Breaking News:

Terkini Daerah

Dianiaya Dua Temannya, Remaja Disabilitas di PLAT Pontianak Tewas

Dianiaya dua temannya yang berhadapan dengan hukum, remaja disabilitas di PLAT Pontianak tewas.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Ibu Korban VMR yang bernama Aisiah (62) sedang menanti kedatangan jenazah VMR (17) di rumah duka, Sabtu (27/7/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Remaja laki-laki disabilitas berinisial VMR (17) tewas dianiaya dua temannya di Pusat Layanan Anak Tepadu (PLAT) Pontianak, Sabtu (27/7/2019) dini hari.

Dikutip TribunWow.com dari TribunPontianak.co.id, Sabtu (27/7/2019), diketahui VMR  sempat dirawat di Rumah Sakit Sultan Syarif Mohammad Alkadrie setelah dianiaya di PLAT Pontianak, Jumat (26/7/2019).

VMR kemudian dikabarkan meninggal dunia pada dini hari setelah penganiayaan itu terjadi.

Setelah dinyatakan tewas, korban disemayamkan di rumah duka yang terletak di Jalan Yam Sabran, Kecamatan Pontianak Timur.

Sopir Truk Kontainer yang Tabrak Puskesmas Mojosongo Akui Sempat Nyabu di Pelabuhan Tanjung Mas

Diketahui di antara dua penganiaya VMR adalah anak yang sedang berhadapan dengan hukum (ABH).

Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat Alik R Rosyad prihatin atas tewasnya VMR oleh ABH.

"Anak yang sudah berhadapan dengan hukum akhirnya malah berhadapan dengan hukum kembali, tentu ini menyedihkan buat kita, memprihatinkan," ujarnya.

Terkait pelaku yang masih di bawah umur, maka pihak KPPAD akan melakukan pendampingan hukum terhadapnya.

Sementara itu, keluarga remaja disabilitas tersebut sangat terpukul atas kepergian VMR.

Ibu korban yang bernama Aisiah (62) tak henti meneteskan air mata.

Tewas saat Sedang Tugas, Bripka Rahmat yang Ditembak Rekannya di Depok akan Dapat Kenaikan Jabatan

Aisiah tak sanggup mengucap apapun dan hanya terduduk dengan air mata yang terus mengalir.

Anggota keluarga lainnya juga tak menyangka bahwa VMR telah pergi untuk selamanya.

Kakak korban, Emilia tak menyangka bahwa adiknya meninggal dunia akibat dianiaya.

Emilia menyebut bahwa sang adik memiliki keterbatasan fisik di mana tangan kanan dan kaki kanan tak dapat digerakkan normal.

Emilia tak habis pikir bagaimana bisa adiknya dengan kondisi demikian dianiaya hingga tewas.

(TribunWow.com/Ifa Nabila)

WOW TODAY 

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved