Terkini Nasional
Diprotes Warga karena Sebut Tanjung Priok Lahirkan Kriminal, Yasonna Laoly: Ada Hal yang Dipelintir
Yasonna Laoly meluruskan kesalahpahaman yang terjadi mengenai pernyataannya terkait hubungan antara Tanjung Priok yang identik dengan kriminal
Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly meluruskan maksud pernyataan kontroversialnya soal Tanjung Priok saat menggelar konferensi pers di Kantor Kemenkumham, Rabu (22/1/2020).
Yasonna mengatakan hal yang ia sampaikan menjadi heboh karena adanya pihak-pihak yang sengaja memelintir pernyataannya tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari kanal YouTube Kompastv, Rabu (22/1/2020), poltisi PDIP tersebut mengatakan karena adanya pihak yang memelintir pernyataannya maka terjadilah kekacauan di masyarakat.
"Sebenarnya apa yang saya sampaikan itu kan penjelasan ilmiah, seharusnya ditanggapi secara ilmiah bukan secara politik karena saya merasa ada hal-hal yang dipelintir sehingga ada kerancauan informasi yang sampai kepada publik sehingga menimbulkan perbedaan pendapat," paparnya.
• Respons Yasonna Laoly soal Protes Warga Tanjung Priok: Saya akan Cari Waktu untuk Bisa Bertemu
Ia kemudian menekankan apa yang ingin disampaikannya adalah ingin membuat masyarakat paham kejahatan ada karena faktor-faktor masalah sosial.
Setelah memberikan masyarakat pengertian, Yasonna berharap berawal dari situ masyarakat dapat sadar dan ikut serta mencari solusi untuk masalah sosial yang ada.
"Tujuannya agar kita mengerti bahwa kejahatan itu adalah produk sosial," ujar Yasonna.
"Kita sebagai masyarakat harus ikut serta memperbaiki kondisi-kondisi sosial yang men-generate root causes of crime (menghasilkan akar perbuatan kriminal)," tambahnya.
Yasonna kemudian menekankan dirinya tidak bermaksud untuk menyinggung orang-orang yang tinggal di Tanjung Priok.
"Bila pun merujuk pada tempat itu tidak dimaksudkan, not intended to be that way (tidak dimaksudkan seperti itu), itu yang mau saya sampaikan."
"Tapi ada dari orang-orang tertentu mungkin tidak memahami secara detail, tidak melihat secara utuh," kata Yasonna.
Sebelumnya diberitakan, Yasonna Laoly melontarkan sebuah pernyataan kontroversial saat menghadiri acara "Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)" di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020).
Pada pernyataan tersebut Yasonna menyebut Tanjung Priok adalah daerah yang melahirkan kriminal.
Ia kemudian membandingkan wilayah Tanjung Priok di Jakarta Utara dengan Menteng di Jakarta Pusat.
Kala itu Yasonna menyebut bahwa banyak tindakan kriminal terjadi di Tanjung Priok karena tingkat perekonomiannya yang miskin.
Sedangkan untuk di kawasan pemukiman Menteng, angka tindakan kriminal rendah karena wilayahnya yang makmur.
• Jawaban Yasonna Laoly terkait Data Hubungan Kriminalitas dan Tanjung Priok: Google Aja Lah
Lihat videonya di bawah ini mulai menit awal:
Warga Tanjung Priok Tuntut Yasonna Minta Maaf
Pernyataan kontroversial Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yasonna Laoly itu pun lantas menuai protes dari warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Demonstran mengancam apabila Yasonna tidak meminta maaf atas pernyataannya soal Tanjung Priok melahirkan kriminalitas, massa akan menutup pelabuhan Tanjung Priok.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (22/1/2020), warga Tanjung Priok melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kemenkumham, Jalan RA Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

• Peneliti Pukat UGM: Jokowi Harusnya Tegur Yasonna, tapi Tak Dilakukan karena Sesama Petugas Partai
Orator aksi protes merasa keberatan atas sebutan Yasonna yang menilai Tanjung Priok rawan menghasilkan angka kriminalitas yang tinggi.
"Badan kita kotor, tapi bukan kami bukan kriminal. Banyak tato di badan kami, tapi kami bukan kriminal," kata sang orator.
Sindiran juga dilontarkan terhadap Yasonna.
"Enggak seperti bapak menteri, badan bersih tapi mulut kotor," ucap orator sembari disambut teriakan massa demonstrasi.
Ia kemudian meminta Yasonna untuk meminta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam.
Orator tersebut mengancama apabila tidak ada permintaan dari politisi PDIP itu, demonstran dari Tanjung Priok akan kembali membawa masa yang lebih banyak dan menutup pelabuhan Tanjung Priok.
"Menteri Yasonna Laoly harus minta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam di media media besar negeri ini," kata salah satu orator saat berada di atas mobil komando, Rabu (22/1/2020).
"Jika tidak, kami akan datang dengan massa lebih besar lagi. Kami akan tutup pelabuhan Tanjung Priok," lanjutnya.
Bachtiar, seorang demonstran yang ikut dalam aksi protes tersebut mengatakan pernyataan Yasonna dinilai
merendahkan martabat warga Tanjung Priok.
"Kami juga punya martabat walaupun lingkungan kami keras. Maka dari itu kami membawa aksi damai," ujar Bahctiar.
• Ikut Bentuk Tim Hukum PDIP Kasus Harun Masiku, Yasonna Laoly Dinilai Rugikan Citra Pemerintah
(TribunWow.com/Anung Malik)