Kabinet Jokowi
Yenny Wahid Beri Dukungan soal Rencana Jokowi Mengisi Kursi Kabinet, Singgung Jejak Gus Dur
Yenny Wahid menyetujui rencana presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) perihal calon menteri untuk mengisi kursi di kabinet barunya.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid mengungkapkan menyetujui rencana presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) perihal calon menteri untuk mengisi kursi di kabinet barunya, di periode tahun 2019-2024.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (4/7/2019), Yenny Wahid menyetujui perihal keinginan Jokowi memasukkan anak muda di barisan kabinetnya.
"Bagus banget karena zamannya zaman milenial. Nah, kita-kita yang sudah tidak milenial lagi belum tentu bisa mengikuti cara berpikir atau tantangan zaman. Memang perlu anak milenial supaya bisa mengatasi tantangan yang ada," kata Yenny Wahid di Hotel Pullman, Rabu (3/7/2019).
Menurut Yenny Wahid, generasi muda memiliki pola pikir yang lebih segar serta akrab dengan perkembangan teknologi.
• Pengamat Nilai Keinginan Jokowi untuk Rekrut Banyak Anak Muda di Kabinet Kerja II Patut Diapresiasi
Perihal pengalaman, ia menyinggung Jokowi yang dahulu tak memiliki pengalaman untuk jadi presiden.
"Pak Jokowi dulu waktu nyalon jadi presiden juga belum punya pengalaman menjadi presiden. Gus Dur juga dulu terpilih jadi presiden juga belum punya pengalaman jadi presiden," ujar Yenny Wahid.
"Kalau misalnya tokoh-tokoh muda nanti yang diminta masuk ke kabinet bisa tetap rendah hati dan mau sowan ke yang lebih tua enggak ada masalah jadinya ke depannya walaupun dia mungkin tidak punya pengalaman," kata Yenny Wahid.

Tribunnews/JEPRIMA - Politikus Yenni Wahid saat ditemui pada konferensi pers Puteri Muslimah Indonesia 2015 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2015). Yenni menjadi juri bersama Opick, Arzety Bilbina, Chand Parwes dan Nurulita pada ajang pemilihan tersebut. (tribunnews.com)
Jokowi Ungkap Kriteria Calon Kabinetnya
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) membeberkan calon menteri untuk mengisi kursi di kabinet barunya, di periode tahun 2019-2024.
Dikutip TribunWow.com, hal ini dicetuskan dalam bincang 'Kompas Pagi' di saluran YouTube Kompas Tv Selasa (2/7/2019).
Diketahui, Jokowi merupakan presiden terpilih yang telah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Minggu (30/6/2019).
Jokowi mulanya ditanyakan oleh pembawa acara yang merupakan Pimpinan Redaksi Harian Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy perihal rencana kabinet Jokowi.
Jokowi lalu menuturkan akan memilih kabinet yang baru karena di setiap masa memiliki tantangan berbeda.
"Yang pertama setiap periode waktu itu diperlukan kabinet yang berbeda, karena tantangannya juga berubah. Sehingga ini nanti kabinet yang kita bentuk memang, yang pertama Menterinya harus memiliki sense untuk mengeksekusi program itu tepat dan cepat. Artinya dia eksekutor kuat," ujar Jokowi.
• Jansen Sitindaon Mengaku Ada Rasa Takut Berada di Opisisi: Keras Dikit Makar, Keras Dikit Ditangkap
Jokowi lantas mengatakan hal penting selanjutnya adalah pintar mengatur menejemen sehingga organisasi kementerian efektif.
Selanjutnya, Jokowi mengatakan akan mengisi generasi muda di kabinet barunya.
"Dan kabinet yang baru mungkin akan banyak diwarnai oleh yang muda-muda. Yang bisa saja ada menteri umur 25 tahun, kenapa tidak? Tapi dia harus mengerti manejerial, mampu mengeksekusi program yang ada. Ya umur 30-an mungkin akan banyak," tutur Jokowi.
"Karena memang sekarang ini dan ke depan diperlukan orang yang dinamis, fleksibel dan mampu mengikuti perubahan jaman, enerjik, dan itu ada di anak muda," paparnya.
Dipertanyakan soal pengalaman apabila menteri masih berusia muda, Jokowi menuturkan itulah diperlukannya koordinator.
"Itu kan nanti ada menteri koordinator, yang bisa mengkoordinir, memberikan arahan. Saya kira tidak perlu khawatir seperti itu."
• Arief Puyuono Sebut Gerindra Dekat dengan PDIP, Johnny Plate Singgung soal Koalisi: Itu Ngarep.com

Jokowi lantas mengatakan akan berfokus pada koalisi partai di kubunya, yakni koalisi Indonesia Kerja di Tim Kampanye Nasional (TKN).
Ia juga menegaskan, koalisinya terbuka apabila koalisi kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menginginkan untuk bergabung.
"Dan kita ingin konsentrasi terlebih dahulu dengan internal koalisi Indonesia Kerja, nah kalau nanti yang baru ingin masuk, baru kita tata, saya kira sudah sering saya sampaikan, kita terbuka untuk siapapun yang ingin bekerjasama memajukan negara ini, membangun negara ini," pungkasnya.
Lihat videonya di menit ke 4.50
(TribunWow.com)
WOW TODAY