Breaking News:

Banjir di Jakarta

Petisi Pencopotan Anies Baswedan dari Jabatan Gubernur Kembali Viral setelah Banjir Jakarta

Petisi pencopotan Anies Baswedan untuk tak lagi jadi Gubernur DKI Jakarta kembali viral setelah kejadian banjir di Jakarta.

Dokumentasi Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat kukuhkan 166 petugas pendamping jemaah haji, balai kota, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019) 

TRIBUNWOW.COM - Petisi yang menuntut pencopotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di laman change.org kembali mencuat.

Petisi tersebut bertambah setelah banjir parah melanda sejumlah wilayah di Jakarta.

Awalnya, petisi dibuat sejak 2018, tetapi diramaikan kembali oleh warganet setelah kejadian banjir di awal 2020 ini.

Petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri tersebut meminta agar Anies dicopot dari jabatannya sebagai gubernur.

Petisi pencopotan Anies Baswedan ramai kembali setelah peristiwa banjir di Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Petisi pencopotan Anies Baswedan ramai kembali setelah peristiwa banjir di Jakarta, Kamis (2/1/2020). (Capture laman change.org)

 

Soal Banjir Jakarta, Analis Politik Sebut Anies Baswedan akan Jadi Kambing Hitam dan Diserang

Hingga Kamis (2/1/2020) sore, petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 180.000 orang dari target 200.000 tanda tangan.

Pembuat petisi tersebut, yakni akun Opini Kamu memberikan beberapa alasan kenapa Anies harus segera melepaskan jabatannya.

Anies dinilai gagal menangani sejumlah persoalan di DKI Jakarta.

Ternyata, tidak hanya banjir yang menjadi penyebab tuntutan, melainkan beberapa persoalan lain seperti APBD DKI Jakarta, gaji Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang tidak wajar, dan lain-lain.

"Mulai membengkaknya APBD DKI Jakarta 2018, gaji TGUPP yang tembus 70-an orang dengan biaya gaji puluhan juta rupiah per kepala per orang, banjir muncul kembali, diskotik yang ditutup buka kembali, sampah menumpuk di mana-mana, pohon plastik, PKL yang merajalela mengambil badan trotoar, naiknya NJOP, susahnya mendapat layanan publik dan kesehatan, rusunawa yang tidak terurus, trotoar Senayan yang tidak kunjung selesai dan yang terakhir adalah tiang bendera peserta ASIAN GAMES 2018 yang hanya ditopang bambu kecil yang dibelah," tulis petisi itu.

"Sudah saatnya Presiden Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri memanggil dan MENCOPOT Anies Baswedan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta! Jangan ditunda lagi!"

Banjir Parah di Ibukota, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kecewa pada Gubernur Anies Baswedan

Beberapa peserta petisi kemudian memberikan komentar setelah menandatangani petisi.

"Jakarta perlu pemimpin yang baru. Bukan hanya pandai dalam bicara tapi perlu kerja keras untuk membangun masyarakat yang berkompeten," tulis akun Benny Benny.

"Saya menandatangani petisi ini karena saya peduli dengan kota Jakarta yang kali-kalinya mulai kotor, banyak sampah," tulis akun Susi Christine Muksin Tedja.

"Lebih cocok menjadi Akademisi, daripada Politikus maupun Birokrat," tulis akun Charles Edward Tumbel.

Komentar warganet di petisi pencopotan Anies Baswedan di change.org.
Komentar warganet di petisi pencopotan Anies Baswedan di change.org. (Capture change.org)

Inilah Pernyataan Basuki Hadimuljono yang Buat Dirinya Meminta Maaf ke Anies Baswedan

Cuitan Sutopo Lama soal Banjir Kembali Viral

Hujan deras yang turun sejak malam pergantian tahun baru mengakibatkan sejumlah wilayah di Jabodetabek terendam banjir.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jabodetabek ini pun lantas menjadi perbincangan.

Warganet ramai membahas kejadian tersebut dan membuat tagar #Banjir menjadi trending topic di media sosial Twitter sejak Rabu (1/1/2020).

 Banjir Parah di Ibukota, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kecewa pada Gubernur Anies Baswedan

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah warganet tampak menyinggung nama Mantan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Hal ini bermula dari pernyataan pegiat media sosial Dede Budhyarto di akun Twitter pribadinya, @kangdede78, Kamis (2/1/2019).

Dede Budhyarto menyebut Sutopo sudah memprediksi terjadinya banjir di Jakarta.

Cuitan warganet mengenang Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (2/1/2020).
Cuitan warganet mengenang Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (2/1/2020). (Capture Twitter @kangdede78)

 Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan Ucap Terima Kasih pada Sosok Ini, Lihat Unggahannya di Instagram

"Walaupun ini mungkin hanya kebetulan semata, namun semua pengguna Medsos tahu sosok Alm.
@Sutopo_PN, beliau sudah memprediksi #banjir2020

Pesan baik dari almarhum untuk pemangku kepentingan di Pemprov @DKIJakarta & @aniesbaswedan," tulis akun @kangdede78 pada Kamis (2/1/2020).

Cuitan tersebut kemudian mendapat banyak tanggapan, yakni lebih dari 300 retweet dan lebih dari 500 likes sampai Kamis (2/1/2020) siang.

Akun tersebut juga mengunggah cuitan lama Sutopo dalam akun @Sutopo_PN yang membahas banjir.

Sejumlah warganet kemudian membalas unggahan tersebut.

Rata-rata mereka menyayangkan kepergian Sutopo yang begitu cepat akibat penyakit kanker paru-paru.

"Beliau pejabat Badan Penanggulangan Bencana, bagian Humas lagi yang notabene menguasai semua informasi. Jadi beliau lebih dalam analisa teknisnya. Dan yang pasti, non politis...." tulis akun @haiJunaidi.

"Kangen twitan belio jugaa Alfatihah untuk bapak," tulis akun @fazaila.

"Kangen pak sutopo @Sutopo_PN ..al fatihah," tulis akun @nopitasari90.

Cuitan warganet yang mengenang Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (2/1/2020).
Cuitan warganet yang mengenang Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (2/1/2020). (Capture Twitter)

 Yusuf Mansur Viral Disebut Tertawakan Anies Baswedan yang Sedang Tinjau Banjir, Begini Faktanya

(TribunWow.com/Brigitta Winasis)

 
Sumber: TribunWow.com
Tags:
PetisiAnies BaswedanJakarta
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved