Prostitusi Online

Kuasa Hukum Vanessa Angel Sebut Tuntutan 6 Bulan Penjara dari JPU Terlalu Berat

Kuasa Hukum Vanessa Angel, Abdul Malik angkat bicara soal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kliennya.

Kuasa Hukum Vanessa Angel Sebut Tuntutan 6 Bulan Penjara dari JPU Terlalu Berat
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Vanessa Angel saat menuju Ruang Sidang Garuda I PN Surabaya, untuk menjadi saksi dalam kasus prostitusi online, Senin, (8/4/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Kuasa Hukum Vanessa Angel, Abdul Malik angkat bicara soal tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada kliennya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sri Rahayu dan Nur Laila dari Kejati Jatim menuntut Vanessa Angel dengan hukuman penjara selama enam bulan, Senin (17/6/2019).

Tuntutan ini dibacakan pada sidang lanjutan kasus dugaan penyebaran konten asusila (prostitusi online) di PN Surabaya.

"Menuntut terdakwa Vanessa Angel dengan pidana selama 6 bulan," kata JPU Sri Rahayu, Senin, (17/6/2019).

Vanessa Angel dianggap terbukti melanggar pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terungkap Isi Surat Vanessa Angel ke Feni Rose: Aku Enggak Tahu Harus Minta Tolong Sama Siapa Lagi

Menanggapi tuntutan tersebut, Abdul Malik akan mengajukan pembelaan, pada Kamis, (20/6/2019).

Menurutnya, hukuman 6 bulan itu terlalu berat. Pasalnya, bila melihat fakta persidangan, saksi-saksi tidak ada.

"Terlalu berat ya bagi kami, tapi itu adalah hak JPU. Banyak dari saksi-saksi yang tidak dihadirkan oleh kepolisian maupun JPU," terangnya.

Beberapa saat sebelum sidang tuntutan, Vanessa Angel mengaku siap menghadapi tuntutan dari majelis hakim PN Surabaya

Saat itu, dengan sorot mata yang tajam Vanessa terlihat berjalan menuju ruang sidang Garuda I, PN Surabaya.

Berobat Kanker Paru-paru ke China, Sutopo Purwo Nugroho: Mohon Doa, Maafkan Kesalahan dan Dosa Saya

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved