Breaking News:

Terkini Nasional

Hadiri Rakernas PDIP, Begini Momen Prabowo Subianto saat Disapa Megawati: Rupanya Masih Mau Hadir

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyapaikan pidatonya dalam Rakernas dan HUT PDIP, Jumat (10/1/2020).

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Kolase YouTube/Kompas TV/Surya Citra Televisi (SCTV)
Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Prabowo Subianto (kanan) dalam Rakernas dan HUT ke-47 PDI Perjuangan, Jumat (10/1/2020). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyapaikan pidatonya dalam Rakernas dan HUT PDIP, Jumat (10/1/2020).

Di tengah pidatonya, Megawati justru menyapa Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Dilansir TribunWow.com, Prabowo Subianto turut menghadiri Rakernas dan HUT PDIP yang digelar di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sapaan Khusus Jokowi dan Megawati untuk Prabowo, Beda dengan Ketum Lainnya hingga Terima Kasih

Megawati Sambut Prabowo Subianto di Rakernas PDIP: Jadi Masih Mau Menghadiri, Terima Kasih Pak Bowo

Melalui tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (10/1/2020), Megawati bahkan mengaku senang Prabowo Subianto mau menghadiri acara tersebut.

"Karena pakai baju putih kelihatannya itu Bapak Prabowo Subianto," ucap Megawati.

Mendengar ucapan Megawati, Prabowo langsung bangkit dari tempat duduknya.

Ia pun tampak membungkukkan badan ke arah Megawati sebagai tanda hormat.

"Oh, saya senang beliau hadir karena saya dengar beliau mau pergi ke luar negeri," kata Megawati.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam acara Rakernas dan HUT ke-47 PDI Perjuangan, Jumat (10/1/2020).
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam acara Rakernas dan HUT ke-47 PDI Perjuangan, Jumat (10/1/2020). (YouTube Kompas TV)

Soroti Sikap Prabowo saat Tanggapi Konflik Natuna, Najwa Shihab: Saat Debat Capres Kok Berapi-api?

Lantas, Megawati pun mengucapkan terimakasihnya pada Prabowo Subianto yang berkanan hadir.

"Jadi rupanya masih mau menghadiri HUT PDI Perjuangan," ucap Megawati.

"Terimakasih Pak Bowo."

Di hadapan Prabowo Subianto, Megawati lantas mengungkit kemenangan PDIP dalam Pilpres 2104 dan 2019.

Menurut Megawati, dua kemenangan berturut-turut itu merupakan suatu kebanggan bagi PDIP.

"Setelah PDI Perjuangan berturut-turut menang dalam dua kali Pemilu, yaitu 2014 dan 2019," ujar Megawati.

"Pertanyaan yang selalu menghentak dalam dada saya inilah makna sesungguhnya sebuah kemenangan politik."

"Jika sudah menang Pemilu lalu mau apa?"

Simak video berikut ini:

Dalam pidatonya, Megawati juga mengaku bangga selalu bisa menjadi nomor satu.

Mulai dari jadi presiden wanita pertama di Indonesia hingga menjadi orang nomor satu di PDI Perjuangan.

"Kenyataannya saya dapat membuktikan menjadi nomor satu presiden, menjadi nomor satu wakil presiden, menjadi wakil presiden ketua umum partai sampai hari ini," kata Megawati dikutip dari YouTube Surya Citra Televisi (SCTV), Jumat (10/1/2020).

Lantas, Megawati turut mengucapkan terimakasih pada seluruh kader PDIP yang memprcayakannya menjadi ketua umum partai berlogo kepala banteng itu.

"Terimakasih pada kalian semua yang telah tetap mempercayai untuk menjadi ketua umum," ungkapnya.

Melanjutkan pidatonya, Megawati menyampaikan tema rakernas dan HUT ke-47 PDIP tahun ini.

"Kader-kaderku di seluruh tanah air, tema ulang tahun PDI Perjuangan ke 47 tahun dalam Rakernas PDI Perjuangan kali ini adalah solid bergerak, wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan inovasi nasional," kata Megawati.

"Dan sub tema strategi jalur rempah dalam lima prioritas industri nasional unuk mewujudkan Indonesia untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri."

Simak video berikut ini:

Pidato Jokowi

 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sekaligus HUT PDIP ke-47, Jumat (10/1/2020).

Pada acara tersebut Jokowi memberikan penjelasan apa rencananya untuk mengurangi besarnya impor Indonesia yang telah terjadi bertahun-tahun.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (10/1/2020), mulanya Jokowi memaparkan apa saja pencapaian yang telah ia peroleh dalam sektor ekonomi di Indonesia.

Total ada tiga poin pencapaian Indonesia dalam bidang ekonomi yang disampaikan oleh Jokowi.

Sapaan Khusus Jokowi dan Megawati untuk Prabowo, Beda dengan Ketum Lainnya hingga Terima Kasih

Ketiga poin tersebut adalah pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan ketimpangan Rasio Gini.

Jokowi menjelaskan Indonesia perlu bersyukur karena dapat stabil di tengah situasi ekonomi global yang kini sedang lesu.

"Perlu kami sampaikan bahwa Alhamdulillah ekonomi negara kita Indonesia tetap stabil di tengah perekonomian dunia yang terus turun dan bergejolak," jelasnya.

"Pertumbuhan kita di tahun 2019 kemarin, Alhamdulillah masih tumbuh di atas 5 persen lebih sedikit, dan dalam lima tahun yang lalu juga tumbuh kurang lebih di atas lima persen."

"Kemiskinan juga turun dari 11 persen, menjadi sekarang ini 9,41 persen," tambahnya.

"Ketimpangan gini ratio yang sebelumnya 0,41 persen, sekarang sudah muncul di angka 0,38 persen," kata Jokowi.

Rasio Gini merupakan sebuah indikator yang menunjukkan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat.

Angka tersebut berkisar mulai dari 0 hingga 1, apabila semakin mendekati angka 1, maka pemerataan pendapatan masyarakat semakin buruk.

Cara Jokowi Kurangi Impor

Kemudian Jokowi mengatakan apa masalah terbesar yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia, yakni soal impor.

"Masalah terbesar yang kita alami bertahun-tahun dan tidak pernah terselesaikan adalah masalah defisit transaksi berjalan," kata Jokowi.

"Problem-nya (masalah) adalah impor kita yang masih besar dan ekspor kita yang harus terus kita tingkatkan," tambahnya.

Reaksi Prabowo setelah Disebut Lembek soal Natuna: Enggak Apa-apa

Jokowi mengatakan Indonesia saat ini masih terlalu bergantung kepada negara lain untuk memperoleh barang-barang jadi maupun setengah jadi.

"Artinya impornya masih lebih besar dari pada ekspornya. Oleh sebab itu, saya ingin menyampaikan tentang transformasi ekonomi," terangnya.

Ia kemudian menjelaskan bagaimana kondisi perekonomian Indonesia yang selalu mengekspor barang-barang mentah dan barang material harus diubah.

Cara yang dilakukan oleh Jokowi untuk mengurangi bengkaknya impor negara Indonesia adalah dengan menambahkan nilai barang yang akan diekspor melalui pengolahan barang mentah menjadi barang-barang jadi maupun setengah jadi.

"Kita ingin semuanya kita olah menjadi barang minimal setengah jadi atau barang jadi melalui yang namanya hilirisasi industri, melalui yang namanya industrialisasi," tandasnya.

(TribunWow.com/Tami/Anung Malik)

Tags:
Prabowo SubiantoMegawati SoekarnoputriPDI Perjuangan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved