Terkini Nasional

Dedi Mulyadi Sebut 400 Pemegang Suara Munas Bakal Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut 400 unsur pimpinan DPD di sejumlah daerah di Indonesia menyatakan dukungan pada Airlangga Hartarto.

Dedi Mulyadi Sebut 400 Pemegang Suara Munas Bakal Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar
KOMPAS.com/ HANDOUT
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mendapat dukungan dari para pimpinan dan pengurus Golkar di Kalimantan Selatan, Sabtu (6/7/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 400 unsur pimpinan DPD Golkar sejumlah daerah di Indonesia disebut menyatakan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk kembali menjadi ketua umum Golkar periode 2019-2010.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui sambungan telepon, Minggu (7/7/2019).

"Sampai hari ini para pemegang suara Musyawarah Nasional Partai Golkar yang mendukung Pak Airlangga Hartarto jadi ketua umum Golkar sudah 400 suara yang terdiri dari DPD kabupaten/kota, DPD I dan ormas," kata Dedi.

Ketum Golkar Airlangga: Partai Koalisi Jokowi-Maruf Terbuka Bergabungnya Partai Politik Lain

Dia mengatakan, 400 pemegang suara yang dukung Airlangga di Munas Golkar itu tersebar di sejumlah daerah, yakni diawali dari Jawa Barat, kemudian Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan selanjutnya Kalimantan Selatan.

"Kalsel sebelumnya sudah mendukung calon lain, kemudian mencabutnya dan mengalihkan dukungan ke AH (Airlangga Hartarto). Hari ini di Sulsel, dan daerah lainnya yang mencapai 400 pemilik suara," tandas Dedi.

Hingga saat ini, Dedi yang juga ketua TKD Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Jawa Barat terus menggalang dukungan bagi Airlangga Hartarto.

"Kemungkinan Jawa Timur juga akan mendukung Pak Airlangga," tandas Dedi.

Jawaban Politisi Golkar Ace Hasan saat Ditanya Ikhlas Tidak jika Oposisi Diajak Koalisi Jokowi

Munas digelar Desember Musyawarah Nasional Golkar akan dihelat pada Desember 2019 nanti.

Politisi Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan, partainya akan menggelar rapat pleno untuk rangkaian persiapan rapat pimpinan dan Musyawarah Nasional (Munas) 2019.

Meski demikian, Meutya mengatakan, digelarnya rapat pleno tersebut bukan karena banyak desakan dari internal partai untuk mempercepat Munas.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved