Breaking News:

Trending Mati Lampu

Singgung Status Tersangka Dirut PLN Sofyan Basir, Arief Poyuono: Enggak Ada Duit Dia Terima

Arief Poyuono menyebut Sofyan Basir yang menjadi tersangka kasus korupsi belum menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau seperti yang dituduhkan

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Najwa Shihab
Arief Poyuono dalam acara Mata Najwa, Rabu (7/8/2019) 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Federasi Setikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono, menyatakan bahwa Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir, yang menjadi tersangka kasus korupsi belum menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau seperti yang dituduhkan. 

Dilansir TribunWow.com, Arief Poyuono membeberkan bahwa Sofyan Basir hanya menjadi korban politik.

Hal itu disampaikan Arief Poyuono saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa, Rabu (7/8/2019).

Dalam kesempatan itu, ia menyebut bahwa banyak pejabat negara atau elite politik bertemu pimpinan BUMN menawarkan sejumlah uang untuk kepentingan tertentu.

Namun, hal itu disebut Arief langsung menjadikan Sofyan Basir sebagai pelaku korupsi, meskipun mereka belum menerima uang tersebut.

Tak Andalkan PLN, Kantor YLKI Pakai Solar Panel hingga Hemat Biaya Listrik 45 Persen

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono.
Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono. (YouTube Najwa Shihab)

"Banyak tekanan politik, misalnya Pak Sofyan Basir, enggak ada duit dia terima," ucap Arief.

"Orang berjanji kan biasanya pejabat negara atau misalnya elite politik kalau bertemu direksi BUMN mau bisnis 'pak nanti bapak saya janjikan bapak uang segini', tapi itu sudah disebut korupsi," lanjutnya.

Arief juga merasa kasihan pada para direksi BUMN karena mudah dijerat kasus korupsi.

"Kan kasihan juga para direksinya BUMN," kata dia.

Arief membeberkan bahwa pejabat BUMN yang terjerat kasus korupsi itu terpengaruh oleh faktor eksternal.

"Walaupun memang di BUMN banyak terjadi korupsi karena faktor eksternalnya," ucap Arief.

Mengenai pernyataan tersebut, Najwa Shihab selaku pembawa acara langsung menanyakan maksud faktor eksternal yang disampaikan Arief.

"Eksternal itu siapa jadinya?" tanya Najwa.

Jokowi Marah Dengar Penjelasan Sripeni, Mantan Dirut PLN: Saya Merasa Laporannya Kurang Pantas

Arief menjelaskan bahwa faktor eksternal yang ia maksud meliputi elite politik serta pengusaha yang berhubungan dekat dengan kekuasaan.

"Ya ada elite politik, ada pengusaha yang dekat dengan kekuasaan, misalnya membangun pembangkit menggunakan blocker, padahal kan bisa PLN langsung aja sama China, tapi ada blocker-nya, ya itu sumber korupsinya. Karena dikorupsi akhirnya hasil pembakitnya jelek," tutur Arief.

Lihat video berikut ini menit 1.30:

Dalam tayangan tersebut, Arief Poyuono juga sempat meminta semua direksi di Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus dicopot atas pemadaman listrik di beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Tanggapan Arief Poyuono itu sontak membuat para penonton bersorak dan bertepuk tangan.

Awalnya, Arief Poyuono mengaku bingung dengan padamnya listrik dalam waktu cukup lama dengan cakupan wilayah yang luas.

Ia merasa ada yang aneh dengan pembangkit listrik yang dimiliki PLN karena rusak secara bersamaan.

"Kalau memang blackoutblackout-nya benar enggak pohon Sengon penyebabnya. Kan itu, lha masak pembangkit lima-limanya mati Suralaya. Masak di tempat yang berbeda antara Ungaran sama Pemalang rusak, lha ini apa-apaan," ucap Arief Poyuono.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

WOW TODAY:

Tags:
Sofyan BasirMata NajwaPerusahaan Listrik Negara (PLN)Arief Poyuono
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved