Terkini Daerah
TERUNGKAP Alasan Puluhan Domba di Sumedang Mati Secara Misterius dan Sempat Dianggap Mistis
Puluhan hewan ternak domba yang mati secara misterius di Desa Gunturmekar dan Desa Banyuasih, Sumedang, Jawa Barat akhirnya bisa terungkap.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Puluhan hewan ternak domba yang mati secara misterius di Desa Gunturmekar dan Desa Banyuasih, Sumedang, Jawa Barat akhirnya bisa terungkap.
Kepala Desa Banyuasih di Sumedang, Dadang menjelaskan, dalam satu bulan terakhir, warga diresahkan dengan puluhan kematian domba karena matinya dianggap secara misterius dan mistis.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, sebelumnya warga mengira jika domba yang mati secara misterius miliknya mati akibat serangan anjing hutan liar.
• Diberi Obat Tertentu hingga Tak Sadarkan Diri, Siswi SMP di Sumedang Diperkosa Lima Orang Sekaligus
Rumor yang beredar menyebut bahwa puluhan domba tersebut mati akibat ulah dari makhluk halus.
Untuk menyikapi keresahan warga, Dadang akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Jawa Barat dan dokter hewan pada Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang.
"Karena akhir-akhir ini banyak domba yang mati dan warga kami resah terkait penyebabnya, kami (desa) berinisiatif melaporkan hal ini ke pihak terkait (BKSDA dan dinas)," kata Dadang, Kamis (18/7/2019) siang.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diungkapkan bahwa puluhan domba itu mati akibat adanya serangan macan kumbang.
Dikatakan, puluhan domba mati akibat dari gigitan macan kumbang yang masuk ke wilayah perkampungan.
"Pernyataan itu tertuang dalam Berita Acara Kematian Ternak Nomor 524.3/021/VII/UPTD2019, ditanda tangani langsung oleh drh Mursjid Abdollah. Surat itu sudah kami terima hari kemarin (Rabu)," kata Dadang.
"Diperkirakan macan kumbang yang habitatnya dari Gunung Tampomas turun ke wilayah permukiman warga. Penyebab turunnya macan kumbang ini dimungkinkan karena kehabisan makanan di habitatnya, sehingga turun gunung," sambungnya.
• Niat Bermain Layangan, Bocah 7 Tahun di Sumedang Ditemukan Tak Bernyawa di Sumur
Selain itu, dikutip dari TribunJabar.id, Kepala Klinik Kesehatan Hewan, drh Mursjid Abdollah sebagai pemeriksa bekas luka di badan domba turut memberikan penjelasan.
Mursjid membenarkan bahwa kawasan hutan di wilayah Sumedang memang masih terdapat macan kumbang.
Dijelaskannya, macan kumbang memasuki ke perkampungan tidak untuk memangsa domba.
Melainkan hanya menyerang dan menggigit bagian leher domba yang kemudian hanya ditinggalkan begitu saja.
“Macan kumbang ini turun ke perkampungan bukan untuk mencari makanan tapi hanya memangsa dan menggigit leher domba dan meninggalkannya," jelas Mursjid.
"Macan menyergap leher itu supaya domba cepat mati dan dibekas gigitan tadi lukanya dalam dan darah membeku,” sambungnya.
(TribunWow.com)
WOW TODAY