Kongres PDIP 2019
I Nyoman Dhamantra Kena OTT KPK saat Kongres PDIP, Megawati Sudah Beri Ancaman Kadernya
Anggota DPR RI PDIP Nyoman Dhamantra terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) saat Kongres V PDIP berlangsung di Bali.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bernama Nyoman Dhamantra terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Kongres V PDIP berlangsung di Bali, Kamis (9/8/2019).
Diketahui Kongres V PDIP tengah digelar di Hotel Grand Inna Bali Beach, Kamis (8/8/2019) hingga Sabtu (10/8/2019).
Nyoman Dhamantra disebutkan oleh Juru Bicara KPK Febri Diansyah ditangkap di Bandara CGK (Soekarno Hatta) Cengkareng, yang diduga berangkat dari Bali, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (9/8/2019)
"Iya benar (Nyoman). Sudah diamankan dan telah berada di KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dibawa tim dari Bandara CGK (Soekarno Hatta)," ujar Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8/2019).
Nyoman saat itu datang di Bandara Soekarno Hatta pukul 14.30 WIB menggunakan mobil kijang Inova berwarna abu-abu.
Sedangkan Nyoman ditangkap atas dugaan suap impor bawang putih.
• Megawati Minta PDIP Dapat Jatah Menteri Terbanyak, Wasekjen: Bukankah Ini Sesuatu yang Wajar?
Komisi Nyoman disebut membidangi terkait perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, standarisasi nasional.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi mengenai transaksi terkait rencana impor bawang putih ke Indonesia.
"Setelah kami cek di lapangan, diketahui ada dugaan transaksi menggunakan sarana perbankan," ucap Agus.
Lantas pada Rabu (7/8/2019) malam pukul 21.30, penyidik KPK pun bergerak melakukan OTT.
Temasuk Nyoman, ada 11 orang yang ditangkap dalam OTT terkait suap impor bawang putih.
11 orang yang diamankan yakni pengusaha, importir hingga orang kepercayaan anggota DPR RI.
"11 orang terdiri dari unsur swasta pengusaha importir, sopir dan orang kepercayaan anggota DPR RI dan pihak lain," ujar Agus.
• Curhat Megawati di Kongres PDIP saat Prabowo Gusur Kandang Banteng: Gue Datengin Juga Nih si Bowo
Sedangkan yang dimaksud orang kepercayaan itu adalah Nyoman.
Barang bukti juga turut diamankan dalam kasus ini, yaitu bukti transaksi sebesar Rp 2 miliar dan juga uang pecahan dolar AS.
"Uang rencananya diduga diberikan untuk seorang anggota DPR RI dari komisi yang bertugas di bidang perdagangan, perindustrian, investasi, dan lain-lain," ucap Agus.
Sedangkan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Djarot Syaiful Hidayat mengatakan apabila Nyoman terbukti korupsi, maka akan langsung dipecat, dikutip dari Tribun-Bali, Kamis (8/8/2019).
"Kalau itu enggak ada suratnya langsung dipecat," kata Djarot saat ditemui di sela-sela sidang berlangsung.
Djarot mengatakan, DPP PDIP sudah mengeluarkan instruksi kepada seluruh anggota fraksi yang datang kongres untuk menyiapkan diri dan tidak boleh melakulan transaksi apapun.
Ditegaskan olehnya, bahwa PDIP adalah partai yang antikorupsi sehingga apabila ada kader yang terlibat maka akan dilakukan pemecatan dan tidak diberikan bantuan hukum.
"Partai politik itu kan alat. Alat untuk mencapai tujuan. Tujuan kita apa? Mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memerangi kebodohan," ujarnya,
"Jadi (korupsi) itu sudah menyimpang dan bukan watak PDI Perjuangan," tandasnya.

Megawati Sudah Mewanti-wanti
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menuturkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mewanti-wanti kadernya yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaannya.
Hal ini diungkapkan Megawati saat acara malam kebudayaan jelang Kongres V partai pada Rabu (7/8/2019), dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Kamis (8/8/2019).
Diketahui pidato Megawati di hadapan kader partai yang hadir di malam kebudayaan merupakan off the record.
Namun Hasto menjelaskan pada intinya Megawati tak banyak berbicara mengenai aspek politik.
Hasto menjelaskan, Megawati meminta kadernya agar memiliki pengetahuan sejarah perjuangan bangsa.
"Pendeknya menjadi teladan dalam etika dan moral ini tidak mudah. Tapi inilah yang harus dijawab oleh partai untuk benar-benar mampu hadir sebagai partai yang memberikan keteladanan dan memimpin pergerakan rakyat," katanya.
• Curhat Megawati di Kongres PDIP saat Prabowo Gusur Kandang Banteng: Gue Datengin Juga Nih si Bowo
Hasto lalu memperlihatkan surat mengenai instruksi kepada kader PDIP, berisikan kader partai di struktur, eksekutif, legislatif di seluruh Indonesia, untuk tidak melakukan dan mencegah penyalahgunaan wewenang serta kekuasaan.
Yaitu korupsi mengatasnamakan kongres V PDIP.
Di surat itu tegas dinyatakan bahwa setiap yang melanggar akan langsung dipecat.
"Surat itu dikeluarkan pada 5 Agustus," ujar Hasto.
Belajar dari Kongres 2015
Hasto menyebutkan, hal ini melihat dari kongres sebelumnya pada tahun 2015, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com Rabu (7/8/2019).
"Kami belajar pada kongres 2015 lalu dimana ada kader kami yang dipecat dengan tidak hormat. Pemecatan seketika ketika di dalam kongres ini melakukan perbuatan yang tidak terpuji," jelas Hasto.
"Kami menegaskan dana untuk kongres telah terpenuhi dengan gotong royong. Jangan mengatasnamakan kongres untuk keuntungan orang perorang. Kami melakukan pelarangan tersebut," tegas Hasto.
Dikutip TribunWow.com dari Kontan.co.id, Kamis 14 Januari 2016, kader PDIP yang pernah ditangkap saat kongres yakni Adriansyah yang saat itu menjabat Anggota Komisi VII DPR RI.
Adriansyah ditangkap di Swiss-bellhotel Sanur, Bali pada Kamis (9/4/2015). (TribunWow.com/ Roifah)
WOW TODAY: