Kabar Duka
Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia karena Kanker Prostat
Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada Jumat (19/7/2019) petang karena sakit kanker prostat.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada Jumat (19/7/2019) petang karena sakit kanker prostat.
Dikutip dari Kompas.com, kabar Arswendo Atmowiloto meninggal dunia dibenarkan oleh Wakil Pemimpin Redaksi Kompas yang juga tetangga dekatnya, Tri Agung Kristanto.
Dijelaskan Tri, bahwa Arswendo Atmowiloto meninggal dunia di rumahnya karena sakit yang dideritanya selama ini.
"Betul (meninggal dunia), pukul 17.55 WIB anaknya, Soni Wibisono menyampaikan bahwa papa sudah enggak ada," kata Tri, Jumat (19/7/2019) sore.
Sementara itu, kabar Arswendo Atmowiloto meninggal dunia juga diterima TribunWow.com melalui pesan singkat.
“Berita duka: telah meninggal dunia dengan tenang pak Arswendo Atmowiloto hari Jumat, 19 Juli 2019 pukul 17.50 di rumah kompleks kompas jalan damai, pesanggrahan, jakarta. Kabar pemakaman dll menyusul,” bunyi dalam pesan singkat.
• Sastrawan Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun
Diberitakan sebelumnya, Arswendo Atmowiloto dirawat karena mengalami penurunan kesehatan akibat penyakit kanker prostat yang dideritanya.
Arswendo Atmowilotodi rawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.
Arswendo Atmowiloto merupakan penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar seperti Hai dan Kompas yang lahir pada 26 November 1948.
Ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.
Satu di antara karyanya yang lendegaris dan baru-baru ini difilmkan adalah Keluarga Cemara.
Idap Kanker Prostat
Sebelumnya, dikabarkan sekitar satu bulan lalu bahwa, kondisi kesehatan Arswendo Atmowiloto, penulis cerita terkenal Keluarga Cemara dikabarkan menurun karena kanker prostat yang dideritanya.Menurunnya kondisi kesehatan Arswendo Atmowiloto dikabarkan Rudolf Puspa.
Rudolf Puspa mengunggah cuitan soal kondisi terkini Arswendo Atmowiloto Senin siang kemarin (24/6/2019).
Menurut Rudolf Puspa, kondisi kesehatan Arswendo Atmowiloto tengah memburuk.
Rupanya, 2 bulan terakhir ini Arswendo Atmowiloto menderita penyakit kanker prostat.
Arswendo Atmowiloto bahkan dikatakan sudah menjalani dua kali operasi.
"Arswendo 2 bulan ini terkena kanker prostat.
"Sudah 2 kali dioperasi," tulis Rudolf Puspa sebagaimana Grid.ID kutip dari akun Twitter miliknya pada Senin (25/6/2019).
Pada Senin pagi, Rudolf Puspa menuliskan bahwa kondisi wartawan senior Hai dan Kompas ini memburuk.
Arswendo Atmowiloto pun dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
"Kondisinya tadi pagi drop, dibawa dengan ambulans ke RS Pertamina.
• Sebelum Meninggal, Arswendo Sudah Sering Keluar Masuk Rumah Sakit
"Mohon doa ya," lanjut Rudolf Puspa.
Sementara itu, sebelumnya akun Twitter penulis skenario Harry Tjahjono rupanya sempat mengunggah kondisi Arswendo Atmowiloto pada 15 Juni 2019 kemarin.
Dalam postingan akun @harrytjajono tersebut, terlihat Harry Tjahjono tengah menjenguk Arswendo Atmowiloto bersama aktor senior Slamet Rajadrjo dan politikus sekaligus budayawan, Eros Djarot.
Arswendo Atmowiloto tampak terbaring di tempat tidur.
Tubuhnya nampak lebih kurus dari biasanya.
"Tadi siang, Sabtu, 15/06, saya menemani Mas Slamet Rahardjo dan Mas Eros Djarot menjenguk Mas Arswendo.
"Ngobrol, guyon, dan kangen-kangenan sobat lama.
"Semoga kesehatan Mas Wendo terus membaik," tulis Harry Tjahjono dalam cuitannya yang diunggah pada 15 Juni 2019 lalu.
Dalam unggahan terbarunya di Twitter, Harry Tjahjono menyebut bahwa Arswendo Atmowiloto sebulan lalu masih bisa duduk dan bercanda.
Namun ketika dijenguk kembali, Harry Tjahjono menyebut bahwa Arswendo Atmowiloto "lebih suka tiduran.
"Sesekali merespon guyonan saya dengan senyum."
Arswendo Atmowiloto, sebagaimana tercatat dalam Wikipedia, adalah penulis dan wartawan Indonesia yang lahir pada 26 November 1948.
Dulu ia aktif menulis di berbagai surat kabar seperti Hai dan Kompas.
Selain itu, Arswendo Atmowiloto juga menulis serangkaian cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.
Karyanya yang paling diingat hingga kini mungkin adalah Keluarga Cemara yang sinetronnya pertama kali ditayangkan pada 6 Oktober 1996. (TribunWow.com/Grid.ID)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/arswendo-atmowiloto-meninggal-dunia-karena-kanker-prostat.jpg)