Orangtua dan Anak
3 Cara Merawat Kulit Bayi yang Sensitif untuk Menjaga Kelembaban dan Cegah Iritasi
Kulit bayi mudah sensitif dan terjadi infeksi. Berikut tiga cara yang dapat dilakukan untuk merawat kulit bayi dan menghindari iritasi.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Kulit bayi yang baru lahir akan memiliki tingkat sensitif yang berbeda-beda.
Untuk itu para orangtua harus lebih memperhatikan kondisi kulit bayi setiap harinya.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Rabu (10/7/2019), para orangtua harus eksta hati-hati dan lebih memperhatikan produk-produk yang digunakan untuk bayi.
Kondisi kulit sensitif biasanya dimulai dengan kulit yang kering.
• Cara Redakan Rasa Sakit pada Bayi yang Baru Mendapatkan Vaksinasi
Seorang dokters spesialis kulit Nany Shoraya mengatakan bahwa kulit bayi yang sensitif memiliki fungsi pemisah yang kurang optimal.
Karena kurang optimalnya fungsi pemisah, maka bahan kimia dari luar mudah masuk ke dalam kulit.
"Hal ini berdampak kulit bayi mudah kering atau iritasi. Kadang kita bilangnya kulit sensitif," ujar Nanny pada 5 September 2018.

Dikutip TribunWow.com dari Hallosehat.com, Rabu (10/7/2019), untuk melakukan perawatan pada kulit bayi tentunya harus diketahui juga tujuan yang harus dicapai.
Perawatan kulit bayi ditujukan untuk mempertahankan kelembaban kulit, menghindari iritasi pada kulit, serta membuat kulit tetap sehat.
Berikut cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kulit bayi.
1. Pilih Produk yang Aman
Gunakan produk-produk bayi yang mengandung bahan-bahan organik.
Jika perlu gunakan produk yang berlabel hypoallergenic yang pastinya mencegah resiko alergi.
• Perlu Hati-hati, Begini Cara Membersihkan Telinga Bayi dengan Tepat
Lalu saat memilih sabun mandi atau sampo, pilih barang yang mengandung pH yang seimbang dengan pH air mata.
Untuk itu belilah produk dengan label pH-balanced.
Jangan pilih produk sabun dan sampo yang berwarna, berpelangi, dan menghasilkan banyak busa.
Produk seperti itu bisanya mengandung bahan kimia dan dapat membuat kulit iritasi.
2. Bijak saat Memandikan Bayi
Bayi yang baru lahir lebih baik tidak langsung dimandikan.
Walau pada ibu akan merasa risih melihat selaput lemak pada kulit bayi, namun selaput tersebut dapat berfungsi melindungi kulit bayi.
Selaput tersebut membuat kulit bayi tetap lembab dan terhindar dari infeksi dan risiko alergi.
• Tanda-tanda Awal Autisme pada Bayi yang Wajib Diketahui, Lihat Sejauh Mana Buah Hati Berkembang
Bayi yang baru lahir, baiknya tidak dimandikan kira-kira 2-4 jam setelah lahir.
Hal itu bertujuan untuk menyetabilkan tanda-tanda vital dan suhu bayi.
Selain itu terdapat cara khusus untuk memandikan bayi.
Siapkan air suam kuku dengan suhu sekitar 36-47 derajat celsius.
Rendam seluruh tubuh bayi Anda, di dalam bak mandi selama 10-15 menit saja.
Jangan terlalu lama, karena akan membuat bayi Anda kedinginan.
• Bayi Anda Muntah? Kenali Penyebab Muntah yang Bahaya dan Tidak serta Cara Menanganinya
3. Gunakan Pelembab
Pelembab dapat membantu mempertahankan kadar air dalam kulit bayi.
Gunakan pelembab segera setelah selesai mandi.
Dengan menggunakan pelembab, tekstur kulit bayi akan terjaga kelembutannya.
Oleskan pelembab 2-3 menit setelah mandi di kulit yang masih lembab terbasuh air.
Cara ini dapat membantu melembabkan kulit lebih lama.
(TribunWow.com)
WOW TODAY: