Terkini Nasional
Bahas soal Pancasila, Haikal Hassan Sebut Nama Abu Janda hingga Ade Armando
Juru Bicara Persatuan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan menyinggung nama Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli, hingga Ade Armando.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Persatuan Alumni (PA) 212, Haikal Hassan menyinggung nama Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli, hingga Ade Armando.
Saat menjadi bintang tamu dalam tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (3/12/2019), Haikal Hassan membahas soal pengertian syariah dan khilafah yang disalahartikan.
Menurutnya, banyak pihak yang bersuara meski tak paham betul apa itu syariah dan khilafah.
• Ungkit Jasa FPI dan Imbau Pemerintah Berterimakasih, Haikal Hassan: Mayat di Aceh Siapa yang Angkat?
• Di ILC, Irmanputra Siddin Bela Junimart Girsang yang Dituding Haikal Hassan Bangun Opini Buruk FPI
Haikal Hassan menyebut, hal itu lah yang membuat kegaduhan di masyarakat.
"Ini menjadi gaduh karena banyak yang ikut bersuara tapi enggak paham," ujar Haikal Hassan.
"Kiai Marsudi boleh saya kutip lagi gitu loh, syariah, khilafah ini jadi serem gara-gara dikatakan oleh orang-orang yang enggak paham," sambung dia.
Lantas, Haikal Hassan pun mengimbau semua pihak untuk tak menyalahartikan pengertian syariah dan khilafah.
"Jadi bukan jangan takut sama syariah, dan jangan menakut-nakuti syariah," ucap Haikal Hassan.
Pancasila Disesuaikan dengan Selera Penguasa...
Selain itu, Haikal Hassan juga menyinggung nama Pengamat Politik, Rocky Gerung.
Diketahui, Rocky Gerung memang kerap secara terang-terangan mengkritik pemerintah.
"Pak Rocky Gerung pernah menulis dalam sebuah statement-nya, saya ulangi lagi," kata Haikal Hassan.
"Khilafah, syariah itu jadi serem gara-gara yang nulis itu Mas Guntur Romli, Abu Janda, Ade Armando, itu tulisan, saya cuma mengutip," kata dia.
"Silakan dilihat di Twitter-nya masing-masing."
Lebih lanjut, ia memberikan tegurannya pada Politisi PDI Perjuangan, Juniart Girsang.
"Bukan gue yang tulis ini bung, lu lihat aja entar bung," ujar Haikal Hassan.
"Jadi teman-teman sekalian, gara-gara seorang Pak Girsang, kita menjadi gaduh seperti ini."
• Abu Janda Didesak 212 Diadili karena Dianggap Nista Agama, Aiman Menyindir: Datang ke Sini Gemetar
• Ini Balasan Haikal Hassan saat 212 Disebut Berbau Permusuhan, Ungkap Hal yang Diminta pada Jokowi
Tak hanya Juniart Girsang, Haikal Hassan pun turut menyinggung nama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
"Mestinya Pak Tito lihat dong, Pak Tito kan punya rekam jejak, coba apa yang Pak Tito katakan dulu, betapa indahnya kemesraan itu," jelas dia.
"Dan akhirnya sekarang ini, Pancasila diterjemahkan sesuai dengan selera penguasa."
Untuk memperjelas pernyataan itu, Haikal Hassan pun memberikan contoh.
Ia menyinggung kebijakan yang pernah dilakukan oleh pemerintah.
"Tahun 80 (1980-red) atas dasar pancasila, anak-anak sekolah tidak boleh berjilbab," kata Haikal Hassan.
"Saya demo pada waktu itu, tahun 80an udah didemo."
Kala itu, pemerintah disebutnya melarang waita berjilbab dengan alasan tak pancasilais.
"Jadi waktu itu apa alasannya? Tidak pancasilais," kata Haikal Hassan.
"Jadi ketika berjibab itu dianggap 'Anda tidak pancasilais, buka enggak jilbabnya?'," sambung dia.
Atas kejadian itu, Haikal Hassan pun menganggap Pancasila selalu disesuaikan dengan keinginan penguasa.
"Jadi disesuaikan dengan selera siapa pada waktu itu, penguasa pada waktu itu," ujar dia.
Simak video berikut ini menit 3.35:
Ungkit Jasa FPI
Pada acara itu, sebelumnya Haikal Hassan juga tampak emosional saat mengungkit jasa Front Pembela Islam (FPI) saat membantu pemerintah.
Haikal Hassan menyebut FPI kerap memberikan bantuan pada daerah-daerah yang terkena bencana alam.
Untuk itu, pemerintah disebutnya patut berterimakasih pada FPI.
Haikal Hassan lantas mengonfirmasi bahwa FPI telah berdiri sejak 20 tahun lalu.
"Dan Bang Karni dengan indahnya menarik ini ke ruang publik, cakep," kata Haikal Hassan.
"Sekaligus mengoreksi, FPI itu udah berdiri 20 tahun, tracking aja, kan gampang ada rekam jejaknya."
Selama 20 tahun berdiri, FPI disebutnya kerap membantu wilayah yang terkena bencana.
"Coba tracking apa yang FPI lakukan di Aceh, Lampung, Lombok, Manado, Palu, Nusa Tenggara, siapa yang pertama kali turun?," tanya Haikal Hassan.
Lantas, ia menyinggung soal bencana tsunami di Aceh 2004 silam.
Disebutnya, Petinggi FPI, Rizieq Shihab pun datang ke Aceh membantu mengevakuasi jenazah para korban.
"Tanya warga di sana, tanya, ketika gempa, ketika bencana alam, ketika kebakaran, tanya, selama empat bulan Habib Rizieq tidak pulang ke rumah waktu itu angkat ribuan mayat di Aceh," ucap dia.
"Sampai sekarang orang Aceh boleh ditanya semua, siapa yang mengangkat mayat itu semua?," imbuh dia.
Lebih lanjut, Haikal Hassan menyinggung nama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, serta Politisi PDI Perjuangan, Kapitra Ampera.
"Apa pemerintah? Tepat apa yang dikatakan oleh Pak Fadli Zon dan Pak Kapitra yang salah duduk," ucapnya bercanda.
"Mestinya di sini kali pak duduknya," sambung Haikal Hassan.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)
Baca juga:
• Berandai-andai Rizieq Shihab Tak Pimpin FPI hingga Gantikan Mahfud MD, Rocky Gerung: Bubar Enggak??
• Di ILC, Rocky Gerung Diancam Dipolisikan karena Dinilai Hina Jokowi, Lihat Reaksi Rocky
• Sebut Presiden Boleh Dikritik, Ucapan Irman Putra Sidin Buat Rocky Gerung Tertawa, Lihat Ekspresinya
• Akhirnya Terlihat Lagi di Acara ILC, Rocky Gerung Jawab Alasan Menghilang: Saya Bosan
• Di Depan Mahfud MD, Rocky Gerung Terang-terangan Sebut Pancasila Bisa Diubah, Ini Alasannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/haikal-hassan-saat-singgung-nama-guntur-romli-hingga-ade-armando.jpg)