Terkini Daerah
Berpura-pura Minta Dipijit, Ayah Asuh Cabuli Anak di Bawah Umur hingga Hamil
Ayah asuh ditangkap karena lakukan pencabulan pada anak asuhnya, hingga hamil dan tewas. Pelaku mengawali aksinya dengan pura-pura minta dipijit.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Seorang pria 60 tahun berinisial H diamankan oleh kepolisian Bekasi Timur, pada Rabu (3/7/2019), karena dugaan menghamili anak di bawah umur berinisial EP (15).
H yang tinggal di Perumahan Blue Safir, Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat, mengaku mencabuli anak asuhnya, hingga hamil dan meninggal setelah melahirkan.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Kamis (4/7/2019), pelaku mengaku melakukan aksinya dengan modus berpura-pura meminta EP untuk memijit dirinya.
Dengan berpura-pura meminta dipijit, H melakukan pencabulan kepada anak yang masih berusia 15 tahun tersebut.
"Modus yang dilakukan pelaku, korban disuruh memijit tubuh pelaku. Terjadilah sejak itu disetubuhi berulang kali sejak Desember 2018, kemudian seiring perjalanan waktu korban hamil," ucap Kasatreskrim Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Imron Ermawan kepada wartawan, Kamis (4/7/2019).

• Bapak di Bekasi Hamili Anak Asuh, Jasad Janin Diletakkan dalam Pot di Lantai 2 Rumahnya
Selain itu H juga mengancam korban, dengan tidak akan memberi makan bila tidak mau melayani dirinya.
"Tidak ada (paksaan), tapi bujuk rayu dan kalau tidak (patuh) diancam diusir, tidak dikasih makan, dan lain-lain," ucap Kompol Imron Ernawan.
H yang berprofesi sebagai tukang las memang sudah tinggal bersama korban sejak tahun 2017.
Dan sejak 2018 korban sudah diminta untuk melayani pelaku hingga akhirnya hamil.
EP akhinya tewas, setelah melahirkan anaknya dengan usia kandungan tujuh bulan.
"Dia hamil tujuh bulan, terus mengeluh sakit. Saat dibawa ke RS, keduanya meninggal," ujar Kabag Humas Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Erna Rusing Andari, Kamis (4/7/2019).

Korban dibawa ke rumah sakit pada Selasa (2/7/2019) dan menjalani persalinan prematur, yang akhirnya merenggut nyawanya serta nyawa sang bayi.
Dikutip TribunWow.com dari TribunJakarta.com, Kamis (4/7/2019), tetangga pelaku mengaku tidak menyangka dengan penyebab kematian EP.
Warga mengira korban meninggal hanya karena terkena sebuah penyakit bukan karena melahirkan anak dari H.
"Awalnya warga sini tahunya meninggal karena sakit enggak karena itu (melahirkan), warga pada datang ke sana melayat, semua buat persiapan menguburkan sudah disiapakan," ucap ketua RT setempat Widianto.
Namun kemudian muncul kecurigaan bahwa korban meninggal karena persalinan.
• Ayah di Garut Tega Cabuli Anak Kandungnya hingga Hamil, Terbongkar setelah Bayinya Lahir
Hal itu diketahui karena pelaku membawa pulang bayi yang sudah tidak bernyawa dari rumah sakit.
"Jadi pas jenazah dibawa sini kebetulan dia (pelaku) minta antar tetangga warga sini juga, nah yang diminta antar itu curiga kenapa ada jabang bayi, dari situ mulai curiga," jelas Widianto.
Atas kecurigaan tersebut, seorang warga yang kebetulan polisi menindak lanjuti kabar meninggalnya korban serta pelaku yang tiba-tiba membawa jasad bayi ke rumahnya.
"Udah dari situ warga sini yang kebetulan polisi itu cari tahu kebenaran dengan menanyakan langsung ke rumah sakit, ternyata benar meninggal karena proses persalinan," ucap Widianto.
Sementara itu, mayat si jabang bayi diketahui disimpan pelaku di dalam sebuah pot di lantai dua korban.
• Bapak di Bekasi Hamili Anak Asuh, Jasad Janin Diletakkan dalam Pot di Lantai 2 Rumahnya
"Iya betul di pot lantai 2, bayinya lahir normal sudah berbentuk bayi bukan aborsi. Semalam yang nangkap semua anggota kita," ucap Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung Iswanto, dikutip dari Kompas.com.
Eks komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Sopar Makmur menjelaskan pelaku telah mengubur jasad bayi tersebut di dalam pot.
"Mayat sang jabang bayi oleh pelaku dikubur di dalam pot di lantai dua rumah almarhumah," ucap Sopar Makmur.
Korban diketahui sudah lama tinggal dengan H sejak orangtua korban pergi merantau.
• Sempat akan Kabur, Pelaku Pencabulan Adik Kandung Berhasil Ditangkap, Akui Sering Setubuhi Korban
Orangtua EP memutuskan untuk menitipkan anaknya pada H, yang merupakan tetangga korban.
Selain dititip untuk menjaga EP, ternyata pelaku juga membiayai pendidikan korban.
"Anak itu disekolahkan pelaku, dibiayai sekolah terus. Enggak tahu dari kapan, diduga hubugan gelap. Masih diselidiki apakah itu nikah siri, lagi diselidiki," ucap Kompol Erna Rusing Andari, dikutip dari Kompas.com.
(TribunWow.com/Ami)
WOW TODAY: