Breaking News:

Menkopolhukam Wiranto Diserang

Soal Wiranto, Rocky Gerung: Humas Istana Kalah dengan Kegiatan Investigasi Personal dari Netizen

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pendapatnya soal penusukan yang dialami oleh Menteri Hukum, Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Warta Kota/henry lopulalan
Pengamat politik Rocky Gerung setelah memenuhi panggilan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018). Ia berkomentar mengenai penusukan yang dialami Wiranto. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan pendapatnya soal penusukan yang dialami oleh Menteri Hukum, Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Selasa (15/10/2019).

Rocky Gerung menganggap bahwa kasus Wiranto yang disampaikan secara resmi kalah dengan yang disampaikan oleh netizen melalui media sosial.

Mulanya, Rocky Gerung diminta untuk menjawab pertanyaan soal kasus Wiranto.

Kivlan Zen Sampaikan Doa dan Kirimkan Bunga untuk Wiranto: Tanda Semua Manusia adalah Saudara

'Kasus Wiranto kelihatannya bakal anti klimaks?', tulisan pertanyaan pada kanal tersebut.

Menanggapi hal itu, menurut Rocky Gerung kasus Wiranto terlalu banyak dipandang dari sudut yang berbeda.

"Ya karena terlalu banyak sudut pandang akibatnya ini semacam skenario yang director-nya dua tiga orang tapi mau dibikin lakonnya itu satu persepsi ya gagal semua kan," kata Rocky.

"Memang itu menuju anti klimaks karena pada akhirnya pikiran publik itu tidak bisa lagi."

"Atau kecurigaan publik pada peristiwa itu tidak bisa lagi dihambat oleh humas istana yang belepotan."

Pengamat politik Rocky Gerung yang komentari penusukan Wiranto, Selasa (15/10/2019)
Pengamat politik Rocky Gerung yang komentari penusukan Wiranto, Selasa (15/10/2019) (YouTube Rocky Gerung Official)

Rocky Gerung dengan tegas menyebut humas istana belepotan atau tidak tegas karena dianggap memberikan informasi yang berubah-ubah.

Bandingkan Kasus Wiranto dan Neno Warisman, Tengku Zulkarnain Sindir BIN: Kalau Bekerja Betu-betul

"Saya sebut belepotan karena tidak satu keterangan yang masuk akal bagi publik," kata dosen Universitas Indonesia ini.

"Berubah-ubah keterangan istana."

"Situasi Wiranto kadang kala disebut sakit kadang kala disebut tidak berbahaya, kadang kala disebut dipotong 40 cm, bahkan digambarkan secara dramatis 3,5 liter darah keluar dari ususnya itu mah udah mati orang."

"Jadi cerita yang terlalu dramatis jadi terlalu benar untuk dipercaya."

Bahkan Rocky Gerung menyebut pihak istana yang memberikan informasi kalah penyampaiannya dengan akun di media sosial.

Soal Wiranto Tak Berdarah, Hermawan Sulistyo: Mahasiswa Saya Ditusuk saat Demo Bisa Lari ke RS

"Dalam pertandingan opini publik humas istana itu kalah dengan kegiatan investigasi personal dari netizen," tambahnya.

Kekalahan tersebut ditambah menurut Rocky Gerung netizen justru telah memberikan fakta.

Sementara pihak yang berwenang hanya terus menambahi apa yang telah disampaikan sebelumnya.

"Jadi daripada netizen menemukan sebetulnya faktanya apa, ya akhirnya yang terjadi istana mengeluarkan kesimpulan atau polisi bikin kesimpulan bahwa yang bersangkutan saya dengar tadi orang stres segala macam," tambah Rocky Gerung.

"Jadi batal seluruh dalil itu, nah batalnya dalil itu keterangan yang berubah-ubah itu akan membuat orang pasti akan ada keterangan baru yang mau dibikin kan supaya fit and proper dengan asumsi awal bahwa itu adalah pembunuhan politik atau rencana pembunuhan politik."

Lihat videonya menit ke 0.12:

Diberitakan sebelumnya dari Tribun Jateng, Tenaga Ahli Deputi IV KSP Ali Mochtar Ngabalin mengatakan darah yang tertampung akibat luka tusuk yang dialami Wiranto sebanyak 3 liter.

Hal itu dikatakan Ali Ngabalin saat berada di acara Apa Kabar Indonesia Pagi, Jumat (11/10/2019).

Ali Ngabalin menceritakan penjelasan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto terkait darah dan luka yang diterima oleh Wiranto.

Menurut Ali Ngabalin Wiranto menderita luka tusukan dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter.

Sebut Istri Wiranto Menangis saat Tahu Insiden Penyerangan, Kapitra Ampera: Menyedihkan

"Menurut keterangan Pak Terawan dua tusukan, kedalamanya sekitar 10 cm," kata Ali Ngabalin.

Menurut keterangan dokter, kata Ali Ngabalin, darah yang keluar dari tubuh Wiranto akibat luka tusuk itu memang tidak banyak.

"Kalau dari luar darahnya memang tidak terlalu banyak, tetapi karena dalam dinding perut itu senjata tajam menembus usus kecil, diperkirakan darah yang tertampung itu sekitar 3 liter, jadi memang ada masa yang kita khawatirkan kemarin," kata Ali Ngabalin.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Ananda Putri Octaviani
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved