Breaking News:

Otomotif

Kompresi Mesin Motor Bocor, Hati-hati Bisa Berdampak pada Oli dan Merembet ke Mesin

Membiarkan komporesi mesin bocor, maka akan berdampak pada oli dan akhirnya bisa merembet ke mesin.

GridOto.com
Ilustrasi mengganti oli mesin motor. 

TRIBUNWOW.COM - Perhatikan kompresi mesin tetap dalam kondisi yang baik.

Ketika komporesi mesin bocor, maka akan berdampak pada oli dan akhirnya bisa merembet ke mesin.

Dikutip TribunWow.com dari GridOto.com, Senior Advisor Technical R&D an Engineering PT Federal Karyatama, Prio Aripurwadi mengatakan kompresi yang bocor akan menyebabkan oli mesin menjadi rusak.

Bukan Hanya sebagai Pelumas, Oli Mesin Punyai Dua Fungsi Lain

kompresi bocor bisa diakibatkan dari silinder yang baret
kompresi bocor bisa diakibatkan dari silinder yang baret (Gridoto.com/Ryan)

Selain itu, daya pelumasan oli juga akan berkurang.

"Betul, kompresi mesin yang bocor karena kerusakan komponen di dalam silinder akan membuat oli mesin akan tercampur oleh gas bakar, ini yang bisa merusak oli mesin," ujar Prio Aripurwadi, Kamis (3/10/2019).

Setelah daya pelumas berkurang, maka yang akan terjadi adalah gesekan antar komponen semakin besar.

Dampaknya komponen mesin bisa cepat aus.

Oleh karena itu, disarankan untuk segera memperbaiki ketika kompresi mesin sudah bocor.

Selain itu perlu juga mengganti oli mesin jika kondisinya sudah jelek, karena memiliki peran penting untuk melindungi komponen di dalam mesin.

Jangan Parkir Motor di Bawah Terik Matahari, Panel Instrumen atau Speedometer Bisa Terdampak

Dikutip TribunWow.com dari GridOto.com, Service Advisor Yamaha Harapan Motor, Pancoran Mas, Depok, Muhamad Jaji menjelaskan beberapa permasalahan yang bisa ditimbulkan akibat jarang atau tidak pernah mengganti oli mesin.

"Komponen mesin akan lebih cepat aus, seperti kondisi piston, silinder cepat baret, bearing kruk as mudah aus dan tentunya part-part lain akan ikut kena imbasnya," terang Muhamad Jaji.

Masalah pertama yang akan muncul jika jarang mengganti oli mesin adalah suara mesin menjadi kasar dan bahkan tarikkan dari mesin tersebut menjadi turun.

"Gejala awal mesin akan timbul suara kasar dan performa mesin menjadi menurun atau tarikannya pasti loyo," ujar Jaji.

Setelah tarikan motor menjadi berat, maka dampak selanjutnya adalah borosnya konsumsi bahan bakar.

"Kinerja oli yang berkurang, maka gesekan atar komponen mesin tersebut akan makin kasar dan keras, sehingga tarikan motor menjadi loyo dan boros bahan bakar tentunya," tutup Jaji.

(TribunWow.com)

Sumber: Grid.ID
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved