Terkini Nasional
Rocky Gerung Pesimis Jokowi Mampu Selesaikan Konflik Natuna, Singgung Nama Prabowo Subianto
Pengamat Politik Rocky Gerung menyinggung nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat membahas soal konflik di perairan Natuna.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung menyinggung nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat membahas soal konflik di perairan Natuna.
Rocky Gerung menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajarannya tak mampu menyelesaikan konflik Natuna.
Melalui tayangan YouTube Resonansi TV, Jumat (10/1/2020), Rocky Gerung menganggap tak ada koordinasi yang baik antara Jokowi dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.
• Rocky Gerung Prediksikan Anies Baswedan Bakal Maju di Pilpres 2024, Singgung Persaingan Kubu Jokowi
• Rocky Gerung Akui Pernah Kritik Gus Dur soal Niatan Bubarkan DPR: Maka Gus Dur Tersingkir
Mulanya, Rocky Gerung mengaku pesimis pada pemerintahan Jokowi periode kedua ini.
Rocky pun menyinggung pemerintahan Jokowi periode pertama yang diniainya gagal.
"Periode pertama kita udah pesimis dan ternyata benar, banyak yang enggak selesai," ucap Rocky.
"Apalagi periode kedua karena faktor baru akan muncul."
Menurut Rocky, Jokowi tak memiliki kemampuan menganalisis kondisi politik internasional.
Rocky menyebut selama ini Jokowi hanya mengandalkan kemampuan orang-orang di sekitarnya.
"Faktor internasional yang beliau tidak punya kemampuan untuk bikin semacam analisa prospektif terhadap keadaan dunia," ujar Rocky.
"Jadi akan tergantung pada orang di sekitarnya dan itu agak berbahaya."
Lantas, Rocky pun menyinggung soal konflik di perairan Natuna.
"Sebab kalau kita lihat misalnya debat soal Natuna aja hari-hari ini," ucap Rocky.

• Bandingkan Kepemimpinan Jokowi dengan Gus Dur, Rocky Gerung: Gus Dur Enggak Punya Obsesi Jadi Raja
Terkait konflik Natuna, Rocky menilai ada perbedaan pernyataan yang disampaikan oleh sejumlah menteri Jokowi.
"Itu enggak ada koordinasi isu dari istana kan, jadi presiden bagaimana mau mengucapkan persoalan Natuna ke publik internasional kalau penasihatnya reaksinya macam-macam?," imbuh Rocky.
Melanjutkan pernyataannya, Rocky justru menyinggung nama Prabowo Subianto hingga Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
"Prabowo (menyatakan) lain, Luhut lain, Mahfud lain," kata Rocky.
"Jadi orkestrasi politik Jokowi di semester pertama ini pasti berantakan karena enggak ada konduktor."
"Enggak ada partitur juga di depannya."
Rocky menilai, segala persoalan terkait pemerintahan Jokowi itu muncul karena sang presiden tak mampu membaca kondisi politik dunia.
"Butuh partitur, kan orang yang buta huruf musik bisa dituntun oleh partitur," ucapnya.
"Problem-nya dia enggak bisa membaca partitur politik dunia."
Lebih lanjut, Rocky menilai publik justru pesimis terhadap pemerintahan Jokowi periode kedua ini.
Hal itu disebabkan karena sang presiden tak mampu mengorganisir kabinetnya secara baik.
"Itu psikologi publik sekarang sebetulnya dikoordinasi oleh isu tentang ketidakmampuan negara dalam hal ini presiden untuk mengorganisir isu sehingga orang punya harapan di 2020," kata Rocky.
"Jadi dari awal publik mengangap bahwa ya udah lebih baik pesimis daripada berharap yang palsu tuh."
Simak video berikut ini menit ke-2.58:
Kata Rocky Gerung soal Pilpres 2024
Sebelumnya, Rocky Gerung menduga adanya sinyal pertarungan antara kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kubu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Dilansir TribunWow.com, Rocky Gerung menyatakan Anies Baswedan akan menjadi pesaing terberat di ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Rocky Gerung terang-terangan menyebut kubu penguasa kini tak memiliki calon yang layak diusung di Pilpres 2024.
Mulanya, Rocky Gerung menyinggung soal resolusi pemerintah di 2020 ini.
"Yang bikin resolusi itu kan berharap sebetulnya ada kemajuan walaupun cuma sedikit," ucap Rocky.
Lantas, ia pun menyinggung soal bencana banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu terakhir.
Tak hanya itu, Rocky juga menyinggung soal klaim China atas perairan Natuna.
"Tapi setelah banjir segala macam ini, politik internasional memburu situasi di Natuna," ujar Rocky.
"Lalu orang berpikir bahwa mungkin ada sejarah baru yang akan ditulis di semester pertama."
"Soal dunia maupun soal Indonesia, itu satu paket."
• Rocky Gerung Tak Setuju Jokowi Tarik ke Belakang soal Jiwasraya: Semua BUMN juga Problem dari Awal
Rocky melanjutkan, di 2020 ini akan terjadi semacam persaingan antara kubu penguasa dengan Anies Baswedan.
"Udah pasti selama 2020 akan ada semacam pseudo Pemilu itu," ujarnya.
"Pemilu yang seolah-olah terselubung antara grup kekuasaan Presiden Jokowi versus Anies Baswedan."
Menurut Rocky, banyak pihak yang menduga Anies Baswedan mampu menjadi penguasa di periode selanjutnya.
"Karena secara real kita lihat itu hari-hari ini orang mengkhawatirkan bahwa Anies akan punya kemampuan untuk mengakumulasi kekuasaan," kata Rocky.
Ia pun menyinggung soal Pemilu 2024.
Rocky menduga, kubu Jokowi tak memiliki calon yang layak dimajukan di Pilpres 2024.
"Dan sekarang kubu Jokowi enggak punya calon," kata dia.
Rocky menilai, Anies Baswedan kini menjadi harapan kubu oposisi untuk bisa memenangkan Pilpres 2024.
"Oposisi kira-kira berharap Anies bisa diajukan sebagai tokoh itu," ujarnya.
"Karena media segala macam dan kemampuan Anies menghadap bullying."
Terkait hal itu, Rocky pun mengaku heran.
"Sementara di kubu jokowi enggak ada calon," bebernya.
"Kan itu yang terjadi, aneh saya perhatikan."
Menurut Rocky, hujatan yang diarahkan ke arah Anies Baswedan justru tak berdasar.
• Farhat Abbas Sesumbar Bakal Jadi Capres di Pemilu 2024, Singgung Nama Ahok dan Anies Baswedan
Bahkan, Rocky menduga pihak yang menghujat Anies Baswedan menolak Gubernur DKI Jakarta itu maju di Pilpres 2024.
"Orang mem-bully Anies seharusnya dihadap-hadapkan dengan calon penantang," ungkap Rocky.
"Istilah publik Jakarta sekarang RT sebelah enggak punya calon RT baru."
Rocky menambahkan, meskipun kerap dihujat, Anies Baswedan memiliki kemampuan untuk mengelola isu secara baik.
"Sementara RT di sini walaupun kebanjiran tapi namanya ada terus dan kemampuan mengolah isu publik terus diandalkan," ujar Rocky.
"Dan enggak ada itu dari kubu penguasa sekarang."
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)