Kabar Tokoh
Tanggapi Penyataan Menhan Ryamizard, Moeldoko: Buang ke Laut Begitu Saja
Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan tanggapan atas pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan tanggapan atas pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.
Pernyataan Ryamizard adalah soal adanya 3 persen anggota TNI yang terpapar radikalisme.
Dikutip TribunWow.com dari tayangan Berita Satu, Moeldoko mengatakan jumlah yang dikatakan Ryamizard tersebut cukup banyak.
"Ya cukup banyak makanya kita ingin tahu," kata Moeldoko, Jumat (21/6/2019).
Menurutnya, anggota TNI yang terpapar radikalisme sudah seharusnya dibuang ke laut.
• Kala Bambang Widjojanto Ditegur Hakim karena Berpindah Tempat Duduk saat Sidang MK Berlangsung
"Begini ya di TNI itu ada yang namanya Santi Dharma itu biasanya ada jam komandan setiap saat ada jam komandan makanya yang perlu kita lihat lagi adalah sudah sejauh mana itu kita dalami," ujar Moeldoko.
"Tapi pada dasarnya di TNI juga tegas kalau indikasinya tidak bisa diperbaiki, ya buang ke laut kan begitu saja," tambahnya.
Lihat videonya:
Sebelumnya, pernyataan itu diberikan Ryamizard saat bersilaturahmi dan halal bihalal di Mabes TNI, Rabu (19/6/2019).
"Kurang lebih tiga persen, ada TNI terpengaruh dan tak setuju Pancasila. Ini memprihatinkan sekali," ujar Ryamizard pada Tribunnews.
Ryamizard mengungkapkan alasannya menyampaikan keprihatinan tersebut di tengah-tengah berkumpulnya para anggota TNI aktif dan para purnawirawan itu.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) ini berharap, kehadiran para purnawirawan TNI dapat membantu mengurangi atau bahkan mengentaskan hal yang dianggapnya berbahaya itu.
• Pengakuan Mantan Karyawan Pabrik Korek Api (Macis) yang Terbakar, Ungkap Kondisi saat Kerja
"Mumpung kita berkumpul, ada sesepuh (purnawirawan), bersama-sama bagaimana mengatasi Indonesia terhindar dari hal yang tidak diinginkan," katanya.
Oleh karena itu, ia meminta agar anggota TNI yang terpapar paham radikalisme kembali mengingat dan berpegang pada sumpah prajurit.
"Kita mengimbau supaya mereka menepati sumpah prajurit, menyatakan setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila. Sumpah, tidak boleh main-main dengan sumpah," tegasnya.
Lebih lanjut, Ryamizard memaparkan sejumlah lembaga pendidikan dan instansi pemerintah yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan khilafah.
Ia menyebut, sebanyak 23,4 persen mahasiswa setuju dengan negara Islam atau khilafah, lalu ada 23,3 persen pelajar SMA yang juga setuju.
"18,1 persen pegawai swasta menyatakan tidak setuju dengan ideologi Pancasila, kemudian 19,4 persen PNS menyatakan tidak setuju dengan ideologi Pancasila, dan 19,1 persen pegawai BUMN tidak setuju dengan Pancasila," terangnya.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)
WOW TODAY: