Terkini Daerah
Lihat Ayah Cekik sang Ibu hingga Tewas, Dua Anak Korban akan Diberi Pendampingan dari PPA
Seorang suami cekik istri di hadapan kedua anaknya. Setelah melakukan aksi pembunuhan tersebut Lutfi menyerahkan diri pada pihak kepolisian Gresik.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kasus suami cekik istri yang terjadi di Jembangan, Surabaya, Minggu (26/5/2019) kini telah ditangani Kepolisian Gresik
Kepolisian berencana akan melakukan pendampingan, pada dua anak pelaku yang melihat orangtuanya berkelahi, hingga menewaskan Visa, ibu dua anak tersebut.
Pelaku yang merupakan suami korban bernama Lutfi Dwi Harianto (33) dan korban bernama Visa Wuri Hermandani (32).
Lutfi mengaku telah membunuh Visa dengan mencekiknya saat cekcok karena cemburu.
Kedua anak Lutfi dan Visa yang melihat aksi pembunuhan tersebut dan dikhawatirkan akan memunculkan trauma.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com Selasa (28/5/2019), dengan bantuan PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pendampingan akan diberikan pada dua anak korban dan pelaku
• Ditangkap, Dua Pelaku Pembunuhan di Sungai Cimpu Akui Sempat Kembali ke TKP untuk Lihat Mayat Korban
Kedua anak pelaku dan korban masih berusia 11 tahun dan 5 tahun.
Mereka berdua dikhawatirkan merasa trauma setelah melihat sang ayah membunuh ibunya.
"Jadi sesuai pengakuan pelaku, dia melakukan pencekikan terhadap korban itu diketahui oleh dua anaknya, satu orang berusia 11 tahun dan satunya lagi umur 5 tahun. Bahkan mereka (anak-anak) sempat menangis (melihat kejadian tersebut)," ucap Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, Senin (27/5/2019).
• Detik-detik Bocah 15 Tahun Tewas Dibacok Geng Motor saat SOTR, Rombongan Tak Tahu Korban Tertinggal
Untuk menanggulangi trauma pada kedua anak tersebut kepolisian sudah menyiapkan beberapa cara.
"Tentu kami akan lakukan pendampingan melalui unit PPA Polres Gresik, karena kami tidak ingin si anak mengalami trauma usai melihat kejadian tersebut. Tapi untuk saat ini kan kedua anaknya masih berada di rumah tantenya di Surabaya," ucap Wahyu.
Kronologi
Dikutip dari Surya.co.id, percekcokan pasangan suami istri tersebut berawal saat Visa datang ke tempat kerja Lutfi, Selasa (28/5/2019).
Visa mengunjungi suaminya pada Sabtu (25/5/2019) pukul 22.00 WIB yang bekerja sebagai penjaga bank swasta di wilayah Pasar Kembang, Surabaya.
"Saat itu dia mendapati suami yang sedang menelepon dengan orang yang diduga adalah itu selingkuhannya," ucap Wahyu.
Pada saat itu juga Visa memaksa untuk menetap ditempat kerja suaminya untuk terus mengawasi.
Pada pukul 03.00 WIB, Visa menghubungi rekan kerja Lutfi, untuk meminta suaminya segera dikeluarkan dari tempatnya bekerja.
Setelah menunggu dua jam, Visa sempat merusak motor sang suami yang terparkir.
• Tak Bisa Selamatkan Diri dari Gedung yang Terbakar, Pria Ini Pasrah Tunggu Bantuan, Lihat Videonya
Pada pukul 07.00 WIB, Visa memilih untuk pulang ke rumahnya di Perum Pesona Bukit Tanjung blok E no 38, Dusun Lenggan, Desa Tanjungan, Kecamatan Driorejo.
Sedangkan Lutfi pulang setengah jam setelah Visa tiba di rumah.
Setibanya di rumah, Visa terlihat sedang beristirahat, dan Lutfi pun tertidur di ruang tengah.
Setelah bangun Lutfi meminta maaf pada istrinya namun permintaan maafnya ditolak.
Pukul 13.00 WIB Lutfi dan Visa kembali cekcok dan adu mulut.
Saat Lutfi memutuskan untuk berhenti cekcok, Visa mengambil gunting dan mencoba menodongkan ke arah sang suami.
Lutfi berhasil menepis gunting tersebut walau meninggalkan sedikit sayatan pada dada pelaku.
Merasa belum puas, Visa mengeluarkan semua baju Lutfi dan mengguntingnya.
Melihat tingkah laku sang istri, Lutfi kembali mencoba meminta maaf walau masih terus ditolak.
Bahkan Visa sempat menendang sang suami karena merasa emosi.
• Mayat Bocah 5 Tahun Ditemukan di Dalam Karung Beras, Pelaku Pembunuhan Bujuk Korban dengan Es Krim
Lutfi yang sudah tidak bisa menahan emosi mulai melakukan perlawanan, dengan mencekik Visa di dalam kamar.
Visa dicekik selama 15 menit, namun masih ada nafas dan belum meninggal.
Lutfi pun menambah dengan menutupi hidung korban dengan bantal selama 10-12 menit hingga akhirnya Visa lemas dan meninggal.
"Saat keduanya beradu mulut, dua anaknya bertriak, 'sudah pa, sudah pa kasihan mama', sambil memegangi baju ayahnya," ucap Wahyu.
Setelah istrinya meninggal, Lutfi membawa kedua anaknya ke Surabaya.
• Kronologi Pria Tewas di Tengah Penerbangan dengan Perut Penuh Kokain, Pesawat Mendarat Darurat
Lutfi menitipkan kedua anaknya untuk dirawat saudaranya.
Pada pukul 17.15 WIB, pelaku kembali ke Gresik dan langsung menyerahkan diri dan mengakui semua perbuatannya.
Pada polisi, Lutfi mengaku menyesal hingga membuat dua anaknya harus tumbuh besar tanpa kedua orangtuanya.
Motif Pembunuhan
Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, menjelaskan bahwa Visa melakukan semua aksinya lantaran diduga cemburu atas apa yang dilihatnya saat mengunjungi suami di kantor.
"Indikasi istrinya ini cemburu," ucap Wahyu, Senin (27/5/2019) dikutip dari Surya.co.id.
Terkait motif pembunuhan, pihak kepolisian mengaku masih akan mendalami lebih lanjut dari keterangan pelaku.
"Motif pembunuhan masih kita dialami," ujarnya.
Kini jenazah Visa berada di ruang autopsi di RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan penyelidikan.
Dikuti dari TribunJatim.com, Visa dan Lutfi sering diketahui terlibat pertengkaran dan berselisih pendapat.
Dalam sepekan terakhir, keduanya memang kerap terlibat adu mulut sampai adu fisik.
Dari informasi yang didapat, korban Visa juga diduga kerap melontarkan kata-kata kasar pada sang suami.
Visa dieketahui bekerja sebagai pedagang di Pasar Rumput, Gresik.
(TribunWow.com/Ami)
WOW TODAY