Terkini Internasional
Ibu Pukuli Putrinya Berusia 2 Tahun hingga Tewas Pakai Sepatu Hak Tinggi dan Lolos dari Penjara
Sang anak dilaporkan mengalami patah tulang di wajahnya yang hampir hancur total, karena dipukuli pakai sepatu hak tinggi.
Penulis: Laila N
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Seorang wanita bernama Labake M (31) membunuh putrinya yang berusia 2 tahun.
Aksi pembunuhan itu dilakukan di tempat penampungan pengungsi di Aachner Strasse di distrik Weiden, Cologne, Jerman pada 9 Desember 2018 lalu.
Dilansir TribunWow.com dari Mirror, Rabu (14/8/2019), sang ibu kini dikabarkan lolos dari hukuman penjara.
Hal itu setelah dokter mendiagnosisnya menderita skizofrenia.
Sementara sang anak dilaporkan mengalami patah tulang di wajahnya yang hampir hancur total, karena dipukuli pakai sepatu hak tinggi.
• Viral Video Tiga Pria Kemayu Lakukan Pelatihan Baris Berbaris, Lihat Aksinya
• Suami Asal Kediri Jual Istri yang Hamil 4 Bulan untuk Layani Seks Menyimpang Seharga Rp 2 Juta
Petugas medis mengonfirmasi bahwa sang anak meninggal dunia karena cedera kepala traumatis.
Wanita itu disebut berasal dari Nigeria, yang mencari suaka di Jerman.
Ayah korban, Chideral M mengaku kaget melihat istrinya muncul di rumah tanpa sang anak.
Ia juga mengaku kesulitan memahami apa yang dikatakan istrinya.
Ketika ditanya di mana anaknya berada, pelaku menjawab "Dia ada di sana, di mana dia berada?"
Setelah mengetahui anaknya meninggal, Chideral menanyakan hal itu kepada istrinya.
Sang istri kemudian menyebut bahwa anaknya meninggal karena kecelakaan, dan bukan kesalahannya.
• VIRAL Video Detik-detik Ustaz Meninggal saat Salat Berjemaah, Tak Bangkit setelah Sujud
Kecanduan Ganja
Labake dan Chideral diceritakan saling berpaangan di Libya pada 2015 lalu.
Mereka kemudian berpisah dari pasangannya, dan menjalin hubungan.
Labake dilaporkan memiliki seorang anak berusia 3 tahun, yang kini tinggal bersama ibu mertuanya, sementara ia membangun kehidupan baru di Eropa.
Labake dan Chideral menikah dan tak lama kemudian lahirlah Destiny putri mereka.
Namun, Chideral mengakhiri hubungan dan pindah dengan wanita lain sebagai gantinya, menurut laporan.
Di pengadilan, terungkap bahwa Labake mulai menggunakan ganja secara teratur setelah hubungan mereka berakhir, dan menjadi sangat kecanduan obat.
• Viral di Whatsapp Video Dewasa Vina Garut, Diduga Direkam di Dua Tempat Berbeda
Mengidap Masalah Kejiwaan
Setelah berpisah, Labake dilaporkan memiliki masalah dengan kejiwaannya.
Labake mengajukan permohonan suaka di Jerman tetapi ditolak, dan kemudian mengajukan banding permohonannya.
Ia mengklaim mantan suaminya telah memukulinya dan mengancam akan membunuhnya.
Teman dan keluarga mengatakan Labake sangat menyayangi putrinya, tetapi merasa sedih karena mantannya telah meninggalkannya.
Hakim Dr Joerg Michael Bern memerintahkan ibu itu diangkut ke rumah sakit jiwa, karena para ahli menganggap dia tidak bertanggung jawab atas tindakannya pada saat pembunuhan.
• Mutasi Terbaru TNI, 56 Pati Bergeser, Termasuk Suami Bella Saphira
Otoritas perlindungan pemuda setempat yang mengawasi pelaku juga mengatakan, ia tak bisa disalahkan atas serangan pada sang anak karena masalah kejiwaannya berkembang sangat cepat.
"Ini sangat sulit bagi saya. Biasanya pada akhir kasus pengadilan Anda menemukan seseorang yang bertanggung jawab. Tetapi jika Anda melihat kasus ini - Anda tidak menemukan siapa pun," ujar hakim.
"Tidak ada yang bisa melihat apa yang akan terjadi. Masalah psikologis yang berkembang pesat yang berakhir dengan bencana," kata hakim menambahkan. (TribunWow.com)
WOW TODAY: