Kabinet Jokowi
Demokrat Ungkit Kembali Status Prabowo Subianto yang Sebelumnya Jadi Capres: Sebenarnya Serasa Mimpi
Anggota DPR fraksi Demokrat, Syarief Hasan sempat mengungkit status Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang sebelumnya menjadi Calon Presiden.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR fraksi Demokrat, Syarief Hasan sempat mengungkit status Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang sebelumnya menjadi Calon Presiden (Capres).
Hal itu diungkapkan Syarief Hasan setelah mendengar pidato visi misi Prabowo Subianto dalam Rapat Perdana dengan Komisi I DPR pada Senin, (11/11/2019).
Sebelum membahas visi misi Prabowo Subianto, Syarief Hasan mengungkap selamat atas terpilihnya Prabowo Subianto dan Wahyu Sakti Trenggono sebagai wakilnya.
• Terkait Anggaran, Prabowo Subianto Kaget Lantaran Hal Ini: Saya Tak akan Mau Bicara terlalu Terbuka
"Pertama-tama fraksi Demokrat mengucapkan selamat pada Pak Prabowo diangkat sebagai Menteri Pertahanan dan Pak Trenggono sebagai wakil Menteri Pertahanan," kata Syarif Hasan.
"Harapan kita yaitu insyaAllah pertahanan kita akan semakin baik, postur TNI kita juga akan semakin disegani," imbuhnya.
Namun, Syarief Hasan menganggap kehadiran Prabowo Subianto ke DPR sebagai Menteri Pertahanan seperti mimpi.
Pasalnya, sebagaimana diketahui Prabowo Subianto merupakan rival dalam Pemilihan Presiden 2014 dan 2019.
Sedangkan, Demokrat termasuk partai yang mendukung Prabowo Subianto.
"Dan sebenarnya serasa mimpi Pak Menhan karena harapan kami dari Demokrat tentunya akan selalu menghadap ke Prabowo seperti selama ini."
"Tapi ternyata Tuhan yang menentukan segala-galanya, Pak Prabowo hari ini datang ke Komisi I ya, dan inilah hidup," ujar Syarief Hasan.
"Sekali lagi fraksi Demokrat mengucapkan selamat," tandasnya.
Selain itu, Syarief Hasan juga mengungkapkan sanjungannya terkait pidato visi misi Prabowo Subianto.
"Nah yang kedua kami juga memberikan apresiasi atas pemaparan saudara Menhan karena secara eksplisit kita sedang melakukan identifikasi masalah," ujar politisi 70 tahun ini.
Lantas, Syarief Hasan mengungkit Prabowo Subianto yang sebelumnya menjadi Capres.
Meski sebelumnya menjadi Capres lawan Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun Prabowo Subianto dinilai rendah hati karena mengakui kekurangan.
"Jadi saudara Prabowo ini kan spesialis calon Presiden dan Wakil Presiden tapi masih mau dengan rendah hati, tapi kami sedang mengidentifikasi masalah tentunya kami memberikan apresiasi yang tinggi atas statement itu," puji Syarief Hasan.
• Anggota DPR Fraksi PDIP Puji Prabowo Subianto karena Hal Ini, Minta Peserta Rapat Beri Tepuk Tangan
Lihat videonya mulai menit ke 1:09:18
Selain Syarief Hasan, pujian juga datang dari Anggota DPR fraksi PDIP, T.B. Hasanuddin.
TB Hasanuddin memuji langkah Prabowo Subianto yang menilai bahwa pertahanan tak kalah pentingnya dengan membangun infrastruktur.
"Saya menyatakan rasa hormat yang setinggi-tingginya ketika Pak Menhan mengatakan sia-sia kita membangun negeri ini kalau kita tidak bisa mempertahannkannya," ucap Hasanuddin seperti dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV.
Bahkan saking kagum dengan Prabowo Subianto, Hasanudin sampai meminta anggota DPR yang lain untuk memberikan apresiasi pada Prabowo Subianto.
"Itu patriot sejati menurut saya, boleh tepuk tangan dong," ujar Hasanudin.
Menurutnya, visi-misi Prabowo Subianto juga sudah sesuai Undang-Undang Dasar 1945.
"Kemudian doktrin yang bapak sampaikan, doktrin pertahanan rakyat semesta menurut hemat kami juga sudah sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945," ujarnya.
Terkait masalah anggaran yang sempat diperdebatkan mau dibicarakan di depan publik atau tidak, Hassanudin setuju dengan Prabowo Subianto yang lebih memilih membicarakannya secara tertutup.
"Soal proyeksi anggaran karena ini rahasia, barangkali kita diskusikan jadi untuk 2019 sampai 2024 itu sekian kita baca dan itu tertutup saja," katanya.
• Soal Anggaran, Prabowo Subianto: Kalau Saya Ditekan untuk Terbuka, Tak akan Saya Lakukan, Maaf
Kakak dari Jaksa Agung ST Burhanuddin ini lantas merasa bahwa wajar Kementerian Pertahanan mendapat anggaran cukup besar.
Pasalnya, Pertahanan merupapkan hal penting dalam berdirinya negara.
"Tapi izinkan saya menyampaikan dulu sebuah sekedar informasi saja bahwa anggaran di dalam pertahanan itu selalu sama, berbasis kinerja."
"Tapi kalau dalam pertahanan, berbasis ancaman, atau biasa dengan hakikat ancaman," ujar Hasanuddin.
• Anggota DPR PDIP Paksa Prabowo Subianto Blak-blakan soal Anggaran, Adian Napitupulu Turun Tangan
Menurutnya, jika ancaman besar maka seharusnya anggaran juga makin besar.
"Hakikat ancamanya besar, kemudian duitnya sedikit mau bisa apa maka dibuatlah namanya standar penangkalannya minimum."
"Sehingga lahirlah kita ketahui minimum essensial cost, harusnya maximum essential cost kan begitu."
"Tapi dengan bahasa yang rada-rada rendah ya sudah maximum minimun essential cost, artinya begini ancaman besar kalau kita duitnya sedikit la itu kemudian standar penangkalannya kecil," papar dia.
Hasanuddin melanjutkan, demi keselamatan Indonesia, ia menilai seharusnya tidak boleh lagi terlalu perhitungan dalam masalah anggaran.
"Tapi kalau duitnya gede, standar penangkalannya juga besar," katanya.
"Nah sehingga kita tidak perlu ragu mengakui ancaman besar, duitnya kecil, standar penangkalnya kecil."
"Tapi juga demi keselamatan negara dan bangsa, harus mengatakan ancaman besar kami ingin standar penangkalannya besar butuh duit yang gede."
"Dan yang namanya tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut hemat saya tidak boleh lagi kita bicara berapa, piro, sabaraha apapun harus kita ambil," ujar Hasanudin panjang lebar. (TribunWow.com/Mariah Gipty)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prabowo-rapat-komis.jpg)