Terkini Daerah

Selain Yuliana, Ada 6 Wanita Lain yang Diiklan 'Siap Digilir' karena Utang Pinjaman Online

Yuliana, wanita asal Solo ternyata bukan satu-satunya korban pinjaman berbasis online (fintech) Incash yang diiklan 'siap digilir'.

Selain Yuliana, Ada 6 Wanita Lain yang Diiklan 'Siap Digilir' karena Utang Pinjaman Online
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi Fintech 

TRIBUNWOW.COM - Yuliana, wanita asal Solo ternyata bukan satu-satunya korban pinjaman berbasis online (fintech) Incash.

Fintech Incash diduga juga turut mengiklankan 6 wanita korban lain yang tak mampu melunasi utang.

Fintech Incash diduga menyebarkan iklan perempuan "siap digilir" pada wanita-wanita tersebut.

Para korban pinjaman online saat ini telah ditangani oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Soloraya berlokasi di Jalan Ir Soekarno, Dusun II, Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Perwakilan dari LBH Soloraya, Made Ridha mengatakan, korban pinjaman online Incash yang ditanganinya tersebut sebagian besar mendapat teror karena telat membayar pinjaman.

Fintech Incash ini diduga ilegal.

Untuk Bayar Pinjaman Online Rp 1 Juta, Yuliana Nekat Utang ke 3 Fintech sampai Numpuk Rp 30 Juta

Menurut dia, untuk menjerat para korbannya, fintech Incash memberikan promo pinjaman dana secara mudah dan cepat melalui pesan singkat (SMS).

Setelah korban setuju dengan pinjaman, mereka diberikan link dengan tujuan agar diunduh.

"Setelah link itu di-download ada yang diterima dan ditolak. Walaupun diterima dan ditolak tetap uang yang dipinjam itu cair," kata dia dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (26/7/2019) malam.

"Bahkan, mereka (korban) ada yang baru nyadar tidak ada pemberitahuan kalau uang itu sudah dicairkan ke rekening tiga atau empat hari waktu verifikasinya itu dinyatakan ditolak," sambungnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved