Liga 1
Jadi Pelatih Baru PSM Makassar, Bojan Hodak Ditargetkan Juara Liga 1 2020
PSM Makassar telah menargetkan pelatih barunya untuk kompetisi musim 2020. Juku Eja menargetkan minimal PSM juara liga 1 atau runner up.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - PSM Makassar belum lama ini telah resmi mengumumkan pelatih barunya untuk musim 2020.
Arsitek yang ditunjuk PSM Makassar untuk menggantikan Darije Kalezic tersebut adalah, Bojan Hodak.
Dikutip TribunWow.com dari TribunTimur.com, Kamis (2/1/2020), alasan utama manajemen PSM Makassar menunjuk Bojan Hodak adalah pengalaman melatihnya.
• Bojan Hodak Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Baru PSM Makassar, Ini Prestasinya bersama Klub Malaysia
Bojan Hodak diketahui merupakan pelatih asal Kroasia yang telah berpengalaman menangani sejumlah klub di Asia Tenggara.
Bojan Hodak pernah menukangi beberapa klub seperti Kelantan FA, Johor Darul Ta'zim, hingga pelatih Timnas Malaysia U-19.
Menurut CEO Munafri Arifudin, penunjukan Bojan Hodak karena pelatih tersebut sesuai dengan kriteria PSM Makassar.

• Dikabarkan Tak Diperpanjang PSM Makassar, Amido Balde Jalani Trial di Klub Malaysia
Menurutnya, Bojan telah paham dan mengerti mengenai kultur sepak bola Asia Tenggara.
"Pelatih ini harus punya rekam jejak pernah membawa klub menjadi juara. Kedua, punya pengalaman bermain di AFC," kata pria yang akrab disapa Appi tersebut.
"Inilah yang menjadi faktor untuk kami mencari pelatih yang diinginkan. Jadi kami bentuk dulu kriterianya setelah itu mencari namanya," katanya.
Dikutip TribunWow.com dari liga-indonesia.id, Kamis (2/1/2020), pihak manajemen PSM Makassar sudah memberi target capaian pada Bojan Hodak untuk musim 2020.
Munafri mengatakan pihaknya menargetkan juara Liga 1 kepada pelatih anyar tersebut.
"Saya memberikan target juara, minimal runner-up Liga 1" ungkap Munafri.
Menurutnya targetnya tersebut snagat realistis mengingat PSM Makassar pernah hampir juara pada 2018.
"Target ini realistis, mengingat PSM sudah pernah hampir juara pada 2018," kata Munafri.
Pasalnya, saat itu yang menukangi Laskar Pinisi tersebut adalah, Robert Albets.
Tidak hanya itu, manajemen PSM Makassar juga mematok target di Piala AFC.
Tolok ukurnya masih sama, yakni prestasi tahun sebelumnya.
Musim lalu, dibawah kendali Darije Kalezic, tim Juku Eja mentok di Semifinal zona ASEAN.
"Tahun lalu kami sampai di Semifinal. Jadi saya beri target tahun ini harus lebih baik dari itu," ucap Munafri.
Munafri sudah memberikan data pemain PSM Makassar yang masih terikat kontrak atau mendapat opsi perpanjangan.
Sementara untuk penambahan, Bojan Hodak akan diberi keleluasaan dalam menentukan materi pemain.
Artinya, daftar belanja pemain Juku Eja musim 2020 baru akan dimulai.
"Kita sudah berkomunikasi bagaimana persiapan-persiapan kita menuju AFC dan Liga," kata Munafri melanjutkan.
"Dia sudah memepelajari seperti apa karakter PSM yang berlaga di Liga tahun lalu," tambahnya.
Terkait kebutuhan pemain, Bojan Hodak akan diberi waktu berdiskusi dengan para asisten pelatih.
Baru kemudian pihak manajemen akan melakukan negosiasi untuk mendatangkan pemain yang dimaksud.
"Nanti kita akan bicarakan dengan beberapa asisten, siapa pemain yang dipertahankan, dan apa kebutuhan kita. Sehingga ini akan menjadi kerangka tim kita untuk di AFC dan Liga 1," pungkas Munafri.
Langkah Juku Eja pada awal musim ini bisa dikatakan terhitung sangat santai.
Mengingat, beberapa klub lain telah melakukan belanja pemain untuk musim 2020.
Padahal seperti disebutkan, PSM Makassar jelas akan mengalami padat jadwal pada musim depan.
Selain harus berkompetisi di ajang nasional, Juku Eja harus menghadapi kompetisi internasional.
• PSM Akui Gagal Dapatkan Tanda Tangan Mantan Pelatih Persib Mario Gomez yang Hengkang dari Borneo FC
Prestasi Bojan Hodak
Bojan Hodak sendiri telah menorehkan banyak prestasi di kariernya sebelumnya.
Ketika di Kelantan FA, Bojan Hodak bahkan sempat banjir prestasi dengan meraih tiga gelar juara sekaligus pada musim 2012.
Gelar juara tersebut diantaranya, alaysia Super League, Malaysia FA Cup, dan Malaysia Cup
Pada tahun berikutnya, ditangannya Kelantan FA mampu mempertahankan gelarnya di Malaysia FA Cup, serta menjadi juara kedua Malaysia Cup dan Charity Shield.
Pada karier selanjutnya, Bojan Hodak pindah ke kaya Johor darul Takzim (JDT).
Disana Bojan Hodak semakin memperkaya prestasinya dengan membawa JDT menjuarai Malaysia Super League 2014, serta menjadi juara kedua Malaysia Cup 2014.
Musim berikutnya, yakni pada 2015, Bojan Hodak berhasil membawa klub kaya tersebut menjuarai Malaysia Charity Shield 2015.
(TribunWow.com/Rilo Pambudi)