Ledakan Bom di Polrestabes Medan
Ledakan Bom Bunuh Diri Terjadi Polrestabes Medan, Ini Kata Pengamat Terorisme
Pengamat terorisme, Tayyip Malik memberikan analisisnya soal kejadian ledakan bom di Polrestabes Medan Jalan HM Said, Medan, Sumatra Utara.
Editor: Rekarinta Vintoko
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra
TRIBUNWOW.COM - Pengamat Radikalisme dan Terorisme dari Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), Tayyip Malik memberikan analisisnya soal kejadian ledakan bom di Polrestabes Medan Jalan HM Said, Medan, Sumatra Utara, Rabu (13/11/2019).
Tayyip Malik memprediksi pelaku pengeboman termasuk dalam jaringan kelompok Syawaluddin Pakpahan.
"Ada kelompok yang 2015 sudah mulai muncul di Medan, Kelompok Syawaluddin Pakpahan, dia pernah pergi ke Suriah dan mencoba melakukan aksi di Mapolda Sumut 2017," ujar Tayyip kepada TribunSolo.com, Rabu (13/11/2019).
• Kata Warga soal Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Berjualan Bakso hingga Ojek Online
Tayyip menuturkan masih terlalu dini untuk mengungkap pelaku termasuk ke dalam jaringan teroris mana.
"Ini apakah kelompok yang sama atau ndak, belum ketemu, dari sisi jaringan bisa jadi rentetan dari Kelompok Abu Rara itu," tutur Tayyip.
"Terlalu dini belum bisa mastiin, karena belum ada nama," imbuhnya.
Tayyip menyarankan, pihak kepolisian melakukan antisipasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Antisipasi di konteks ini karena mau menjelang akhir tahun dan Natal, itu harus diantisipasi," ucap Tayyip.
• 6 Orang Terluka akibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Masyarakat Umum juga Jadi Korban
Tayyip memprediksi, polisi masih menjadi target serangan teror dan bisa menjadi 'ancaman baru' bagi para pejabat negara.
Apalagi, beberapa waktu lalu terjadi peristiwa penusukan kepada mantan Menkopolhukam, Wiranto.
"Targetnya ndak berubah, target kepolisian, dengan peristiwa pak Wiranto itu bisa jadi ancaman baru bagu negara dalam hal ini pejabat-pejabat negara," tutur Tayyip.
• Beberapa Akses Masuk di Polrestabes Bandung Ditutup setelah Ledakan Bom di Polrestabes Medan
Tayyip menjelaskan polisi menjadi target teror bukan tanpa alasan.
Menurutnya, rangkaian teror yang dilancarkan kepada personel kepolisian sebagai bentuk upaya balas dendam.
"Bentuk upaya balas dendam, selama ini polisi yang nangkapi, mereka nyari Densus, Densus ndak ketemu, siapa aja polisi," jelas Tayyip.
"Selama ini, (polisi) di depan melakukan penangkapan," tandasnya. (*)