Sistem Ganjil Genap Jakarta

Polda Metro Jaya Ungkap Kelemahan Ganjil Genap setelah Diresmikan: Efek dari Kebijakan

Polda Metro Jaya mengungkap kelemahan sistem ganjil genap setelah resmi diberlakukan pada Senin (9/9/2019)

Polda Metro Jaya Ungkap Kelemahan Ganjil Genap setelah Diresmikan: Efek dari Kebijakan
(KOMPAS.com - Walda Marison)
Dishub Sosialisasi Ganjil Genap di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019) 

TRIBUNWOW.COM - Polda Metro Jaya mengungkap kelemahan sistem ganjil genap setelah resmi diberlakukan pada Senin (9/9/2019)

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengungkap adanya dampak dari aturan ganjil genap tersebut.

Nasir menjelaskan, sistem ganjil genap terlihat kelemahannya saat kendaaran bermotor memasuki jalur alternatif.

Kendaraan bermotor menghindari ruas jalur ganjil genap dan memilih jalur lainnya hingga membuat kemacetan.

Nasir menilai, meski tujuan ganjil genap yang diberlakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan, namun tetap memiliki efek dari kebijakan yang berlaku.

Mengapa Motor Tak Diberlakukan Sistem Ganjil Genap di Jakarta? Ini Penjelasan Dishub DKI Jakarta

Sebagaimana diketahui, sistem ganjil genap telah tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

"Nah itu efek balon, jadi kalau dipencet sini (ruas jalan perluasan ganjil genap), sebelah sana (di luar ruas jalan gage) yang melembung. Itu namanya efek dari kebijakan," jelas Nasir di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Nasir menambahkan, meski memiliki kelemahan, namun di ruas ganjil genap pelaksanaannya bisa mengurai kemacetan.

Aturan ganjil genap itu diberlakukan di 25 ruas jalan, yakni sembilan ruas jalan yang sebelumnya sudah diberlakukan ganjil genap dan 16 tambahan ruas jalan lain.

"Saat pelaksanaannya di ruas jalan ganjil genap itu sangat efektif," ungkap Nasir.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved