Terkini Nasional
Dirjen Bea dan Cukai, Heru Pambudi Ungkap Kenapa Berhasil Bongkar Penyelundupan Harley Davidson
Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi menjelaskan mengapa Bea dan Cukai dapat menemukan penyelundupan Moge Harley Davidson
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menjelaskan mengapa pihaknya dapat menemukan penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dalam pesawat Garuda.
Heru Pambudi mengatakan penemuan tersebut berawal dari pengecekan reguler yang biasa dilakukan oleh Dirjen Bea dan Cukai pada pesawat-pesawat komersil dan penerbangan-penerbangan reguler.
Dikutip TribunWow.com dari tvOne News, Jumat (5/12/2019), Heru Pambudi menduga tersangka penyelundup merasa Bea Cukai tidak akan memeriksa bagasi dari pesawat yang ditumpanginya.
• Kronologi Penyelundupan Harley Davidson di Pesawat Garuda, Sudah Direncanakan sejak 2018
• Tanggapan Kemenhub soal Pencopotan Dirut Garuda Ari Askhara
"Pertama ini cek reguler, kita juga agak aneh ini karena dia overconfident (terlalu percaya diri), karena barangkali asumsinya Bea Cukai enggak akan mengecek," ujar Heru Pambudi.
Heru Pambudi mengatakan cara penyelundupan yang dipakai sangat mudah untuk dibongkar, karena hanya diselundupkan dalam bagasi.
"Modus penyelundupannya sederhana sekali," jelas Heru Pambudi.
Heru Pambudi kemudian menjelaskan penemuan barang ilegal tersebut ditemukan di bagasi pesawat.
Ia menjelaskan hal tersebut di luar kewajaran, karena bagasi hanya diperuntukkan untuk pakaian dan sejenisnya.
Heru Pambudi menjelaskan apa saja temuan yang ia dapat ketika menyelidiki lebih dalam soal penyelundupan barang tersebut.
Ada beberapa hal menarik yang ditemukan oleh Heru Pambudi ketika menyelidiki kasus penyelundupan tersebut.
Dikutip TribunWow.com dari tvOne News, Jumat (5/12/2019), berikut adalah beberapa temuan yang berhasil didapat oleh Dirjen Bea dan Cukai dalam kasus penyelundupan melalui pesawat Garuda tersebut.
1. Dibongkar Menjadi Beberapa Bagian
Heru Pambudi menceritakan bagaimana Harley Davidson tersebut dibawa dengan cara dibagi-bagi dan dimasukkan ke dalam kardus atau koper yang berbeda.
"Yang bersangkutan membawa ke Indonesia dengan dipreteli atau dimutilasi," ungkap Heru Pambudi.
Berdasarkan caranya membawa motor tersebut ke Indonesia, Heru Pambudi mengatakan hal tersebut sudah tidak normal.
"Ini tentunya tidak wajar, karena ya kalau memang niatnya enggak ada sesuatu yang ia ingin sembunyikan, tentunya ngapain harus ditaruh di dalam koper-koper atau kardus-kardus tersebut," jelas Heru Pambudi
• Tak Hanya Penyelundupan Harley Davidson, Ini 8 Masalah Garuda Indonesia di Bawah Dirut Ari Askhara
2. Pelaku Tak Menyangka akan Diperiksa oleh Bea Cukai
Pelaku penyelundupan diduga tidak mengira akan diperiksa oleh Bea dan Cukai.
Heru Pambudi juga mengatakan pihak penyelundup tidak memberikan informasi terkait keberadaan barang tersebut di dalam pesawat.
"Pada saat mereka datang di Jakarta, mereka mungkin tidak menyangka bahwa Bea Cukai akan memeriksa hingga detail," kata Heru Pambudi.
"Memang mereka tidak menyerahkan pemberitahuan atas motor yang dipretelin ini, ini semakin menguatkan ada indikasi usaha untuk menyelundupkan," tambahnya.
3. Penyelundup Tidak Hobi Moge
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai, Heru Pambudi mengatakan penyelundup tidak memiliki ketertarikan kepada motor-motor besar atau moge.
"Kalau kita bandingkan dengan hasil pemeriksaan, ini akan menguatkan lagi. Begitu kita cek, yang membawa ini ternyata bukan orang yang terbiasa main moge," jelas Heru Pambudi.
"Kan seseorang kalau belum biasa main moge, enggak mungkin langsung mendadak mendatangkan dengan cara-cara seperti ini," imbuhnya.
4. Mengaku Beli dari Ebay
Heru Pambudi mengatakan orang yang menyelundupkan barang tersebut berhasil memperoleh Harley Davidson dari Ebay, sebuah situs jual beli online.
Tetapi begitu ditanyakan oleh pihak Bea dan Cukai, yang bersangkutan tidak bisa menjawab akun yang menurut pengakuan penyelundup menjadi tempatnya membeli motor tersebut.
"Pengakuannya yang bersangkutan membeli dari Ebay," kata Heru Pambudi.
"Ternyata mereka enggak punya (akun Ebay penjual Harley Davidson)," tambahnya.
5. Penyelundup Tak Miliki Cukup Kekayaan untuk Hobi Moge
Heru Pambudi menambahkan, bahwa penyelundup juga tidak memiliki ekonomi yang begitu baik sehingga mampu membeli sebuah motor dengan harga yang tidak murah.
"Dari sisi finansial, ini bukan kapasitas dia (tersangka penyelundupan) untuk main moge," ucap Heru Pambudi.
Lihat video lengkapnya di bawah ini mulai menit ke-3.21:
Erick Thohir Serius Bersihkan BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan dirinya akan mengeluarkan sejumlah Peraturan Menteri (Permen) untuk mengatur beberapa hal di BUMN.
Satu di antaranya, Erick Thohir akan mengeluarkan Permen yang mengatur transparansi kegiatan di BUMN.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube Tribunnews.com, Selasa (3/12/2019), mulanya Erick Thohir mengatakan akan mengeluarkan Permen soal anak usaha.
Permen tersebut dikeluarkan untuk mengatur pembuatan anak usaha yang didirikan oleh perusahaan induk BUMN.
Latar belakang dari keluarnya Permen tersebut adalah untuk menghindari penyelewengan anggaran dengan membangun anak usaha BUMN yang sebenarnya tidak diperlukan dan tidak bermanfaat.
Kedua, Erick Thohir akan mengeluarkan Permen soal transparansi BUMN.
Hal ini berkaca dari kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa para petinggi-petinggi BUMN.
Erick Thohir berkomitmen untuk mengeluarkan Permen yang mengatur perihal transparansi kegiatan di BUMN.
Adanya Permen tersebut, diharapkan Erick Thohir mampu memperbaiki citra BUMN di masyarakat yang banyak dipandang sebagai lahan basah untuk mencari uang.
"Lebih juga bagaimana kita menjaga transparansi yang ada di BUMN sendiri," kata Erick Thohir.
"Bahwa yang namanya tender itu harus transparan."
"Kemarin terjadi hal yang mungkin kurang baik, ketika ada kasus-kasus OTT atas direksi BUMN, ini juga memperbaiki citra yang sudah ada saat ini," imbuhnya.
Erick Thohir tidak ingin ada permsalahan sistemik, yaitu sebuah permasalahan yang terjadi karena hal-hal buruk yang melekat pada sistem itu sendiri.
"Sangat berat kalau saja kepercayaan publik tidak ada kepada BUMN, ini akan terjadi sistemik, baik nanti di asuransi, di dana pensiun atau di perbankan," jelas Erick Thohir.
"Ini hal-hal yang kita juga harus hindari," tambahnya.
• Diprotes Menteri BUMN Erick Thohir, Ini Daftar BUMN Punya Bisnis Hotel, Termasuk yang Dipimpin Ahok
Video dapat dilihat di menit 7.54:
(TribunWow.com/Anung Malik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/herupambudi1.jpg)