Terkini Nasional

Bambang Irianto Jadi Tersangka Mafia Migas, KPK Beberkan Alasan Kasusnya Butuh Waktu Lama

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka kasus mafia migas yakni mantan pejabat Pertamina Energy Service Bambang Irianto.

Bambang Irianto Jadi Tersangka Mafia Migas, KPK Beberkan Alasan Kasusnya Butuh Waktu Lama
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif 

TRIBUNWOW.COM - Wakil ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Laode M Syarif telah menetapkan tersangka kasus mafia migas yakni mantan pejabat Pertamina Energy Service Bambang Irianto.

Tersangka kasus migas itu diumumkan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif melalui konfrensi pers yang tayang di channel Youtube kompastv, Selasa (10/9/2019).

Laode M Syarif mengatakan bahwa Bambang Irianto merupakan Managing Director PES (Pertamina Energy Service) periode 2009-2013.

Selain itu Bambang Irianto juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Petral (Pertamina Energy Trading Ltd) sebelum dilakukan pembubaran pada 2015.

Presiden Jokowi akan Secepatnya Menentukan Sikap terkait Revisi UU KPK

Wakil Ketua KPK itu mengakui bahwa penyelidikan tersebut telah dilakukan cukup lama yakni dimulai sejak tahun 2014.

Laode M Syarif mengatakan penyelidikan memerlukan waktu lama lantaran struktur perusahaannya sengaja dibuat susah.

"Jadi memang sengaja disusahkan, yang kelihatan di luar itu adalah Petral," jelas Laode M Syarif.

"Tapi sebenaranya yang melakukan, kegiatan itu adalah PES," lanjutnya.

Laode M Syarif mengungkapkan bahwa KPK menemukan fakta perusahaan Petral yang berkedudukan di Hong Kong tidak mempunyai kegiatan kegiatan bisnis pengadaan dan penjualan yang aktif.

KPK Geledah 4 Rumah dan 1 Apartemen sebelum Tetapkan Bambang Irianto sebagai Tersangka Mafia Migas

 

Sementara itu, PES diketahui menjalankan kegiatan bisnis utama yakni pengadaan, penjualan minyak mentah dan produk kilang di Singapura untuk mendukung perusahaan induknya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Desi Intan Sari
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved