Kabar Tokoh
Rocky Gerung Cerita Dihalangi Masuk Kampus: Nekat Naik Ambulans Bareng Said Didu, Diadang 200 Orang
Rocky Gerung menceritakan kembali kisahnya pernah dihalangi saat akan menjadi pembicara di suatu kampus di Jember pada pertengahan 2019.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Politik, Rocky Gerung menceritakan kembali kisahnya, ketika dihalangi saat akan menjadi pembicara di suatu kampus di Jember pada pertengahan 2019.
Dilansir TribunWow.com, hal itu diungkapkan Rocky Gerung saat hadir di acara Dua Sisi TV One pada Kamis (26/12/2019).
Rocky Gerung mengatakan, kala itu dirinya mendapat hambatan masuk ke universitas yang mengundangnya sebagai pembicara.
• Jelaskan soal Seksualitas, Rocky Gerung Justru Digoda Harsubeno Arief, Begini Reaksinya
Lantaran mendapat hambatan, Rocky Gerung lantas menggunakan ambulans untuk menuju ke universitas tersebut.
"Itu jadi problem seolah-olah saya memanfaatkan ambulans saya justru memakai ambulans supaya tiba di universitas saya diundang di situ," ujar Rocky Gerung seperti dikutip TribunWow.com dari TalkShow tv One.
Namun, ia membantah bahwa bermain curang dengan menggunakan ambulans untuk memperlancar jalannya.
Ia mengatakan dirinya harus bisa sampai kampus demi hak demokrasi.
"Itu ambulans yang kosong itu jadi di situ ada semacam dilema mau terus karena dihadap maka saya pakai akal."
"Jadi itu akal doang bukan mau memanfatakan ambulans makanya saya mau mengakali lokasi itu supaya saya bisa akses supaya hak demokrasi tidak terhambat," ujar Rocky Gerung.
Saat itu, dirinya tidak sendiri di dalam ambulans.
Ada pula Manten Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.
• Kaitkan Kisah Yuni Shara dengan Isu Politik, Rocky Gerung: Ada Dewan Pengawas Seksual di Negeri Ini
Rocky Gerung mengatakan, ia diadang oleh banyak orang hingga berjumlah sekitar 200 orang.
"Supaya hak demokrasi mahasiswa di situ untuk mendengarkan juga tidak dihambat oleh sekelompok orang yang mengadang saya, 200 orang mengadang saya dengan Said Didu," katanya.
Dengan menceritakan kejadian itu, menurutnya sudah jelas bahwa hak demokrasinya dihalangi.
"Jadi itu soalnya itu, saya tidak perlu menjelaskan demokrasi enggak demokrasi."
"Iya, ya jelaslah orang enggak bisa akses. Karena saya mau akses titik pikiran kampus," jelas Rocky Gerung.
Apalagi menurutnya, kampus merupakan tempat yang bagus untuk perkembangan demokrasi.
Menurutnya, larangan membahas demokrasi di tahun politik seperti Pemilihan Presiden 2019 tahun ini merupakan sesuatu yang aneh.
"Kampus itu kan merawat demokrasi masak saya enggak bisa masuk kampus hanya karena alasan tahun politik," tutur pengamat politik 60 tahun ini.
Rocky Gerung menilai aneh dirinya dilarang menjadi pembicara.
Sedangkan, ia bukan seorang tokoh partai politik.
"Justru tahun politik kita mesti bongkar persembunyiannya, manipulasi politik dalam Pemilu, saya kan enggak punya partai waktu itu. Saya datang sebagai akademisi," ucapnya.
• Ungkap Alasan Selalu Kritik Jokowi, Rocky Gerung Singgung Nama Megawati: Publik Tahu yang Kendalikan
Lihat videonya mulai menit ke 2:14:
Rocky Gerung Kritik Gibran
Sebelumnya, Rocky Gerung turut memberikan tanggapannya soal anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo.
Sebagaimana diketahui, Gibran maju dalam pencalonan Wali Kota Solo pada Pemilihan Daerah (Pilkada) 2020.
Hal itu diungkapkan Rocky Gerung melalui akun channel YouTubenya Rocky Gerung Official pada Jumat (20/12/2019).
• Kata Rocky Gerung soal Peluang Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan AHY di Pilpres 2024, Jagokan Siapa?
Ia membantah bahwa dirinya selama ini mencari panggung.
Pengamat politik sekaligus filsuf ini mengatakan, justru selama ini 'panggung' yang mendatangi dirinya.
"Ya itu kritik yang selalu saya terima seolah saya lagi pencitraan mengkritik kekuasaan atau saya cari panggung."
"Saya enggak pernah datang ke panggung, saya dijemput dan dianter pulang oleh pemilik panggung itu," bantah Rocky Gerung.
Rocky Gerung merasa menyebutkan hal tersebut lantaran dirinya tidak ingin dituduh mengkritik Gibran secara personal.
"Tapi itu penting saya perlihatkan bahwa saya tidak mengkritik personal atau saya kritik anak Pak Jokowi yang mencalonkan diri di Solo," katanya.

• Rocky Gerung Beberkan Perkembangan Terbaru Kasus Kitab Suci adalah Fiksi: Pusing
Rocky Gerung menjelaskan, dirinya mengkritik partai lantaran setahunya pencalonan diri di PDIP seharusnya diusulkan oleh DPC (Dewan Pimpinan Cabang).
"Itu konteksnya karena setahu saya aturan internal partai, calon itu langsung diusulkan oleh DPC," tutur Rocky Gerung.
Sehingga, apa yang dilakukan oleh anak pertama Jokowi itu tidak betul dan dianggap melanggar kesopanan.
"Jadi kalau anak Pak Jokowi langsung ke Ibu Mega (Ketua Umum PDIP) itu menunjukkan ketidaksopanan terhadap aturan partai sendiri," ucao Rocky Gerung.
Sehingga sekali lagi Rocky Gerung menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pencitraan.
"Jadi itu konteksnya saya waktu kasih kritik, jadi bukan untuk usaha citra diri, tak ada gunanya tuh," kata Rocky Gerung.
"Buat saya tak ada gunanya mencari citra, citra itu diberikan oleh orang bukan dicari," tambah pria kelahiran Manado ini.
Lihat videonya sejak menit awal:
(TribunWow.com)