Terkini Daerah
Sosok Anggota DPRD Badung yang Diduga Jarang Ngantor, Disebut Lebih Sering Kunjungan ke Luar Daerah
Ini sosok Ni Putu Yunita Oktarini, anggota DPRD yang dianggap sering tak hadir dalam kegiatan di Kantor DPRD menjadi sorotan BK DPRD Badung.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Ni Putu Yunita Oktarini, anggota DPRD yang dianggap sering tak hadir dalam kegiatan di Kantor DPRD menjadi sorotan Badan Kehormatan (BK) DPRD Badung.
Dikutip dari Bangka Pos, sosok Ni Putu Yunita Oktarini disebut sering tak hadir dalam rapat paripurna yang dihadiri Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta sekalipun.
Menyikapi hal itu, BK pun menggelar rapat yang dipimpin Ketua BK I Nyoman Dirga Yusa.
• Bahas Ahok, Mahfud MD Singgung Pernyataannya 2 Tahun Lalu: Pasti Belok Lagi Ini Beritanya
Hadir dalam rapat itu di antaranya Sekretaris BK I Made Sunarta berserta sejumlah anggota seperti I Gede Aryantha dan AA Ngurah Ketut Agus Nadi Putra.
Seorang anggota BK membenarkan jika anggota dewan yang jarang ngantor menjadi salah satu pembahasan dalam rapat BK tersebut.
Namun demikian, BK tidak bisa berbuat banyak lantaran dalam daftar hadir beberapa kegiatan yang bersangkutan telah dibubuhkan tandatangan.
• Gara-gara Ungkap Kelemahan Ahok hingga Bandingkan dengan Anies, Politisi PKS Debat Keras dengan PDIP
Meskipun secara fisik terlihat sangat jarang mengikuti kegiatan dewan khususnya saat rapat pansus maupun rapat kerja.
Diungkapkan oleh seorang anggota BK, sosok Ni Putu Yunita Oktarini diketahui lebih sering kunjungan ke luar daerah.
Saat Rapat Paripurna DPRD Badung, Senin (11/11/2019) lalu, Putu Yunita juga tidak hadir.
• Rizal Ramli Soroti Cara Jokowi Pilih Menteri: Ada Inkonsistensi antara Strategi dan Personalia
Saat dikonfirmasi, Putu Yunita juga membenarkan bahwa ia tak hadir dalam Sidang Paripurna.
Ia menyatakan ketidakhadirannya tersebut sudah sesuai dengan semua prosedural yang diikuti, atau sesuai dengan aturan.
Sudah diberikan Peringatan
Ketua BK I Nyoman Dirga Yusa saat ditemui di ruangannya membenarkan pihaknya melakukan rapat BK terkait dengan kedisiplinan anggota.
Namun Bendahara DPC PDIP Badung itu tak mau menyebut nama yang dibahas.
Sekretaris BK Made Sumerta yang dikonfirmasi juga tak menyebutkan siapa nama anggota dewan yang dibahas dalam rapat.
Saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan ketua fraksi PDI Perjuangan.
BK saat ini tidak bisa mengambil tindakan apapun.
• Bibirnya Bengkak dan Merah, Barbie Kumalasari Tetap Percaya Diri Tampil: Saya Kan Artis Paling Jujur
Mereka hanya bisa mengambil tindakan jika yang bersangkutan terbukti bersalah.
Seperti misalnya jika tersangkut masalah narkoba atau tidak pidana lainnya.
“Jika tertangkap tangan membawa narkoba dan tindak pidana yang sudah memiliki keputusan tetap baru kami bisa proses.
Kalau ini kan tidak, dalam daftar hadir selalu terisi.
Mungkin ada tugas dinas keluar,” kata Sumerta yang notabene adalah Bendahara Fraksi PDIP.
Sebagai wakil rakyat, Sumerta menyatakan anggota dewan wajib hadir Rapat Paripurna.
“Kalau paripurna OPD-OPD semua di sini, bupati juga di sini. Itu (rapat paripurna) wajib hadir, kecuali tugas khusus,” tuturnya.
Secara terpisah Ketua Fraksi PDIP I Gusti Anom Gumanti mengaku pihaknya sudah memberikan warning (peringatan) kepada anggota fraksi untuk menjadi contoh dalam hal kedisiplinan.
Namun warning ini tak hanya tertuju untuk satu orang, melainkan secara keseluruhan.
“Fraksi PDI Perjuangan itu kan jumlahnya mendominasi, saya minta menjadi contoh atau teladan.
Kita tidak menyebut satu atau dua orang, karena itu ranahnya ada di BK,” kata Anom Gumanti.
Masalah kehadiran anggota fraksinya saat rapat atau ngantor, Anom Gumanti mengatakan belum mendapat teguran tertulis dari BK.
“Jika ada yang malas, silakan BK mengambil tindakan karena itu kan tugas BK,” tandasnya.
Putu Yunita ketika dikonfirmasi mengakui dirinya memang tidak hadir dalam Sidang Paripurna.
Ia menyatakan ketidakhadirannya tersebut sudah sesuai dengan semua prosedural yang diikuti, atau sesuai dengan aturan.
"Saya absen sudah seizin pimpinan fraksi dan sudah sesuai dengan (tata tertib),” katanya, kemarin.
Ia menyadari tidak semua sidang yang bisa diikuti, pasalnya ada beberapa kesibukan termasuk tugas sebagai wakil rakyat.
"Tapi saya tahu mana kegiatan yang penting yang harus saya hadiri.
Namun, meski saya tidak hadir minimal ketua fraksi dan ketua DPRD pasti saya beritahu," ungkapnya.
Perempuan cantik peraih gelar Runner up Putri Indonesia 2006 ini juga menyadari dalam talam tata tertib, tiga kali berturut turut tanpa izin tidak diperbolehkan.
Namun selama ini dia sudah meminta izin.
"Saya pegang betul tatib itu seperti apa.
Seperti sekolah kalau alfa tiga kali baru tidak boleh," katanya.
Meski dalam pansus pihaknya tidak ikut, namun ia mengaku tetap membacanya, sehingga tahu apa yang dibahas dalam rapat pansus.
"Bukannya kita ngumpul-ngumpul datang, ngobrol tidak jelas. Bisa dilihat saya terpilih tiga kali.
Artinya kan masyarakat tetap mencintai kita, karena bos kan masyarakat kita," bebernya.
Di sisi lain, ia juga punya usaha di Jakarta yang membuat dirinya harus bolak balik-balik Bali-Jakarta.
" Terlepas itu saya kan punya usaha juga di Jakarta. Jadi itu juga harus saya selesaikan, namun tetap jika tidak bisa hadir, saya pasti minta izin," pungkasnya.
(Tribun-Video.com/Nila)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Video.com dan Bangkapos.com dengan judul Sosok Anggota Dewan 'Cantik' Diduga Jarang Masuk Kantor & Diperingati BK: Kalau Kunjungan Luar Rajin dan Inilah Sosok Anggota Dewan Cantik yang Disebut Jarang Masuk Kantor hingga Diperingatkan BK & Fraksi