Breaking News:

Hari Natal

Soal Ucapan Selamat Hari Natal, Ini Kata Menteri Agama Fachrul Razi

Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan seluruh lapisan masyarakat berhak menyampaikan ucapan selamat Natal bagi umat Nasrani yang merayakan.

Editor: Lailatun Niqmah
Seno Tri Sulistiyono/Tribunnews.com
Menteri Agama Fachrul Razi memberikan tanggapan soal ucapan natal 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Agama Fachrul Razi menegaskan seluruh lapisan masyarakat berhak menyampaikan ucapan selamat Natal bagi umat Nasrani yang merayakan.

Hal itu disampaikan Fachrul saat mengunjungi UIN Walisongo, Semarang, Kamis (19/12/2019).

"Setiap orang tidak boleh memaksakan sikapnya. Dan mengucapkan selamat Natal itu pasti tidak akan menganggu akidahnya masing-masing."

"Maka jangan sampai memaksakan pendapatnya," ungkap Fachrul.

Kunci (Chord) Gitar dan Lirik Lagu Hark the Herald Angels Sing - Misc Christmas, Lagu Untuk Natal

Sementara itu, Fachrul juga mengimbau kepada umat Nasrani agar merayakan hari raya Natal tidak dengan berlebihan.

"Sikap saling menghargai dan tenggang rasa harus dijaga karena merupakan budaya yang sejak dulu ada di Indonesia. Sehingga tercipta kerukunan umat beragama," jelas Fachrul.

Tingkat kerukunan tertinggi di Jateng

Menurut Fachrul, masing-masing agama punya tingkat keimanan yang tinggi sehingga kerukunan yang terjalin antarumat beragama mampu membangun bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi.

"Menjelang malam Natal 25 Desember, sudah semestinya kita memberikan kesempatan kepada pemeluk agama lain untuk beribadah," kata Fachrul.

Fachrul memuji tingkat kerukunan umat beragama di Jawa Tengah yang terbilang tinggi yakni mencapai 74,8 persen dan jadi yang tertinggi di seluruh Pulau Jawa.

"Angka kerukunan Jateng tertinggi di Pulau Jawa sekitar 74,8 persen."

"Ya mudah-mudahan adanya toleransi beragama yang terjalin akan jadi lebih baik lagi ke depannya. Kalau umatnya tidak rukun, jadinya sulit membangun keberagaman," pungkasnya.

Peringatan Sweeping

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, sejumlah menteri dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan peringatannya terkait sweeping.

Mereka menentang keras adanya aksi sweeping pada hari perayaan Natal dan tahun baru nanti.

Dikutip TribunWow.com, berikut adalah beberapa pesan yang disampaikan oleh menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju dan Jokowi.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi

Menag Fachrul Razi menegaskan bahwa tidak boleh ada aksi sweeping apapun saat hari perayaan yang jatuh pada akhir Desember nanti.

Fachrul berharap sama seperti tahun-tahun sebelumnya, nantinya perayaan akan berlangsung dengan lancar dan aman.

"Tidak boleh ada sweeping-sweeping, saya kira dari dulu juga enggak lah," kata Fachrul.

"Mudah-mudahan kali ini juga enggak ada," tambahnya.

Ia mengatakan toleransi diperbolehkan, tiap orang bebas untuk menyatakan pendapatnya, namun ketika ada perbedaan pednapat jangan sampai berselisih.

"Semua orang mengatakan pendapatnya silakan, tapi kalau ada pendapat orang lain yang berbeda juga jangan marah," kata Fachrul.

"Tapi untuk sweeping jangan, kita sepakat jangan sweeping," imbuhnya.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Imbau Masyarakat Teliti saat Beli Tiket Pesawat

Menkopolhukam Mahfud MD

Dikutip dari Kompas.com, Jumat (13/12/2019), Mahfud MD mulanya menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat masa-masa menjelang dan selama Natal serta tahun baru 2020.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai menurut Mahfud MD adalah ancaman terroisme, arus mudik, dan gangguan ketertiban serta keamanan.

"Beberapa hal yang menjadi atensi kerawanan Natal dan tahun baru di antaranya adalah ancaman terorisme, kelancaran arus mudik, serta gangguan kamtibmas. Itu berdasarkan pengalaman tahun-tahun lalu," ungkap Mahfud MD.

Selain hal tersebut, Mahfud MD juga menyampaikan pemerintah akan mengantisipasi terjadinya sweeping yang akan menganggu kenyamanan masyarakat.

"Aksi-aksi ancaman teror, sweeping swasta oleh oknum tertentu, intoleransi antar-umat beragama, hingga pembakaran rumah ibadah harus diantisipasi sedini mungkin," kata Mahfud MD.

Mahfud kemudian menegaskan akan menempatkan personil aparat keamanan di titik-titik yang diprediksi akan terjadi kerusuhan.

"Untuk itu, perlu peningkatan pengamanan pada tempat ibadah, tempat wisata, dan tempat keramaian," kata Mahfud MD.

"Sehingga, seluruh masyarakat merasa aman dan terlindungi dengan kehadiran pemerintah," lanjutnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)

Dilansir dari video kanal Youtube Kompastv, Rabu (18/12/2019), Jokowi menyampaikan dengan tegas bahwa hak seluruh umat beragama dijaga oleh konstitusi di Indonesia.

"Sudah jelas tegas di konstitusi kita, tegas konstitusi, kita menjamin memeluk agama dan menjalankan kepercayaan masing-masing," kata Jokowi.

Ia meminta masyarakat agar tidak khawatir soal adanya potensi gangguan yang akan menganggu pelaksanaan hari raya nanti.

"Tidak ada yang perlu diragukan untuk itu," imbuhnya.

Polisi akan Tindak Keras

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (19/12/2019), pihak kepolisian mengatakan akan menindak tegas pihak yang terindikasi melakukan sweeping saat hari perayaan nanti.

"Kalau ada yang sweeping siapapun itu, kita akan melakukan tindakan tegas," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2019).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan pelaku sweeping akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

"Tindakan tegas ya sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Kita lakukan secara tegas dan kita amankan. Kalau melawan pidana, ya kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Yusri.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintahan Jokowi akan Tindak Tegas Aksi Razia Berbau SARA

Dalam melakukan pengamanan perayaan hari Natal, polisi telah menggandeng Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) untuk menjaga keamanan di gereja.

"Kami mengajak teman ormas dan mereka menyatakan akan membantu aparat menjaga toleransi beragama," jelas Yusri.

"Ada beberapa ormas mengerahkan kekuatan menjaga gereja yang ada dengan berpatroli bersama aparat," tambahnya.

(Kompas.com/Riska Farasonalia/TribunWow.com/Anung Malik)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menag Fachrul Razi: Setiap Masyarakat Berhak Ucapkan Selamat Natal"

Sumber: Kompas.com
Tags:
NatalUcapan Hari NatalMenteri AgamaFachrul Razi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved