Terkini Nasional
Ungkap Cerita Menteri Periode Pertama, Radhar Panca Singgung Perang Baratayuda: Jokowi Main Sendiri
Budayawan Radhar Panca membeberkan cerita seorang menteri di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Budayawan Radhar Panca membeberkan cerita seorang menteri di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir TribunWow.com dari KompasTV, Radhar Panca menyebut pada periode pertama pemerintahan Jokowi 'Perang Baratayuda' kerap terjadi, Rabu (18/12/2019).
Ia menyebut, seorang menteri di periode pertama pemerintahan Jokowi itu menyebut sang presiden tak pernah mau dibantu.
• Singgung Kebijakan Era Jokowi, Radhar Panca Blak-blakan Sebut Negara Over Acting, Ini Alasannya
• Budi Setyarso Sebut Pelanggar HAM Kini Jadi Penasihat Jokowi, Radhar Panca: Aku Takut Ngomongnya
Mulanya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra buka suara soal penyelesaian kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat masa lalu.
Ia mengaku pesimis Jokowi akan mengungkap pelanggaran HAM berat di masa lalu.
"Kalau saya lihat dari kondisi yang ada dari awal pemerintahan ini, saya terus terang aja tidak ada alasan untuk optimis," ujar Azyumardi Azra.
"Tidak ada alasan yang cukup untuk bisa optimis."
Menurutnya, Jokowi seolah tak menunjukkan gelagat ingin mengungkap kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
"Ya tidak ada tanda-tanda, tidak ada gejala, tidak ada gelagat yang bisa mengarah ke sana," ucap Azyumardi Azra.
Lantas, Radhar Panca pun turut buka suara.
"Saya jelaskan gimana?," sahut Radhar Panca.
Ia pun membuka percakapannya dengan satu di antara menteri di periode pertama.
"Jadi sebenarnya pernah ada komentar begini, saya diajak makan siang di kantor salah satu menteri dia bilang pakai bahasa Jawa," ujar Radhar Panca.
"Bendino ki Baratayuda, setiap hari itu Baratayuda."
• Naik Motor Custom, Lihat Video Penampilan Jokowi saat Jajal Jalan di Perbatasan Nunukan-Malaysia
Menurutnya, masalah utama kabinet periode pertama yakni Jokowi enggan dibantu para menteri.
"Problem-nya, saudara presiden enggak mau dibantu," beber Radhar Panca.
"Periode yang sebelumnya."
Bahkan, ia menyebut Jokowi seolah bermain sendiri dalam pemerintahan.
"Ini main sendiri, bukan karean dia tidak percaya pada orang lain," kata Radhar Panca.
"Dia pengin orang lain kerja bener aja di bidangnya masing-masing."
Menurutnya, Jokowi memiliki satu pekerjaan rumah yang hingga kini belum terselesaikan.
Radhar Panca menyinggung kultur Orde Lama dan Orde Baru yang hingga kini masih menguasai politik di negeri ini.
"Tapi intinya pekerjaan besar yang dia lakukan adalah dia tidak mempu mengatasi dua kultur yang masih menguasai kehidupan politik kita ini. Kultur orde lama dan kultur orde baru" terang Radhar Panca.
"Dan dia mencoba menghancurkan itu menciptakan satu kultur baru, belum mampu."
Simak video berikut ini menit 37.12:
Prabowo dalam Kabinet
Sementara itu, sebelumnya, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra menduga adanya upaya Prabowo Subianto mencalonkan diri di Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, Azyumardi Azra menyebut ada keuntungan yang diperoleh Prabowo Subianto seusai masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.
Diketahui, Prabowo Subianto kini menduduki posisi Menteri Pertahanan (Menhan) setelah sebelumnya bersaing dengan Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 lalu.
Azyumardi Azra menyebut demokrasi di Indonesia kini tak lagi seperti apa yang diharapkan.
Ia pun menyinggung masuknya Partai Gerindra dalam kubu koalisi setelah sebelumnya selalu menjadi oposisi pemerintah.
"Memang sih kalau kita lihat baik sebelum maupun sesudah Pemilu 2019, Pilpres dan Pileg itu kita harus mengakui demokrasi kita tidak sebagaimana yang kita harapkan," ujar Azyumardi Azra.
• Singgung Korban Demo 21-23 Mei, Budi Setyarso Ungkit Keputusan Jokowi Angkat Prabowo Subianto
Bergabungnya partai oposisi dalam koalisi pemerintah kini dinilainya sangat kontras dengan ketegangan yang terjadi sebelum dan sesudah Pilpres 2019.
"Pertama, menjelang dan sesudah pemilu itu ketegangan kontestasi yang berbau politik identitas itu masih menguat," kata dia.
"Kemudian pasca-pemilu, pembentukan kabinet, kita melihat gejala di mana kekuatan kontrol dan pengimbang juga makin lenyap, semua masuk dalam kekuasaan."
Azyumardi Azra pun menyinggung nama Prabowo Subianto.
"Tentu saja yang menjadi contoh itu adalah Prabowo kan, jadi Menteri Pertahanan dalam pemerintahan yang sekarang," kata dia.
"Sejak presiden dan wakil presiden baru ini memang boleh kita bilang kekuatan pengimbang itu hilang."
• Yakin Megawati Restui Gibran, Hendri Satrio Sebut PDIP akan Dorong Anak Jokowi hingga Level Nasional
Menurutnya, Prabowo beserta para pendukung di Pilpres 2019 lalu seharusnya tetap menjadi oposisi.
Namun, kini yang terjadi justru sebaliknya.
"Ya harusnya memang ada yang ada di luar, kita mengharapkan tadinya mungkin penduukung Prabowo dan Sandiaga Uno seharusnya," ujar Azyumardi Azra.
"Tapi kan yang tersisa yang agak konsisten PKS saya kira."
Bahkan, Azyumardi Azra menyebut kini Partai Gerindra mengalami kerikuhan setelah Prabowo masuk dalam kabinet.
"Tapi kalau Gerindra itu akan mengalami kerikuhan," ucap dia.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/radhar-panca-beberkan-komentar-satu-di-antara-menteri-periode-pertama-jokowi.jpg)