Pabrik Korek Api Terbakar

Kebakaran Pabrik Korek Api di Binjai, Ternyata Pemilik hanya Berikan Upah Rp 500 Ribu per Bulan

Perusahaan korek api yang terbakar di Binjai, ternyata tidak mengantongi izin dan selalu memberikan gaji di bawah UMR pada para pegawainya.

Kebakaran Pabrik Korek Api di Binjai, Ternyata Pemilik hanya Berikan Upah Rp 500 Ribu per Bulan
(KOMPAS.com/Dewantoro)
Tiga orang tersangka dalam kasus terbakarnya pabrik korek api di Binjai dihadapkan ke publik dalam konferensi pers tadi siang, Selasa (25/6/2019) 

TRIBUNWOW.COM - Setelah kasus kebakaran yang terjadi di pabrik mancis atau korek api, di daerah Binjai, Langkat, Sumatera Utara pada Jumat (21/6/2019), polisi ungkap gaji pegawai tidak sesuai dengan upah minimum regional (UMR).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Selasa (25/6/2019), perusahaan korek api yang merupakan anak perusahaan PT Kiat Unggul tersebut, ternyata tidak memiliki izin usaha dan memberikan gaji rendah pada para pekerjanya.

Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Yulianto mengatakan, bahwa para pekerja yang tewas dalam kebakaran tersebut, hanya digaji Rp 500 ribu sampai Rp 700 ribu per bulan.

Perusahaan itu tidak memiliki izin usaha diduga, agar pihak perusahaan tidak perlu memberikan hak-hak, pada para pekerja termasuk gaji sesuai UMR.

Kebakaran Pabrik Korek Api di Binjai, Polisi Temukan Pegawai di Bawah Umur yang Jadi Korban

"Apa mungkin ini untuk menghindari pajak, bisa jadi untuk menghindari jaminan sosial karyawan tersebut, bisa jadi seperti itu atau untuk mengupah karyawan di bawah UMR," ucap Nugroho.

Selain itu Direktur PT Kiat Unggul yaitu Indrawan telah mengabaikan keselamatan para pekerjanya.

Bahkan perusahaan tersebut juga mempekerjakan seorang remaja dan ikut menjadi korban kebakaran.

"Selain tidak memiliki izin usaha, perusahaan milik Indrawan juga memperkejakan anak dibawah umur. Ada korban atas nama Rani usianya masih 15 tahun diperkerjakan di situ," jelas Nugroho.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun-Medan.com, Selasa (25/6/2019), saat dibekuk oleh kepolisian, Indrawan mengaku tidak mengetahui keberadaan pabrik korek api yang terbakar itu.

"Saya dirut baru, saya menjabat sejak 2014. Saya enggak tahu, tiba-tiba ditelepon. Setahu saya cuma satu pabrik saja. Perusahaan punya izin yang berpusat di Jakarta," jelas Indrawan saat gelar perkara di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019).

Karyawan Pabrik Sosis di Filipina Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging, Ini Dugaan Penyebabnya

 

Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019).
Bos pabrik korek api gas (mancis), Indramawan selaku Direktur Utama PT Kiat Unggul operasi perakitan mancis berbahan kimia yang mudah meledak sebagai kerajinan tangan di Mapolres Binjai, Senin (24/6/2019). (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)
Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AmirulNisa
Editor: Tiffany Marantika Dewi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved