Breaking News:

Terkini Nasional

5 Poin Konferensi Pers Kondisi Terkini Garuda Indonesia, Minta Tak Ada Perdebatan antar Karyawan

Serikat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia menyampaikan 5 poin saat menggelar konferensi pers pada Kamis, (12/12/2019)

Tayang:
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube KOMPASTV
Serikat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia menyampaikan 5 poin saat menggelar konferensi pers pada Kamis, (12/12/2019) 

TRIBUNWOW.COM - Sekretariat Bersama (Sekber) Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) TBK, menyampaikan lima poin utama saat menggelar konferensi pers soal kondisi Garuda Indonesia terkini.

Poin yang disampaikan mulai dari imbauan agar tidak ada debat antar karyawan di luar perusahaan hingga permintaan Garuda Indonesia ke seluruh rakyat Indonesia.

Dikutip TribunWow.com dari tanyangan langsung kanal Youtube Kompastv, Kamis (12/12/2019), pernyataan konferensi pers Garuda tersebut disampaikan oleh perwakilan dari Sekber Garuda Indonesia Kapten Edward.

"Menyikapi pemberitaan yang beredar terkait dengan PT Garuda Indonesia Persero TBK, dan dalam rangka menyambut angkutan Natal dan Tahun Baru 2019-2020," buka Kapten Edward dalam konferensi pers tersebut.

"Kami Sekretariat Bersama (Sekber), yang terdiri dari Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG), dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) dengan ini menyatakan hal-hal sebagai berikut," paparnya.

Berikut ini lima poin soal kondisi terkini dari Garuda Indonesia.

1. Minta Tak Ada Adu Pendapat antar Karyawan Garuda

Poin pertama, Kapten Edward menyampaikan agar tidak ada karyawan Garuda yang beradu pendapat.

Ia meminta agar permasalahan Garuda Indonesia dipasrahkan kepada pihak yang berwenang.

"Sekber dengan ini menyampaikan dan mengajak seluruh karyawan agar bersatu dan menghilangkan semua perbedaan, silang pendapat, dan menghentikan semua perdebatan yang tidak perlu," kata Edward.

"Serta menyerahkan proses kepada aparat penegak hukum, dan pemerintah selaku pemegang saham," tambahnya.

2. Garuda Tetap Beropreasi Maksimal

Kemudian Kapten Edward menjelaskan meskipun ada petingginya yang sedang diterpa masalah, dirinya menegaskan bahwa Garuda Indonesia akan berjalan seperti biasa.

"Kedua, Sekber mendukung penuh manajemen Garuda Indonesia yang sudah ditunjuk oleh pemerintah untuk tetap terus menjalankan operasional dan pelayanan Garuda Indonesia sebaik-baiknya," ujar Edward.

"Dan mempersiapkan RUPS tanggal 22 Januari 2020," imbuhnya.

3. Komitmen Beri Pelayanan Terbaik

Di samping operasional, Kapten Edward memastikan Garuda Indonesia akan tetap memberikan pelayanan yang terbaik sebagai maskapai penerbangan milik negara.

"Ketiga, Sekber bersama seluruh karyawan Garuda Indonesia tetap berkomitmen akan memberikan layanan terbaik dengan menjaga operasional tetap mengutamakan keselamatan penerbangan," terangnya.

4. Sampaikan Terima Kasih

Mewakili Sekber, Kapten Edward mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia.

"Keempat, Sekber berterimakasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan dan selalu setia menggunakan layanan Garuda Indonesia," kata Edward.

5. Mohon Doa

Poin terakhir, Edward meminta agar seluruh masyarakat Indonesia memberikan dukungan dan doa untuk kebaikan Garuda Indonesia.

"Kelima, Sekber mengharapkan doa dari seluruh rakyat Indonesia untuk kebaikan Garuda Indonesia ke depan," terang Edward.

"Demikian kami sampaikan dan terima kasih," tandasnya.

Video selengkapnya dapat dilihat di

Pengakuan Pramugari Senior Garuda Indonesia

Pramugari Senior Garuda Indonesia, Yosephine Chrisan Ecclesia mengungkap adanya ketidakadilan dalam era kepemimpinan Ari Askhara.

Dilansir TribunWow.com, Yosephine menyebut ada oknum pramugari yang bahkan diperbolehkan memilih penerbangan sesuka hati.

Oknum pramugari itu disebutnya memiliki kedekatan khusus dengan Ari Askhara.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Selasa (10/12/2019).

 Pramugari Ungkap Sikap Ari Askhara di Garuda, Said Didu Akui Tidak Tahu-menahu: Tak Bisa Diampuni

 Akui Pernah Laporkan ke Menaker, Pramugari Garuda Ungkap Respons Ari Askhara: Dihajar Habis-habisan

Mulanya, Yosephine mengungkap jadwal domestik pramugari Garuda.

"Setiap harinya kalau domestik itu kalau kita terbang short flight itu bisa 4 jam, tapi kalau long flight itu bisa 7 jam," ucap Yosepine.

Ia pun merasa adanya ketidakadilan dalam penentuan jadwal pramugari.

Sebab, ada kelonggaran bagi pramugari terdekat Ari Askhara untuk memilih jadwal penerbangan.

"Jadwalnya itu saya rasa enggak adil juga," ucap Yosephine.

"Jadi ada beberapa oknum yang bisa memilih schedule internasional dan dia bisa terbang dengan geng-geng itu aja," sambung dia.

Mendengar pernyataan Yosephine, presenter pun penasaran mengapa pramugari senior itu menyebut dengan kata 'oknum'.

"Kenapa oknum nyebut-nya?," ucap presenter.

"Ya masih enggak jauh-jauh dari lingkungan AA (Ari Askhara) itu," sahut Yosephine.

Pramugari Senior Garuda Indonesia, Yosephine Chrisan Ecclesia dalam tayangan Talk Show tvOne, Selasa (10/12/2019). Yosephine mengungkap ketidakadilan dalam kepemimpinan Ari Askhara.
Pramugari Senior Garuda Indonesia, Yosephine Chrisan Ecclesia dalam tayangan Talk Show tvOne, Selasa (10/12/2019). Yosephine mengungkap ketidakadilan dalam kepemimpinan Ari Askhara. (Tangkapan Layar YouTube Talk Show tvOne)

 Benarkan Pelecehan Pramugari di Era Ari Askhara, IKAGI: Jangankan Kontrak, Pegawai Tetap Saja Takut

Namun, pernyataan berbeda disampaikan oleh Sekjen Federasi Pilot Indonesia (FPI), Capt Setiadji Dwiwandoko.

Selama puluhan tahun menjadi pilot, Setiadji menyebut tak pernah merasakan adanya ketidakadilan dalam profesinya.

"Saya sudah 36 tahun," kata Setiadji.

"Kalau dari sisi pilot itu tidak ada perbedaan. Sesuai dengan peraturan, sesuai dengan prosedur."

Ia pun tak menampik bahwa pada jadwal awak kabin kerap dilakukan inovasi.

"Yang banyak inovasi memang dari cabin crew," kata dia.

Setiadji pun mengaku tak keberatan dengan kebijakan di era Ari Askhara.

Namun, ia menyebut kebijakan yang dikeluarkan harus sesuai dengan aturan.

"Kalau saya rasa ya seperti yang saya bilang, kalau inovasi dalam satu perusahaan itu sah-sah saja," ujar Setiadji.

"Asal dalam aturan, seperti yang dikemukakan tadi."

Simak video berikut ini menit 2.00:

Pelecehan Pramugari

Sementara itu, pramugari Garuda Indonesia, Yosephine, terang-terangan mengungkap pelecehan terhadap pramugari di masa jabatan Ari Askhara.

Terkait perlakuan Ari Askhara, Yosephine pun mengungkap sebuah pelecehan yang baru terjadi di masa kepemimpinan sang mantan dirut.

"Ada lah salah satu pengurus Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia di mana dia sudah menikah, suami istri menikah di Garuda," ujar Yosephine.

"Namun saat direksi sedang melakukan pertemuan terkait kartel di Bali, salah satu direksi itu meminta untuk si istri pramugara ini menemani dia di karaoke di Bali."

Yosephine pun menyebut bahwa si pramugari yang sudah menikah itu terpaksa menemani para direksi berkaraoke.

"Dan itu mengatasnamakan salah satu manajemen, yaitu deputi chief-nya si istri ini," ujar dia.

"Istrinya sudah datang ternyata datang ke tempat karaoke, dia kaget merasa kesal terus ngadu ke suaminya."

 Daftar Nama 4 Direksi Garuda Indonesia yang Dipecat Erick Thohir Selain Ari Askhara

Lebih lanjut, Yosephine menyebut si pramugari itu sudah lama diincar oleh direksi Garuda.

"Ada direksi di situ, jadi direksi itu di Bali karaoke minta di-temenin sama pramugari yang dia suka," kata Yosephine.

"Dia sudah mengincar lama pramugari ini, udah di-targetin."

Lantas, ia menyebut dalam hal itu para direksi melibatkan diputi chief si pramugari.

"'Dan dia minta tolong sama deputi chief-nya, 'Kamu kenal enggak sama si A ini?', Deputi chief-nya menjembatani agar si pramugari ini hadir ke tempat karaokenya di mana direksi ada di situ," kata Yosephine.

"Akhirnya si teman saya ini ngadu ke suaminya, suaminya marah ke chief, 'Kita ini kan satu perusahaan dan dia istri saya, bapak atau ibu tahu istri saya? Kenapa bapak jual istri saya?'," sambung dia.

Terkait penjelasan Yosephine itu, sang presenter pun dibuat penasaran.

"Memang hal seperti itu sering terjadi?," tanya sang presenter.

Namun, fakta mengagetkan diungkap oleh Yosephine.

Ia menyebut pelecehan terhadap pramugari itu terjadi sejak Ari Askhara (AA) memimpin Garuda.

"Tidak pernah baru di kepemimpinan AA ini, baru sekarang," ujar Yosephine.

"Mulai dia diganti lah, September 2018. Semua daerah pasti ada."

(TribunWow.com/Anung Malik/Jayanti Tri Utami)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Garuda IndonesiaKaryawanAri Askhara
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved