Viral Keraton Agung Sejagat
Ratu Keraton Agung Sejagat Akui Masih Dapat Wangsit, Kapolda Jateng: Akan Periksa Sisi Psikologisnya
Ratu Keraton Agung Sejagat, Fanni Aminadia mengakui masih memperoleh wangsit untuk menjaga perdamaian dunia
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menguraikan hasil pemeriksaan terhadap Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (KAS), Totok Santoso dan Fanni Aminadia.
Rycko menyebut sang Ratu KAS, Fanni masih mendapat bisikan-bisikan wangsit untuk menyelamatkan dunia.
Dikutip TribunWow.com dari TribunJateng.com, Jumat (17/1/2020), Rycko mulanya mengatakan proses pemeriksaan kedua tersangka kasus penyebaran berita bohong dan penipuan tersebut berjalan lancar.
• Merasa Percaya, Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten Anggap Totok Bawa Ketenangan saat Bicara
Meskipun berjalan lancar, Rycko mengatakan ada hal yang janggal dari Ratu KAS, Fanni.
Ia menyebut Fanni mengakui masih mendapatkan wangsit untuk menjadi penjaga perdamaian dunia.
"Kedua tersangka kooperatif. Totok sudah memberikan penjelasan," kata Rycko.
"Namun, Fanni masih merasa mendapatkan wangsit untuk menjaga perdamaian dunia."
Mendengar pengakuan Fanni tersebut, Rycko menyebut penyidik berencana memeriksa kedua tersangka secara psikologis oleh Dokkes Polda Jateng pada Senin (20/1/2020).
"Maka dari itu, kami akan periksa tersangka secara sisi psikologisnya nanti Senin (20/1/2020)," tambah Rycko.
Selain pemeriksaan Raja dan Ratu, Rycko mengatakan pihak kepolisian juga akan memeriksa pengikut-pengikut KAS yang memiliki jabatan tertentu.
Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menentukan status beberapa pengikut apakah merupakan tersangka karena membantu aksi penipuan KAS atau hanya menjadi korban.
"Apakah sang patih (koordinator) di daerah-daerah ini dikategorikan sebagai pembantu kedua tersangka atau malah menjadi korban juga," terang Rycko.
"Ini yang masih kami dalami. Jika ikut membantu, maka akan ada tersangka baru lainnya," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Totok dan Fanni telah ditangkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah pada Selasa (14/1/2020).
Kemudian keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh pihak berwajib atas kasus Keraton Agung Sejagat.
Mereka dikenakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tentang 1946 tentang menyiarkan kabar bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.
Keduanya terancam hukuman penjara selama 10 tahun.
• Keraton Agung Sejagat Sediakan 13 Posisi Menteri, Tarif Makin Banyak, Jabatan Semakin Tinggi
Tugas Ratu Keraton Agung Sejagat
Dikutip dari wawancara wartawan TribunJateng.com terhadap Totok Santoso seusai menjalani konferensi pers oleh Kapolda di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020), ratu KAS memiliki tugas tersendiri dalam kerajaan.

Totok mengatakan ratu dari KAS atau Fanni, memiliki tugas untuk merancang atribut kerajaan seperti seragam, umbul-umbul, topi, dan bendera.
"Semua yang merancang Fanni. Kerajaan ini saya dirikan sejak tahun lalu (2018). KAS didirikan pertengahan 2018," jelasnya.
Totok Simpan Kendi Berisi Janin Ratu
Tidak hanya memiliki batu prasasti raksasa di kerajaannya di Purworejo, Raja Keraton Agung Sejagat (KAS), Totok Santoso juga mengubur janin Ratu KAS, Fanni Aminadia di kontrakan miliknya.
Janin tersebut dikubur di kontrakan miliknya yang berlokasi di Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.
Dikutip TribunWow.com dari TribunJateng.com, Sabtu (18/1/2020), kuburan janin tersebut diketahui oleh polisi setelah melakukan penggeledahan di rumah kontrakan Totok.

• Merasa Percaya, Pengikut Keraton Agung Sejagat di Klaten Anggap Totok Bawa Ketenangan saat Bicara
Kuburan tersebut tidak memilki nisan dengan nama, hanya sebuah gundukan tanah yang diberi tumpukan batu.
Penunggu rumah kontrakan Totok, Mursinah mengakui gundukan tanah tersebut memang berisi janin anak Fanni.
Penanggung Jawab Kepala Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Sudarmanto menjelaskan janin tersebut harus dipindahkan agar tidak menimbulkan permasalahan.
"Hari ini juga menyerahkan kepada Bapak Susilo selaku Kaum dan Mas Kartijo untuk memindahkan (jenazah) anak dari saudara Fanni, sehingga, mohon maaf, tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," kata Sudarmanto di rumah kontrakan Totok, Jumat (17/1/2020).
Proses pemindahan dilakukan pada hari Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.
Pemindahan janin diawali dengan berdoa bersama.
Setelah melakukan penggalian, ditemukan sebuah kendi yang berisi janin milik Fanni.
Kendi tersebut kemudian diangkat dan dibersihkan.
Seusai dibersihkan, warga kembali berdoa dan membawa kendi tersebut ke pemakaman umum Penggel yang berlokasi tidak jauh dari kontrakan Totok.
Sebelumnya diberitakan, Totok dan Fanni telah ditahan oleh polisi karena menyebarkan berita bohong soal menjadi penguasa Keraton Agung Sejagat.
Polisi mengungkap cerita tersebut direkayasa Totok untuk meraup uang dari calon-calon pengikut yang ingin mendaftar.
Diketahui Totok meminta bayaran kepada calon pengikutnya.
Ia menerima uang sekitar Rp 30 juta dari pengikutnya setiap bulan.
• Keraton Agung Sejagat Sediakan 13 Posisi Menteri, Tarif Makin Banyak, Jabatan Semakin Tinggi
(TribunWow.com/Anung Malik)