Breaking News:

Kabar Tokoh

Prabowo Minta Kadernya Aktif Kritisi Pemerintah, Anggota DPRD DKI F-Gerindra: Termasuk Pak Anies

Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra sebut Prabowo perintah seluruh anggota dewan dari Gerindra untuk aktif kritisi pemerintah, termasuk Anies Baswedan

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
(Tribunnews/Dany Permana) dan (KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) dan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan). Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra sebut Prabowo perintah seluruh anggota dewan dari Gerindra untuk aktif kritisi pemerintah, termasuk Anies Baswedan 

TRIBUNWOW.COM - Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra Syarif mengatakan dirinya mendapat pesan dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk aktif mengkritisi pemerintah.

Pesan tersebut berlaku untuk semua aparatur pemerintah termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube tvOneNews, Kamis (7/11/2019), mulanya Syarif menjelaskan pembekalan tersebut diperoleh oleh semua caleg-caleg terpilih.

Syarif menjelaskan pembekalan tersebut disampaikan kepada anggota-anggota DPRD dan DKI yang telah dilantik untuk mengemban amanat sebagai anggota dewan.

"Berawal dari pembekalan caleg-caleg terpilih anggota-anggota terlantik, Anggota DPRD, DPR RI terlantik," kata Syarif.

Syarif menjelaskan Prabowo berpesan bagi para anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra untuk terus memihak rakyat.

"Pesan Prabowo disampaikan, saudara terpilih dari rakyat jangan lupakan rakyat, terus bantu rakyat," kata Syarif mengutip perkataan Prabowo yang kini menjadi Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju.

Prabowo berpesan agar para kader Gerindra selalu berdiri di depan mengkritik pemerintah.

"Selalu berdiri di depan, jangan diam, kritis," kata Syarif.

Syarif mengatakan pesan Prabowo berlaku untuk seluruh daerah, tidak hanya di Jakarta.

"Itu pesan buat seluruh daerah," ujar Syarif.

Kemudian setelah ditanyakan apakah kritik tersebut juga berlaku untuk Anies Baswedan, Syarif membenarkan hal tersebut.

"Saya ditanya, termasuk Pak Anies? Ya iya, kan Pak Anies pemerintah," terangnya.

Syarif mengatakan sebagai kader Gerindra tidak boleh pasif.

"Jadi kita tidak boleh diam, untuk selalu mengkritisi," kata Syarif.

Politisi PSI Diskakmat Najwa Shihab saat Kritik TGUPP di Era Anies Baswedan, Penonton Bersorak

Syarif mengaku dia dan rekan-rekan anggota dewan dari Fraksi Gerindra sudah meminta Anies Baswedan untuk mempercepat penyelesaian program kerja miliknya.

"Kita minta kepada Pak Gubernur untuk mlakukan percepatan, program-program yang dibutuhkan masyarakat," kata dia.

Kemudian Syarif memaparkan program Anies Baswedan.

"DP 0 rupiah, pembangunan rusunawa, penanganan banjir, penanganan lalu lintas," paparnya.

Ia mengatakan program-program tersebut dikeluhkan oleh masyarakat Jakarta.

"Itu kan dikeluhkan oleh masyarakat," terangnya.

Video dapat dilihat menit 1.50

Tanggapan Pengamat Politik

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube tvOneNews, Kamis (7/11/2019), Pengamat Politik Muhammad Tri Andika mengatakan Anies Baswedan merupakan satu diantara beberapa kandidat yang cukup potensial untuk maju menjadi presiden di 2024.

Andika mengatakan pernyataan Prabowo diduga lantaran dirinya merasa tidak aman dengan kehadiran Anies Baswedan yang saat ini nampak sedang mendekati Nasdem.

"Pernyataan Pak Prabowo juga bentuk ketidaknyamanan dari manuver politik Pak Anies Baswedan, yang kerap aktif menjalin hubungan politik dengan Nasdem," kata dia.

Kisruh APBD DKI, Politisi PSI Tanggapi Beda Anies Baswedan dan Ahok: Kalau Duit, Langsung Tutup

Menurutnya, Prabowo yang diduga akan maju kembali, menganggap Anies Baswedan adalah ancaman untuk menjadi presiden di 2024.

"Ini tentu tidak membuat Pak Prabowo nyaman, yang konon katanya masih ada agenda untuk maju kembali," katanya.

Ia kemudian juga membahas soal Sandiaga Uno yang sudah kembali ke Gerindra dan memiliki agenda untuk maju kembali.

"Dan Pak Sandiaga Uno yang sudah kembali ke Gerindra juga memiliki agenda yang sama," jelasnya.

Andika juga membahas kosongnya kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Langkah Anies Baswedan yang tidak mengisi kekosongan tersebut, memberi kesan seolah-olah Anies Baswedan tidak ingin ada saingan di Jakarta.

Kekosongan tersebut juga karena ia menduga Anies Baswedan tidak bisa diterima di partai manapun.

"Berikutnya tidak terlepas dari faktor kursi Wagub yang saat ini masih belum terisi," jelasnya.

"Saya melihat ini adalah suatu tanda, manuver politik dari Pak Anies Baswedan yang kurang bisa diterima dari partai manapun, termasuk Partai Gerindra," tambahnya.

"Kenapa hingga saat ini, tidak ada Wagub yang mendampingi Pak Anies Baswedan," imbuhnya.

"Seakan-akan Pak Anies Baswedan ini ingin bermain sendiri di DKI Jakarta," lanjutnya.

Terakhir Andika mengatakan alasan kosongnya kursi Wagub juga tidak terlepas dari pilpres 2024.

"Dan yang berikutny tidak terlepas dari agenda 2024, pilpres 2024," tuturnya.

Video dapat dilihat mulai menit 3.38

Astana Giribangun Jelaskan Wangsit Prabowo-Puan 2024

Dikutip TribunWow.com dari Tribunsolo.com, Kamis (7/11/2019), penanggung jawab Juru Kunci Astana Giribangun, Sukirno mengaku terkejut seusai mengetahui ada wangsit terkait Presiden Soeharto yang menyebut Prabowo Subianto-Puan Maharani dalam Pilpres 2024.

Astana Giribangun merupakan kompleks makam Soeharto di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar.

"Saya terkejut juga ada (informasi) itu," aku Sukirno kepada TribunSolo.com, Kamis (7/11/2019).

Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani
Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani (Instagram @puanmaharaniri)

"Tempat baik kayak begini, digini-ginikan," tambahnya.

Sukirno masih mengkonfirmasi oknum yang mengatasnamakan Astana Giribangun.

Ia mengatakan akan menyelidiki terlebih dahulu soal keterlibatan anggotanya yang mengatakan menerima wangsit di makam Soeharto.

"Akan kami selidiki dulu, saya saja sangat berhati-hati (soal) hal-hal demikian," kata Sukirno.

"Belum pernah ada anggota saya yang nyeleneh, belum ada, nggak ada," Imbuhnya.

Sukirno menekankan, pihak Astana Giribangun secara resmu tidak mengatakan hal semacam itu.

Apalagi memprediksi siapa yang akan jadi presiden wakil presiden pada 2024.

"Maaf, saya sama sekali tidak mengetahui hal itu dan lagi pula kami tidak mengatakannya," tandasnya.

Beri Pesan untuk Anies Baswedan, Politisi PDIP Ini Singgung Keterbukaan: Rakyat Berhak Tahu, Pak

(TribunWow.com/Anung Malik/Adi Surya Samodra)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Prabowo SubiantoPartai GerindraAnies BaswedanKabinet Indonesia MajuDKI JakartaDPRD
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved