Mayat Dalam Karung
5 Fakta Penemuan Mayat Wanita Hamil di Sulbar, Istri Mantan TNI hingga Dipastikan Korban Pembunuhan
Mayat wanita hamil berinisial JM (32) ditemukan di dalam sebuah karung di saluran irigasi Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Sulbar.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Mayat wanita hamil berinisial JM (32) ditemukan di dalam sebuah karung yang dibuang di saluran irigasi Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (4/10/2019).
Mayat JM pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang sedang melintas di dekat saluran irigasi tersebut.
Saat ditemukan, mayat JM sudah dalam kondisi busuk dan berulat.
• Temukan Bekas Penganiayaan di Tubuh Mayat Wanita Dalam Karung, Polisi Pastikan Korban Tewas Dibunuh
Berikut fakta terkait penemuan mayat wanita hamil dalam karung yang berhasil dirangkum TribunWow.com, Minggu (6/10/2019):
1. Istri Mantan Anggota TNI
Mayat wanita hamil berinisial JM dalam karung yang ditemukan di saluran irigasi Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat adalah istri siri anggota TNI.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (5/10/2019), sebelum penemuan mayat JM, suaminya, N yang ikut tinggal di rumah orangtua JM mengemasi barang dan kabur dari rumah mertua.
Orangtua JM, Upo menyebut N adalah anggota Kodim 1402 Polman.
N meninggalkan rumah mertuanya sejak Selasa (2/10/2019), hari yang sama saat JM awal dinyatakan menghilang.
• Fakta Baru Mayat Wanita Hamil dalam Karung, Istri Siri Anggota TNI hingga Suaminya Kini Menghilang
2. Orangtua Akui Rumah Tangga Korban Tak Harmonis
Upo, ibu dari wanita hamil berinisial JM yang ditemukan tewas membusuk di dalam karung mengatakan, korban sering cekcok dengan sang suami siri, N.
Upo menyatakan, N sering melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap korban.
Upo mengaku selama ini mengira rumah tangga anaknya dengan N baik-baik saja, meskipun ia tahu hubungan korban dan sang suami siri tak harmonis.
Ia menyatakan sangat terpukul atas kematian anaknya yang tragis itu.
"Saya tak pernah menyangka ada orang yang tega menghabisi anak saya dengan cara yang sangat menyayat hati, kejadiannya targis karena ditemukan tewas di dalam karung," kata Upo, Sabtu (5/10/2019).
• Polisi Ungkap Identitas Mayat Tanpa Kepala di Cianjur, Temukan Uang Jutaan Rupiah Dalam Celana
3. Terakhir Bertemu Korban
Upo mengungkapkan, terakhir bertemu dengan JM pada Selasa (1/10/2019) lalu.
Saat itu, ia menyebut JM masih terlihat sehat dan segar.
JM disebut Upo bahkan masih mencuci piring dan melakukan kegiatan rumah tangga lainnya.
“Dia kasihan, masih sempat mencuci piring, membersihkan rumah sebelum saya lihat terakhir kali Selasa (1/10/2019) lalu," ujar Upo.
Menurut Upo, setelah selesai melakukan pekerjaan rumah JM diajak pergi oleh N dengan menaiki sepeda motor.
Menurutnya, sehari setelahnya N juga sempat pulang ke rumah mertuanya itu untuk mengambil harta benda dan baju.
Namun, saat itu N pulang ke rumah Upo tanpa mengajak korban.
Setelah kepergian korban dan N itu, Upo mengaku tak mendapat kabar apapun tentang keberadaan anaknya.
• Sebelum Tembak Mati Istri lalu Bunuh Diri, Aiptu Pariadi Masih Sempat Ikut Penggerebekan Narkoba
4. Suami Korban Menghilang
Pihak kepolisian saat ini tengah mencari keberadaan N, suami siri korban.
N tidak diketahui keberadaannya setelah mayat JM ditemukan di dalam karung plastik di saluran irigasi Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, Jumat (4/10/2019).
N diketahui juga telah meninggalkan rumahnya di kelurahan Sidodadi, kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar, sejak Selasa (1/10/2019).
Dari penuturan seorang sumber yang tak mau disebut namanya, N rupanya merupakan anggota Kodim 1402 Polmas.
"Kami juga kesulitan mencari tahu di mana keberadaannya karena tak bisa lagi dihubungi," ungkapnya.
5. Polisi Meyakini JM Korban Pembunuhan
Tim forensik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan mayat wanita hamil berinisial JM (32) yang ditemukan sudah membusuk di dalam karung merupakan korban pembunuhan.
Hal itu disampaikan oleh dokter forensik Polda Sulsel, Denny Mathius, setelah menemukan sejumlah tanda kekerasan fisik di tubuh korban.
Denny menyatakan korban diduga dibunuh di tempat lain sebelum jasadnya dibuang di saluran irigasi Dusun Padang, Desa Segerang, Kecamatan Mapili, Kabupaten Polman, Sulawesi Selatan.
Denny menjelaskan, proses autopsi jasad JM dilakukan oleh tim forensik Polda Sulsel di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar).
Proses autopsi itu berlangsung selama 4 jam, dan dihadiri oleh keluarga korban serta anggota Polda Sulsel.
Denny menyampaikan, proses autopsi jasad wanita hamil itu belum rampung karena hasilnya akan kembali diperiksa di laboratorium forensik Polda Sulsel.
Namun, berdasarkan hasil sementara, tim forensik memastikan korban tewas dibunuh.
"Untuk sementara di tubuh korban JM itu ditemukan sejumlah tanda-tanda atau bekas penganiayaan," ujar Denny, seperti dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Minggu (6/10/2019).
"Namun hasilnya secara keseluruhan baru akan diketahui setelah melalui pemeriksaan di laboratorium forensik," lanjutnya.
(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami/Ifa Nabila)