Breaking News:

Siswa SD Tewas Dipenggal

Setelah Penggal Bocah SD hingga Tewas, Ini yang Sempat Dilakukan Pelaku sebelum Dihajar Massa

Siswa SD tewas mengenaskan setelah dipenggal oleh tetangganya sendiri. Ini yang sempat dilakukan pelaku sebelum akhirnya diamuk massa.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribunnews
Sadis, Pria di Kupang Penggal Kepala Bocah SD yang sedang Belajar Kelompok, Diduga Punya Gangguan Jiwa hingga Harus Diikat Warga di Gerobak 

TRIBUNWOW.COM - Siswa SD tewas mengenaskan setelah dipenggal oleh tetangganya sendiri.

RR (9) harus meregang nyawa akibat tebasan parang dari Ahmad (35).

Pembunuhan itu terjadi di pekarangan rumah Ahmad di Desa Limpasu, Kecamatan Limpasu, Kabupaten, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan.

Dikutip TribunWow.com dari Banjarmasin Post pada Kamis (20/9/2019), setelah membunuh Ahmad sempat menyembunyikan parang.

Ia menyembunyikan parang di bawah pohon bambu yang ada di belakang rumahnya.

RR meninggal setelah ditebas hingga kepalanya putus dari badannya.

Darah juga bersimbah di pekarangan rumah Ahmad.

Dari hasil olah TKP, RR ditebas saat siswa itu sedang duduk.

Pembunuhan sadis ini bermula saat korban sedang bekerja kelompok bersama temannya, KK (8) dan KH (6).

 Pria Penggal Leher Bocah Usia 10 Tahun hingga Tewas, Bungkam dan Tak Mau Makan setelah Ditangkap

Ketiganya tengah di teras rumah korban dan belajar bersama pukul 12.00 WITA.

Tiba-tiba seorang warga bernama Ahmad datang dan menghampiri dengan membawa parang.

Ahmad yang datang dalam kondisi mengamuk itu tiba-tiba melayangkan parangnya ke arah korban yang sedang dalam posisi duduk.

Sedangkan dua teman korban yang lain langsung berlarian.

KH lalu berlari dan mengadukan kepada orangtuanya.

Pelaku saat itu sempat diamuk oleh warga karena aksinya.

 Kronologi Pria di Kalsel Penggal Kepala Bocah SD saat Belajar Kelompok hingga Teman Lari Ketakutan

Hingga polisi turun tangan dan segera menangkap pelaku yang telah babak belur.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Sandi.

"Tersangka kami amankan. Karena sempat diamuk warga dan dalam keadaan babak belur," ujar Sandi.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang tanpa kumpang, baju daster penuh darah warna hijau motif kembang, satu buku tulis bernoda darah, dan satu pensil.

Ahmad diduga masih mengalami gangguan kejiwaan, sehingga, perlu penanganan ahli kejiwaan.

Apalagi, berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian didapatkan data perawatan Ahmad dari RSJ Sambang Lihum pada Januari 2018 silam, pernah dirawat selama enam bulan.

Kasat Reserse Kriminal Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Sandi menuturkan rencananya Ahmad akan diobservasi selama 15 hari sebelum diputuskan tindakan selanjutnya.

Kain penutup jenazah Rusdiana Ramadhan (10) bocah kelas 4 SD yang kepalanya dipenggal, Selasa (17/9/2019).
Kain penutup jenazah Rusdiana Ramadhan (10) bocah kelas 4 SD yang kepalanya dipenggal, Selasa (17/9/2019). (Banjarmasinpost.co.id - Intel Kodim)

Kondisi Pelaku

Keluarga Ahmad, Sutomo menuturkan jika korban merupakan cucu saudaranya.

Sedangkan Ahmad disebut mengalami gangguan kejiwaan.

Bahkan pelaku pernah membunuh saudara kandungnya menggunakan kayu ulin.

Saat itu pelaku membunuh kakaknya yang sedang tidur pulas.

Sutomo pun tak tahu persis kapan awal gangguan jiwa pada Ahmad termasuk penyebabnya.

Namun, menurutnya, gangguan jiwa ini terjadi karena faktor genetik.

 Kronologi Bocah 3 Tahun Dipenggal setelah Diperkosa 2 Pria, Aksi Pelaku Culik Korban Terekam CCTV

Bahkan sang adik Ahmad juga mengalami gangguan jiwa dan meninggal dunia karena gantung diri.

Sutomo menuturkan jika memang Ahmad tak bisa diproses hukum karena kondisinya, ia berharap bisa di lakukan pengobatan di rumah sakit jiwa.

“Warga juga menghendaki seperti itu agar Ahmad bisa ditangani dengan baik,” katanya.

“Dulu memang pernah diobati dan memang sempat membaik. Namun sekarang kumat lagi,” kata Sutomo menambahkan.

(TribunWow.com/Mariah Gipty/Roifah)

Tags:
Siswa SD Tewas DipenggalSiswa SDKalimantan SelatanKasus Pembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved