hari ini untuk memprotes keberadaan AS di tanah kami," kata Mariam, 18, kepada Al Jazeera.
"Kami ingin membebaskan negara kami dari rantai penindasan ini."
"Kami telah ditekan dan dilukai oleh kepentingan AS sendiri di kawasan itu sehingga kami ingin mereka keluar dari Irak," sambungnya.
• Serang Pangkalan Militer Amerika Serikat, Kemungkinan Iran Sengaja Menghindari Korban
Sementara itu, seorang demonstran lain, Aliya seorang ibu dari Kota Sadr mengatakan "Pendudukan AS telah mengambil segalanya dari kami. Kami tidak memiliki apa pun yang tersisa."
"Sejak 2003, kita telah dilucuti dari martabat dasar kita dan hak untuk hidup normal."
"Kita hidup di rumah-rumah tua; kita tidak punya pekerjaan, tidak punya gaji. Kita tidak ingin Amerika ada di sini," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ribuan-orang-berunjuk-rasa-di-baghdad-menuntut-agar-pasukan-as-keluar-dari-irak.jpg)