Breaking News:

Terkini Nasional

Masyarakat Lepas Balon Udara saat Lebaran, Banyak Pilot Terpaksa Keluar Jalur Penerbangan

Pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, Rabu (5/6/2019), penerbangan di Indonesia mengeluhkan 28 kasus balon udara.

KOMPAS.com/ANDI DONNAL PUTERA
Suasana penyelenggaraan Java Balloon Festival 2018 di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/6/2018). Festival diadakan Kementerian Perhubungan bersama AirNav Indonesia dalam rangka meredam maraknya balon udara liar yang membahayakan keselamatan penerbangan dalam beberapa hari terakhir. 

TRIBUNWOW.COM - Pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, Rabu (5/6/2019), penerbangan di Indonesia mengeluhkan 28 kasus balon udara.

Para pilot dari berbagai maskapai penerbangan melaporkan ke Air Nav Indonesia bahwa keberadaan balon udara yang dilepaskan warga mengganggu aktivitas penerbangan.

Deputy GM Perencanaan dan Evakuasi Operasi Makassar Air Traffic Service Control (MATSC), Davitson Aritonang, mengatakan, 28 kasus yang diterima dilaporkan oleh 26 pilot.

Pasalnya, balon udara terlihat di ketinggian 38.000 kaki.

PDIP Singgung soal Dendam Politik saat Tanggapi Kunjungan AHY dan Ibas ke Kediaman Keluarga Megawati

“Dari 28 laporan seluruh Indonesia, ada 13 laporan yang berada di wilayah penerbangan MATSC. Balon udara itu terlihat di wilayah Jawa dan Bali yang diperkirakan diterbangkan dari wilayah tersebut.

Ketinggian terbang balon udara itu mencapai 38.000 kaki, sedangkan di ketinggian itu penerbangan sangat padat,” katanya keterangan pers di kantornya, Kamis (6/6/2019).

Davitson mengungkapkan, jika balon udara yang mengganggu penerbangan pesawat berukuran besar.

Bahkan, ada balon udara yang dilengkapi tabung gas 3 kilogram hingga 5 kilogram sehingga pilot terpaksa keluar dari jalur untuk menghindari balon udara tersebut.

“Jika balon udara yang dilengkapi dengan tabung gas, bisa-bisa meledakkan mesin pesawat jika terkena pesawat dan masuk ke dalam mesin. Jadi terpaksa pilot menerbangkan pesawat menghindari balon udara tersebut. Diperkirakan di daerah Wonosobo, secara luasnya di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan adanya balon udara yang mengganggu lalu lintas pesawat, Airnav Indonesia menerbitkan Notam,” tandasnya.

SBY Kenang Masa-masa Lebaran saat Masih Bersama Ani Yudhoyono: Ini Kenangan Manis Saya

Sebelumnya, lanjut Davitson, pihaknya sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara.

Selain itu juga, pihak Air Nav Indonesia sudah melaporkan balon udara ini ke Kementerian Perhubungan dan Pemerintah terkait.

“Hari ini saja, Kamis (6/6/2019) pagi sudah kami terima 1 laporan dari pilot yang sedang menerbangkan pesawat di ketinggian 35.000 kaki.

Sedangkan pada Rabu (5/6/2019) kemarin, mulai pukul 10.00 hingga 16.40 Wita kita terima laporan 28 kasus,” ungkap Davitson. (Kompas.com/Hendra Cipto)

WOW TODAY:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "26 Pilot Mengeluh, Balon Udara yang Dilepas Saat Lebaran Ganggu Penerbangan"

Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved