Terkini Nasional

Soal Pengungkapan Fakta Aksi 22 Mei, Wiranto Ingin Redamkan Tudingan: Yang Bicara Hasil Penyidikan

Menteri Polhukam Wiranto memberikan tanggapan soal pengakuan oleh para tersangka rencana pembunuhan para tokoh nasional.

Soal Pengungkapan Fakta Aksi 22 Mei, Wiranto Ingin Redamkan Tudingan: Yang Bicara Hasil Penyidikan
KOMPAS.com/Kristian Erdianto
Menko Polhukam Wiranto saat memberikan keterangan usai rapat koordinasi tingkat menteri terkait pengamanan Pilkada serentak 2017 di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Wiranto memberikan tanggapan soal pengakuan oleh para tersangka rencana pembunuhan para tokoh nasional.

Diketahui, dalam pengakuan tersangka Nama Habil Marati (HM) dan Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen turut disebutkan.

Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews.com, Wiranto menyebutkan tak ada karangan.

"Ini pengakuan dari berita acara pemeriksaan, testimoni yang disumpah, bukan karangan kita," cetus Wiranto.

"Paling tidak kan sudah bisa menetralisir bahwa 'Ah Wiranto lebay, karangan pemerintah, karangan aparat keamanan untuk cari popularitas," paparnya.

Ditegaskan kembali, semua fakta telah diungkap oleh hasil penyidikan.

"Masya Allah, saya katakan, saya tidak ngomong apa-apa. Sekarang yang bicara hasil penyidikan dan penyelidikan," sambungnya.

Menkopolhukam Wiranto.
Menkopolhukam Wiranto. (Rizal Bomantama/Tribunnews.com)

Fakta yang Diungkap di Kerusuhan 22 Mei

Habil Marati disebutkan berperan memberikan sejumlah uang untuk membeli senjata kepada tersangka lain yaitu Kivlan Zen.

Senjata tersebut diduga akan digunakan dalam melancarkan aksi rencana pembunuhan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved