Kasus First Travel

Debat Yenti di ILC soal Istri Harus Cek Gaji Suami, Karni Ilyas Sebut Itu Bukan Budaya Indonesia

Karni Ilyas jelaskan mengapa sulit bagi istri di Indonesia untuk aktif berperan mengecek penghasilan suami dalam rangka menghindari pencucian uang

YouTube Indonesia Lawyers Club
Karni Ilyas jelaskan mengapa sulit bagi istri di Indonesia untuk aktif berperan mengecek penghasilan suami dalam rangka menghindari pencucian uang 

TRIBUNWOW.COM - Pembawa Acara Indonesia Lawyers Club (ILC) Karni Ilyas tidak sepaham dengan argumen Pakar Pencucian Uang Yenti Garnasih soal istri harus aktif mengetahui sumber penghasilan suami.

Karni Ilyas menjelaskan hal tersebut sukar diterapkan di Indonesia yang memiliki budaya ketimuran.

Dikutip TribunWow.com dari video Youtube Indonesia Lawyers Club, Selasa (19/11/2019), awalnya Yenti Garnasih heran karena Karni Ilyas selalu tidak setuju dengan istri yang mengecek penghasilan suami.

Yenti Garnasih mengatakan istri berperan penting untuk selidiki sumber penghasilan suami agar terhindar dari pencucian uang
Yenti Garnasih mengatakan istri berperan penting untuk selidiki sumber penghasilan suami agar terhindar dari pencucian uang (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Kayaknya Pak Karni agak keberatan dengan istri (peran istri mengecek penghasilan suami," kata Yenti Garnasih.

Karni Ilyas kemudian mengklarifikasi mengapa dirinya selalu kontra dengan argumen Yenti Garnasih, ia mengatakan hal tersebut akan sukar telaksana di Indonesia yang memiliki budaya ketimuran, berbeda dengan negara-negara barat.

"Enggak, saya khawatir aja artinya seorang istri harus menelusuri suami rejekinya dari mana ini," kata Karni Ilyas.

"Artinya dengan culture (budaya) kita, saya enggak tahu di barat sana gimana," tambahnya.

Kemudian Karni Ilyas memberi contoh apa yang terjadi ketika ada istri yang tinggal di Indonesia dan hidup dengan budaya ketimuran mempertanyakan penghasilan suami.

Karni Ilyas mengatakan di budaya Indonesia, gaji suami adalah mutlak hak suami dan istri tidak memiliki hak untuk menanyakannya.

"Kalau culture (budaya) kita minta aja belum karuan dikasih suami, dikasih pakai nanya," kata Karni Ilyas.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved