Paskibraka Meninggal Dunia
Misteri Penyebab Kematian Paskibraka Pembawa Baki, Dokter Kebingungan dengan Kondisi Terakhirnya
Kematian pembawa baki bendera di Buleleng masih menjadi misteri, tim dokter yang menanganinya masih mencari penyebabnya.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Dokter yang menangani paskibraka pembawa baki 2019 Desak Putu Tiara, mengaku kebingungan dengan penyebab kematian korban.
Diketahui, meninggalnya putri pasangan Gede Sugiarta dan Jro Nyoman Tri Veni itu secara mendadak dengan beragam kondisi serius kini menjadi sorotan publik.
Dilansir TribunWow.com dari Tribun Bali, Kamis (7/11/2019), Desak Tiara meninggal dengan kondisi paru-paru dan jantung rusak, serta lambung bocor, padahal ia dibawa ke RS hanya karena mengeluh demam dan pusing.
• Misteri Meninggalnya Pembawa Baki Paskibraka Desak Tiara, Paru-paru dan Jantung Rusak, Lambung Bocor
Dokter juga sempat melakukan serangkaian pengecekan untuk mengetahui kondisi tubuh Tiara.
Pengecekan tersebut mulai dari tes HIV serta pengecekan darah dan lendir.
Hasilnya pun negatif.
Kakek Tiara, Sadnyana menuturkan dokter yang menangani Tiara pun sempat kebingunan.
"Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.
Sadnyana menyebut Tiara sempat mengeluarkan cairan hijau pekat dari hidungnya.
Cairan yang dikeluarkan dari hidung tersebut mencapai setengah botol
Menurut penuturan dokter, cairan tersebut menandakan kondisi paru-paru dan jantung Tiara sudah rusak.
Tak hanya itu,lambungnya juga mengalami kebocoran.
Darah Tiara juga sempat diambil sampelnya untuk diteliti di Universitas Udayana Denpasar.
Tiara diketahui meninggal dunia di ICU Rumah Sakit Ketha Usada Singaraja, Bali pada Rabu (6/11/2019).
Kepergiannya yang begitu cepat membuat keluarganya terpukul.
Ayahnya menuturkan, Tiara sempat mengeluhkan sakit kepala dan demam.
Keluhannya mulai dirasakan oleh Tiara sekitar seminggu yang lalu.
Senin (28/10/2019), ia sedang belajar di sekolahnya, lalu ia mengeluh tidak enak badan.
Tiara lalu meminta izin gurunya untuk pulang ke rumah dengan dijemput oleh seorang anggota keluarganya.
Awalnya keluhan itu dinilai oleh Sugiarta sebagai keluhan yang biasa saja, sehingga ia hanya mengantarkan putrinya untuk berobat di dokter praktik.
Namun, hingga Jumat (1/11/2019) suhu badan Tiara tak kunjung turun.
Keluarga Tiara pun segera membawanya ke RSUD Buleleng untuk melqakukan cek darah.
Sayangnya, setibanya di sana kondisi kamar inap sedang dalam keadaan penuh.
Tiara pun dilarikan ke RS Kertha Usada.
Sugiarta sempat menuturkan Tiara sempat bercanda saat di ambulans.
"Dari RSUD ke RS Kertha Usada itu dia naik ambulans. Masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans dia (Tiara,red) hanya duduk, jadi kami berpikir sakitnya tidak parah," katanya.
Ketika Tiara hendak dipasang peralatan medis seperti oksigen dan detak jantung, ia tiba-tiba berontak.
Kondisi tersebut membuatnya harus disunttikan obat penenang oleh pihak medis.
Selang beberapa menit, Tiara semakin drop dan tak sadarkan diri.
Seusai berjuang melawan rasa sakitnya, Tiara akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (6/11/2019) pukul 16.55 WITA.
Rencananya, jasad Tiara akan dikremasi di Setra Kelurahan Penarukan, pada Rabu (13/11/2019) mendatang.

Penyebab kematian Tiara yang misterius ini membuat keluarganya penasaran.
Mereka kemudian menanyakan hal ini ke tetua adat setempat.
"Kami juga sudah mencoba nanya ke balian, ya katanya di santet orang. Namun hal seperti itu kan tidak bisa dibuktikan," katanya.
• Kematian Janggal Pembawa Baki Paskibraka di Bali, Begini Kondisinya sebelum Dinyatakan Meninggal
Kepergian Tiara juga membuat keluarga besar SMA Negeri 3 Singaraja tempat Tiara bersekolah berduka.
Pada Kamis (7/11/2019) siang, sejumlah guru dan anggota OSIS tampak melayat ke rumah duka.
Rombongan yang dipimpin oleh Waka Kesiswaan, Putu Merta Tanaya ini disambut oleh kedua orangtua Tiara, serta kakeknya.
Pihak keluarga pun menceritakan kronologi kematian mendiang Tiara kepada para guru dan teman-teman Tiara.
Putu Merta Tanaya mengaku, saat Tiara masih dirawat di rumah sakit, pihaknya sempat datang menjenguk.
Ia menceritakan kondisi Tiara saat itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Pihak sekolah juga sempat menggelar doa bersama agar siswi XII IPS 1 itu dapat pulih seperti sedia kala.
Namun Tuhan berkehendak lain, Tiara akhirnya menghembuskan napas terakhirnya, Rabu (6/11/2019).
Putu menuturkan, dirinya mengetahui saat Tiara meminta izin untuk pulang lebih cepat.
"Saat dia izin pulang karena sakit itu saya tau. Saya juga tidak menyangka dia begitu cepat meninggalkan kami," ucapnya.
Putu kemudian menceritakan keseharian Tiara saat di sekolah.
"Tiara anaknya baik sekali. Tidak pernah punya masalah di sekolah. Tahun lalu dia juga sempat coba ikut seleksi Paskibra namun tidak lolos karena kalah di bodi. Akhirnya tahun 2019 ini dia berhasil membawa nama baik sekolah," kenang Tanaya.
Beberapa saat seusai berbincang dengan keluarga Tiara, rombongan sekolah itupun melakukan doa bersama di hadapan jenazah Tiara.
Tak lupa pihak sekolah juga memberikan dana santunan kepada keluarga mendiang.
(TribunWow.com/Fransisca Mawaski)