Konflik RI dan China di Natuna
Ungkit Konflik Natuna, Rocky Gerung Sayangkan Pengusiran Kapal China: Pencuri Harusnya Ditangkap
Pengamat Politik Rocky Gerung kembali mengungkit konflik Indonesia dan China di perairan Natuna.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung kembali mengungkit konflik Indonesia dan China di perairan Natuna.
Sebelumnya, China sempat mengklaim kepemilikan perairan Natuna hingga memerintahkan kapal nelayannya mencari ikan di wilayah tersebut.
Dilansir TribunWow.com, terkait hal itu, Rocky Gerung lantas menyoroti sikap pemerintah Indonesia.
Menurut Rocky Gerung, kapal China tak seharusnya diusir dari laut Natuna.
• Kritik Upaya China Kuasai Natuna, Menlu Jepang Toshimitsu Motegi: Jelas Milik Indonesia
• Bertemu Dubes China Bahas Konflik di Natuna, Mahfud MD: China Minta Nelayan Mereka Ganti Kerjaan
Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (18/1/2020).
Ia menilai, konflik Natuna menimbulkan kecemasan di benak masyarakat Indonesia.
Hal itulah yang menyebabkan sejumlah pihak menginginkan Indonesia harus memerangi China.
"Bangsa ini ada di dalam kecemasan bahkan dalam soal-soal semacam Natuna kemarin itu," ucap Rocky.
"Akhirnya semua orang menganggap bahwa kita mesti perang."
Padahal menurut Rocky, perairan Natuna tak sepenuhnya milik Indonesia.
Lantas, ia memastikan kekalahan Indonesia jika perang melawan China.
"Jadi energi kita dialihkan oleh opini publik negara untuk pergi ke Natuna itu. Padahal bukan itu wilayah kita," ujar Rocky.
"Kalau kita perang itu 14 jam kita udah pasti nyerah, karena peluru kita cuma mampu 14 jam."
Menurut Rocky, dibandingkan dengan konflik Natuna, masalah tenaga kerja asing lebih pantas mendapat sorotan.

• Anies Baswedan Dibully karena Banjir, Rocky Gerung Tantang Jokowi Jelaskan soal Ini: Ngerti Gak?
Sebab, keberadaan tenaga kerja asing itu berhubungan dengan perekonomian negara.