Pilpres 2019

Inilah Video Pidato SBY yang Jadi Bukti Tim Hukum BPN ke MK: BIN, TNI, dan Polri Disebut Tak Netral

im Hukum Prabowo-Sandi menghadirkan cuplikan pidato dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) sebagai berkas permohonan gugatan.

Inilah Video Pidato SBY yang Jadi Bukti Tim Hukum BPN ke MK: BIN, TNI, dan Polri Disebut Tak Netral
YouTube Suara Demokrat
Konferensi Pers SBY dalam Pilkada Serentak 2018 yang dijadikan bukti oleh Tim Hukum Prabowo-Sandi 

TRIBUNWOW.COM - Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah memberikan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) soal hasil pemilihan presiden (pilpres), Jumat (24/5/2019).

Dilansir oleh Tribun Jakarta, Tim Hukum Prabowo-Sandi menghadirkan cuplikan pidato dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) sebagai berkas permohonan gugatan.

Pidato tersebut fokus pada pernyataan SBY soal ketidaknetralan sejumlah oknum aparat dalam pemilu.

Berdasarkan penelusuran TribunWow.com, diketahui pidato tersebut dilontarkan SBY sebelum gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018.

Pengamat Sebut Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Banyak Gunakan Data Sekunder: 30 Persen Kliping Media

Dilansir oleh YouTube Suara Demokrat, saat itu SBY didampingi oleh paslon Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat yang diusung dari Partai Demokrat.

SBY mengadakan konferensi pers di depan awak wartawan pada 23 Juni 2018 di Hotel Santika Bogor.

Dalam pidatonya yang belangsung kurang dari 20 menit itu SBY menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan Pilkada serentak, kekalahan Demokrat di Pilkada Jakarta, hingga ketidaknetralan aparat.

Ketidaknetralan aparat berkali-kali disinggungkan SBY dalam pidatonya tersebut.

Fokus itulah yang menjadi berkas pemohon dari kubu Prabowo-Sandi yang diajukan dalam gelaran Pilpres 2019.

Berikut ini petikan pidato dari SBY yang dilontarkan pda 2018 tersebut.

Sinyal Positif Pakar Hukum terkait Gugatan BPN ke MK, Prabowo-Sandi Berpeluang Balikkan Keadaan

"Yang saya sampaikan ini cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum dari BIN, Polri, dan TNI itu nyata adanya.

Ada kejadiannya, bukan hoaks bukan hoaks.

Sekali lagi ini oknum, Namanya organisasi badan intelijen negara atau BIN, Polri, dan TNI itu baik.

Saya pernah hampir 30 tahun di wilayah itu dan kalau ada kesalahan tidak ada prajurit yang salah.

Tidak ada anggota yang salah, yang salah adalah petinggi-petingginya yang keblinger.

Ingat itu jadi justru rasa sayang seorang SBY kepada lembaga yang dicintainya TNI, Polri, dan BIN itu janganlah keliru dalam bersikap dalam Pilkada maupun pemilu kelak.

Kasihan sama prajurit, kasihan sama anggota dan kasihan sama lembaganya.

Mungkin rakyat tidak berani menyampaikan hal-hal yang menurut mereka kok begini kok kasar sekali, kok terang-terangan, mungkin. Biarlah saya SBY warga negara biasa, penduduk Cikeas Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang bicara.

Kalau pernyataan saya ini membuat intelijen dan kepolisian kita tidak nyaman dan ingin menciduk saya silahkan.

Mengapa saya sampaikan saudara-saudaraku? Agar BIN, Polri, dan TNI netral karena ada dasar, ada kejadiannya Pilkada Jakarta baru sekarang ini saya bicara meskipun kami ikhlas menerima kekalahan, ikhlas," ujar SBY.

Berhadapan di MK, Pengacara Prabowo-Sandi Cuma 8 Orang VS 20 Kuasa Hukum KPU dan 36 Jokowi-Maruf

Lihat videonya menit ke 8.44:

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved