Terkini Internasional
Hamil Besar saat Ditangkap, Wanita Ini Melahirkan Sendirian di Dalam Sel Tanpa Bantuan Petugas Medis
Seorang narapidana wanita mengaku harus melahirkan sendiri di selnya tanpa perawatan medis karena ketidakpedulian petugas penjara.
Penulis: Desi Intan Sari
Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNWOW.COM - Seorang narapidana wanita mengaku harus melahirkan sendiri di selnya tanpa perawatan medis karena ketidakpedulian petugas penjara.
Dikutip TribunWow.com dari theguardian.com, Sabtu (31/8/2019), Diana Sanchez diketahui mengajukan tuntutan kepada pemerintahan Kota Devender pada Rabu (28/9/2019) atas apa yang ia alami itu.
Persoalan ini berawal dari Diana yang ditangkap pada 14 Juli 2018 saat sedang hamil delapan bulan dengan tuduhan penipuan identitas.
Diana pun ditahan sambil menunggu jadwal persidangan di Penjara yang berada di Kota Denver, Colorado, Amerika Serikat.
Di suatu pagi tepatnya pada 31 Juli 2018, Diana mengalami sakit perut hebat dan merasa akan segera melahirkan.
Diana kemudian berusaha untuk meminta bantuan kepada petugas penjara dengan berteriak.
Namun tidak ada satupun petugas penjara yang datang ke selnya.
• Bayi Lumba-lumba Berumur 9 Hari Mati saat Melakukan Pertunjukan, Penonton Diminta Keluar
Pada saat ia kembali meminta bantuan kepada petugas penjara dan memberitahukan bahwa air ketubannya sudah pecah petugas hanya memberikannya pembalut dan kain.
Petugas penjara itu bahkan hanya memberikannya melalui celah-celah sel tanpa membuka pintu.
Tak hanya itu, Diana juga harus melahirkan sendirian di dalam sel tanpa ada seorang pun yang membantunya.
Setelah ia berhasil melahirkan bayinya sendirian, seorang perawat baru masuk ke dalam sel Diana.
Kemudian Diana dan bayinya dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
Setahun kemudian Diana mengajukan kepada pemerintahan Denver lewat pengacaranya, Mari Newman.
Tidak hanya menuntut pemerintahan Denver, ia juga mengajukan tuntutan kepada Pusat Kesehatan Denver serta enam petugas penjara dan seorang perawat.
• Ketua Parlemen Selandia Baru Pimpin Rapat Sambil Gendong Bayi di Ruang Sidang

"Menggolongkan seseorang untuk sebuah perawatan medis adalah lelucon," kata Mari Newman.
"Apa yang seharusnya menjadi sebuah hari paling membahagiakan dalam hidupnya justru berubah menjadi hari yang diisi dengan teror, rasa sakit, dan penghinaan yang tidak perlu, yang terus membuatnya merasakan trauma emosional yang berkelanjutan," lanjutnya.
Guguatan yang diajukan oleh Diana berisi mengenai pejabat penjara yang kejam dan tidak memiliki rasa belas kasihan.
Saat Diana sudah mengalami pecah air ketuban petugas tidak segera mambawa Diana ke rumah sakit.
Dalam gugatan itu juga dituliskan mengenai tidak ada seorang perawat yang menghangatkan bayi ataupun membersihkan lendir dimulut bayinya itu.
Selain itu para petugas di penjara juga tidak memiliki alat untuk memotong tali pusar bayi.
Tali pusar bayi baru dipotong saat petugas pemadam kebakaran datang 15 menit kemudian.
• Video Detik-detik Wanita Diterjang Air di Sebuah Mall karena Atap yang Bocor
Sebuah video saat Diana tangah menahan sakit serta saat ia melahirkan juga telah dirilis secara legal.
Diketahui dalam video tersebut proses melahirkan berlangsung sekitar enam jam dan petugas baru membawa Diana dan bayinya ke rumah sakit 30 menit kemudian.
Padahal Diana sudah meminta tolong sebanyak delapan kali kepada petugas penjara.
Sedangkan sebuah pemeriksaan yang dilakukan setelah insiden tersebut mengatakan bahwa petugas yang tergugat sudah mengambil tindakan tepat.
Mereka sudah mengikuti peraturan dan prosedur yang sesuai menurut Departemen Kepolisian Denver.
• Viral Video Ospek Mahasiswa Jalan Jongkok dan Minum Air yang Diludahi, Rektor Angkat Bicara
Pernyataan pihak dari investigasi itu dilakukan pada November 2018.
Sedangkan tahun ini pada 2019, Departemen Kepolisian Denver mengatakan bahwa mereka telah mengubah kebijakannya untuk memastikan narapidana hamil yang berada dalam tahap persalinan segera dibawa ke rumah sakit.
(TribunWow.com/Desi Intan)
WOW TODAY