Paskibraka Meninggal Dunia
Desak Putu Tiara, Pembawa Baki Paskibraka yang Meninggal secara Misterius Dikenal Gigih dan Humoris
Orang-orang terdekat Tiara memberikan kesan-kesan terhadap mendiang, apa sajakah itu?
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Rekarinta Vintoko
Di sekolah, seluruh siswa beserta guru sempat menggelar doa bersama agar siswi kelas XII IPS 1 itu diberikan kesembuhan.
"Saya juga tidak menyangka dia begitu cepat meninggalkan kami," ucapnya.
• Terpukul, Ayah Kenang Momen Terakhir Bersama Paskibraka Pembawa Baki sebelum Meninggal: Saya Dipeluk
Sementara itu, Ni Kadek Putri Sila Yanti (17), rekan Tiara yang juga merupakan anggota Paskibraka Buleleng mengaku kaget atas kepergian Tiara.
Sebab menurutnya selama menjalani pelatihan Paskibraka, fisik Tiara terlihat kuat dan tidak pernah mengeluh sakit.
Ia pun mengenang kebersamaannya dengan Tiara sewaktu menjalani pelatihan sebagai anggota Paskibra.
Menurutnya, Tiara merupakan sosok pribadi yang ramah juga humoris.
Pelajar asal SMA Negeri 1 Tejakula ini mengaku sosok Tiara membuat masa-masa pelatihan menjadi indah dan penuh tawa.
"Kalau dia ketawa, suaranya keras sekali. Heboh lah orangnya."
"Dia yang membuat masa-masa pelatihan itu menjadi indah karena orangnya humoris." ujarnya.
Dilansir TribunWow.com dari Tribun Bali, Kamis (7/11/2019), Desak Tiara meninggal dengan kondisi paru-paru dan jantung rusak, serta lambung bocor, padahal ia dibawa ke RS hanya karena mengeluh demam dan pusing.
Dokter juga sempat melakukan serangkaian pengecekan untuk mengetahui kondisi tubuh Tiara.
Pengecekan tersebut mulai dari tes HIV serta pengecekan darah dan lendir.
Hasilnya pun negatif.
Kakek Tiara, Sadnyana menuturkan dokter yang menangani Tiara pun sempat kebingunan.
"Dokter juga bingung Tiara itu sakit apa dan obat apa yang harus diberikan. Jadi selama di ICU dia hanya diberikan cairan infus, cairan makanan dan oksigen," ucap Sadnyana lirih.