Terkini Internasional

24 Orang Tewas dalam Perang Suku di Papua Nugini, Termasuk 2 Wanita Hamil dan Anak-anak

Anak-anak dan perempuan hamil turut menjadi korban tewas dalam perang antar suku yang terjadi di dataran tinggi Papua Nugini (PNG).

24 Orang Tewas dalam Perang Suku di Papua Nugini, Termasuk 2 Wanita Hamil dan Anak-anak
ABC News/facebook/Pills Kolo
Pembantaian Papua Nugini akibat perang suku, puluhan wanita termasuk 2 yang hamil, anak-anak tewas dibunuh, jasad korban berserakan di jalan. 

TRIBUNWOW.COM - Anak-anak dan perempuan hamil turut menjadi korban tewas dalam perang antar suku yang terjadi di dataran tinggi Papua Nugini (PNG).

Setidaknya 24 orang dilaporkan tewas, termasuk dua wanita hamil dan janin yang belum lahir.

Pejabat lokal mengatakan, sedikitnya 24 orang telah tewas di Provinsi Hela, sebuah wilayah terjal di barat negara itu, dalam serangan kekerasan selama tiga hari antara suku-suku yang berseteru.

Dipicu Hal Sepele, Pria di India Bunuh Istrinya lalu Telepon Polisi untuk Datang Menangkap Dirinya

Suku-suku di dataran tinggi telah bersaing satu sama lain di Papua Nugini selama berabad-abad, tetapi masuknya senjata otomatis telah membuat konflik semakin mematikan dan meningkatkan siklus kekerasan.

"Sebanyak 24 orang telah dipastikan tewas, terbunuh dalam tiga hari, tetapi hari ini bisa lebih dari itu. Kami masih menunggu keterangan pejabat kami di lapangan," kata pejabat provinsi Hela, William Bando, kepada AFP, Rabu (10/7/2019).

Bando menyerukan agar setidaknya 100 personel polisi dikerahkan untuk memperkuat sekitar 40 petugas setempat.

BREAKING NEWS: Bus Transjakarta Terguling di Underpass Pondok Indah

Perdana Menteri Papua Nugini James Marape, yang berasal dari provinsi Hela, mengaku terkejut dengan kabar tersebut dan menjanjikan balasan terhadap para pelaku.

"Ini adalah salah satu hari tersedih dalam hidup saya. Banyak anak-anak dan ibu yang tidak bersalah terbunuh di desa Munima dan Karida, di daerah pemilihan saya," kata Marape.

Dalam salah satu insiden di Karida, pelaku penyerangan telah membunuh enam wanita, delapan anak-anak, termasuk dua perempuan hamil dan janin mereka.

Penyerangan itu terjasi selama sekitar 30 menit.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved